Categories
Film Review

Review Film One Night Stand (2021): Kisah Romansa antara Waktu dan Cinta

Film One Night Stand merupakan karya terbaru dari Adrianto Dewo yang siap ditayangkan di platform streaming Bioskop Online. Menghadirkan kisah romansa yang dekat dengan dunia nyata, Dewo merepresentasikan bagaimana waktu bisa mengubah hidup dan perasaan seseorang. 

Film ini dibuka dengan Baskara atau Ara (Jourdy Pranata) yang harus berpisah dengan kekasihnya, Ayu (Agnes Naomi). Selang setahun, ia harus menghadiri pemakaman dari salah satu keluarganya. Ia pun berkenalan dengan Lea (Putri Marino) yang menjemputnya di bandara.

Putri Marino dan Jourdy Pranata
via Bioskop Online

Meski baru saja berkenalan, Ara dan Lea pun semakin dekat setelah Ara meminta Lea untuk menemaninya menghadiri pernikahan salah satu teman dekatnya, Ruth (Ruth Marini) dan Edo (Eduwart Manalu). Ara merasakan ketertarikan dengan Lea, tepat di saat Ayu kembali menghubungi Ara setelah mereka putus. 

Mereka saling bercerita tentang kehidupan dan cinta. Dimana Lea mengungkapkan kisah sedihnya ditinggal oleh sang ayah secara tiba-tiba yang membentuk karakteristiknya pemberontak dan bagaimana ia senang bepergian untuk mencari arti kehidupan. Dan bagi Ara, pertemuannya yang singkat dengan Lea mampu mengubah pemikirannya tentang cinta dan kehidupan. 

Dalam satu hari

Selain perpisahan Ara dengan Ayu yang terjadi di awal cerita, seluruh setting pada film ini terjadi pada satu hari saja. Mulai dari Ara yang mendatangi pemakaman hingga pernikahan temannya, pertemuannya dengan Lea yang hanya terjadi dalam waktu singkat mampu mengubah pandangannya tentang kehidupan. 

Ara dan Ayu
via Bioskop Online

Gaya penceritaan yang realis merupakan daya tarik film ini. Dimana Adrianto Dewo selaku sutradara menyebutkan bahwa ia memang menyukai konsep cerita yang dibangun hanya dalam timeline satu hari. Progresi plot yang cenderung mendayu menuntun penonton dalam mendalami kedekatan Ara dan Lea sepanjang cerita. 

BACA JUGA  Penjelasan Ending Joker: Apakah Arthur Fleck adalah The Joker?

Tidak ada dialog-dialog yang sok puitis, film ini menghadirkan nuansa realis dengan perjalanan dan percakapan yang lekat dengan dunia nyata. Dimana masalah dan kejadian yang ada di dalam film pun seringkali ditemukan di kehidupan sehari-hari. 

Dewo membawa plot dalam satu garis lurus yang melaju dengan nuansa melankolis dan pace yang cenderung lambat. Membawa penonton pelan-pelan masuk ke dalam kisah Ara dan Lea. Bagaimana keduanya saling terbuka satu sama lain, termasuk membeberkan masalah-masalah yang sedang atau pernah mereka alami. 

Ara dan Lea
via Bioskop Online

One Night Stand hadir dengan pemeran-pemeran baru yang mungkin jarang terdengar di ranah perfilman mainstream Tanah Air. Kecuali Putri Marino yang sudah lebih dulu terkenal lewat perannya sebagai Lala dalam film Posesif (2017) yang membawanya memenangkan Piala Citra untuk Pemeran Utama Terbaik.

Tentang cinta dan perjalanan

Sejak awal, Dewo memperlihatkan bagaimana karakter Ara, pemuda yang sukar menolak hal yang tidak ia sukai dan sulit menyampaikan isi hatinya terombang-ambing dalam perasaannya. Pertemuannya dengan Lea, gadis pemberontak yang sedang mencari makna hidup membuat kedua dunia mereka bertabrakan.

Jourdy Pranata dalam film One Night Stand
via Bioskop Online

Perbedaan tersebut bukannya menjadi penghalang, namun menjadi wadah yang membuat keduanya saling mengerti kekurangan mereka. Hingga akhirnya rasa cinta muncul sebagai tempat pertemuan dimana mereka bisa mengamini perasaan mereka sendiri.

“”Kalau dipikir-pikir, cinta itu safe place, yah”

Ruth (Ruth Marini)

Keduanya menyadari bahwa cinta bisa menjadi tempat terbaik untuk berlindung dari hal-hal yang mengganggu, dari orang lain maupun ekspektasi diri sendiri. Sebagai tempat teraman untuk menenangkan diri maupun menjadi diri sendiri.

Jourdy Pranata sebagai Ara dan Putri Marino sebagai Lea
via Bioskop Online

Film ini membawa penonton lebih jauh tentang perjalanan kehidupan mereka berdua, termasuk bagaimana cinta bisa berperan sebagai rumah yang akan menjadi tempat untuk pulang dan mengistirahatkan badan setelah lelah berjalan. 

BACA JUGA  Review Film Bombshell (2019): Dokudrama Gerakan #MeToo yang Kurang Greget

Satu hari yang mengubah keduanya

Perjalanan dan pemikiran Ara dan Lea berubah hanya dalam kurun waktu satu hari sejak mereka berkenalan. Walaupun pada akhir film ini tidak ditunjukkan lagi bagaimana perjalanan keduanya, tapi keduanya mengalami perubahan yang cukup signifikan jika dibandingkan dari awal film. 

Pace yang lambat menemani penonton untuk lebih mengenal karakter Ara dan Lea serta bagaimana mereka memandang cinta dan kehidupan. Belum lagi dengan rangkaian plot yang dibuat realistis dan alunan nada dan gambar yang menawan, bagaikan membaca novel ketika sedang melanjutkan perjalanan pulang setelah lelah berpetualang.

Ara dan Lea dalam film One Night Stand
via Bioskop Online

Film One Night Stand fokus pada bagaimana waktu yang singkat bisa memiliki kekuatan besar untuk mengubah seseorang. Baik itu melalui kejadian yang mengharukan maupun menyenangkan, atau perkenalan dengan orang-orang yang datang tanpa disangka-sangka.

Film ini sudah bisa kamu tonton di platform Bioskop Online mulai dari tanggal 26 November, baik pada laman website resmi maupun aplikasi bagi pengguna iOS maupun Android. Tiket pre-order bisa dibeli langsung dengan harga Rp 20 ribu sampai dengan tanggal 25 November di Bioskop Online.

Genre: Romansa

Sutradara: Adriyanto Dewo

Durasi: – Menit

Pemain: Jourdy Pranata, Putri Marino, Agnes Naomi

Rekomendasi Film
6.5/10

Summary

Film One Night Stand fokus pada bagaimana waktu yang singkat bisa memiliki kekuatan besar untuk mengubah seseorang. Baik itu melalui kejadian yang mengharukan maupun menyenangkan, atau perkenalan dengan orang-orang yang datang tanpa disangka-sangka.

By Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.

Leave a Reply