Review Film First Man (2018) – Tidak Sekedar Misi Menuju Bulan

Terlepas dari segala kontroversinya, hampir semua orang mengetahui siapa Neil Armstrong, manusia yang berhasil menapakkan kakinya di bulan. Kisah misi terbesar manusia ini diangkat ke layar lebar berdasarkan buku karya James R. Hansen, First Man: The Life of Neil A. Armstrong yang disutradarai oleh Damien Chazelle (Whiplash dan La La Land). Film First Man lebih menonjolkan kisah personal seorang Neil Armstrong tanpa berlebihan menonjolkan sisi politik Amerika sebagai negara terbesar di dunia. Film ini lebih banyak menggali kisah Neil Armstrong sebagai suami, ayah, teman dan manusia yang ingin mewujudkan misi manusia mendarat ke bulan.

Review film first man

Via IMDB

Lupakan sejenak film-film perjalanan luar angkasa yang kaya dengan CGI megah pemandangan luar angkasa dan pesawat ulang alik yang canggih. Berlatar tahun 60-an, film First Man lebih banyak menampilkan drama yang terjadi di bumi dengan tampilan teknologi antariksa yang ada pada masa itu.

Kisah keberhasilan Neil Armstrong mendarat di bulan menjadi sebuah bonus karena proses yang dilalui Neil lah yang sangat menarik di film ini. Terlebih lagi, semua orang sudah tahu kalau akhirnya Neil berhasil menjalankan misi tersebut. Ada berbagai kegagalan dan kematian yang terjadi dalam perjalanannya menjadi manusia pertama yang mendarat di bulan.

Jadi, jika hanya ingin melihat bagaimana seorang Neil Armstrong menjadi “The First Man” mungkin film ini akan terasa kurang menggigit karena berbagai guncangan hebat dan masalah yang dialami sang tokoh utama dalam kokpit claustrophobic di pesawat luar angkasanya tidak akan membuat kamu cemas karena “spoiler berat” yang sudah menjadi pengetahuan umum itu otomatis telah membuat kamu tahu kalau Neil akan selamat dalam menjalankan misinya.

first man

Via IMDB

Bagi yang sudah familier dengan penampilan Ryan Gosling dalam film-film serius seperti Drive, atau Blade Runner 2049, pasti sudah tahu kalau sang aktor kerap memasang tampang gantenngnya yang dingin dan cool dalam dua film tersebut. Di film First Man ini sang aktor juga masih menggunakan gaya akting serupa dan ini menimbulkan pertanyaan.

Di film Drive, Ryan Gosling memerankan karakter Gateaway Driver yang misterius dan dingin, sedangkan di Blade Runner 2049 ia memerankan Replicant alias robot. Dua peran tersebut memang sangat cocok jika ditampilkan dengan akting pria macho yang dingin. Apakah Neil Armstrong di kehidupan sehari-harinya juga kerap tampil seperti The Driver atau K?

Kisah seorang manusia yang mendarat di bulan

Film First Man tidak terlalu fokus pada perang prestise misi luar angkasa antara Amerika dan Rusia. Film ini lebih menunjukkan misi ke bulan dari sisi personal seorang Neil Armstrong. Bagaimana hubungannya dnegan keluarganya mempengaruhi misinya dan juga begitu pula sebaliknya.

Sinematografi Lunis Sandgren yang didominasi dengan close up mendukung hal ini. Sepanjang 2 jam lebih wajah Ryan Gosling dan cast lainnya memenuhi layar bioskop, secara harfiah. Hasilnya, setiap kerutan di wajah para cast berhasil membuat penonton merasakan emosi yang ingin disampaikan oleh para karakter. Detil-detil kehidupan pribadi keluarga Armstrong dan masalah yang terjadi di sepanjang flm juga terasa sangat dekat. Menariknya, ketika Neil sampai di bulan, gambar close up dan handheld camera yang mendominasi tiba-tiba berubah menjadi pemandangan luasnya luar angkasa yang hening dan misterius.

Film First Man seperti membawa penonton merasakan pengalaman Neil Armstrong menjadi manusia pertama yang menapakkan kakinya di bulan.

Rating: 4/5


Sutradara:  Damien Chazelle

Penulis:  Josh Singer (screenplay), James R. Hansen (buku)

Cast: Ryan GoslingClaire FoyJason Clarke

Review Overview
  • Rating Film
4

Kesimpulan

First Man membawa penonton merasakan kisah Neil Armstrong secara personal sebagai manusia pertama yang berhasil mendarat di bulan tanpa menggembar-gemborkan politik negara adi daya Amerika.

Sedang belajar mengedit tulisan di Mariviu.