Review Buku 24 Jam Bersama Gaspar – Panduan Menjadi Detektif Alternatif

Bosan dengan cerita detektif yang tokoh utamanya selalu mengungkap penjahat dengan cara yang membingungkan? Apa mungkin seorang detektif melakukan tindak kriminal? Kenapa detektif identik dengan pembela kebenaran? Novel 24 Jam Bersama Gaspar adalah solusi dan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas. Novel ini menyajikan sebuah kisah detektif yang berbeda dari cerita detektif biasanya – setidaknya yang pernah saya baca.

24 Jam Bersama Gaspar adalah cerita tentang seorang pemuda bernama Gaspar yang suatu ketika melihat kotak hitam misterius di sebuah toko emas milik Wan Ali. Konon katanya kotak hitam itu sudah ada turun temurun dan benda di dalamnya mampu membuat pemiliknya sukses dan kaya. Gaspar yang penasaran memutuskan untuk merampok toko emas tersebut agar bisa mendapatkan kotak hitam itu. Tunggu dulu! Sebelum kamu bertanya-tanya bagaimana bisa seorang detektif merampok? Izinkan saya membahas novel ini dari kulitnya dulu.

Desain sampul 24 Jam Bersama Gaspar terbitan Buku Mojok

Novel 24 Jam Bersama Gaspar ini diceritakan dengan cara membagi dua pola penarasian. Narasi pertama dibuat dalam bentuk paragraf prosa biasa dengan sudut pandang orang pertama dari tokoh Gaspar. Hal ini membuat kita mengenal sosok Gaspar dari prilakunya secara langsung.

Narasi kedua dibuat dalam pola transkrip wawancara – atau interogasi – seorang polisi pada seorang wanita lansia. Isi transkrip percakapan ini bercerita tentang kronologi perampokan yang dilakukan oleh Gaspar.

Dua pola narasi yang berbeda itu tentu saja terjadi di lini masa yang berbeda, karena yang berbentuk prosa berlatarkan sebelum perampokan, sementara yang berbentuk transkrip interogasi berlatarkan setelah terjadi perampokan. Dua pola narasi dan dua lini masa tersebut membuat novel dengan tebal 224 halaman ini menjadi kompleks dan sedikit rumit.

Kamu juga akan menemukan dialog-dialog atau deskripsi-deskripsi yang absurd pada novel ini. Disamping lucu dan menghibur, sebenarnya terdapat beberapa hal tersembunyi pada dialog dan deskripsi absurd itu yang bisa membantu pembaca untuk mengerti kejadian perampokan toko emas itu secara utuh. Dan kamu akan menyadari adanya sebuah twist pada cerita ini yang akan membuat kamu terkejut karena tidak siap. Plot twist itu yang membantu saya menyadari apa motif Gaspar dalam merampok toko emas dan menjawab kebingungan saya terhadap sosok Gaspar.

Membaca novel 24 Jam Bersama Gaspar memberikan kesan menarik buat saya, terutama pada tokoh-tokoh dan cara Dio memberikan penokohan pada masing-masing tokohnya. Tidak hanya Gaspar yang misterius, namun juga teman-teman Gaspar yang kemudian menjadi ‘tim sukses’ misi perampokan, mereka semua sangat tidak cocok dengan stereotip tim detektif karena tidak punya keahlian khusus yang bisa membantu dalam misi detektif.

4F1F merupakan salah satu tokoh cameo di awal novel ini

Hal menarik lainnya adalah adanya kritik-kritik sosial tersembunyi terselip pada guyonan dan dialog absurd ala Sabda Armandio tersebut. Sehingga kamu akan merasa tertohok ditengah-tengah tawa dan heran karena guyonan absurdnya.

Hal yang tak kalah menarik dan menurut saya merupakan hal yang paling kuat di novel ini adalah suara Dio melalui tokoh Gaspar yang menyuarakan semacam protes terhadap tuntutan untuk menjadi pembela kebenaran yang dibebankan pada sosok setiap detektif.

Hampir selalu kita temui di kisah-kisah detektif, sang detektif merupakan seorang yang sangat berintegritas untuk menumpas kejahatan dan merasa bertanggung jawab untuk menjadi pembela kebenaran. Hal ini agaknya ditentang oleh Dio, ia ingin mengembalikan kata ‘detektif’ itu pada definisi awalnya, yaitu seseorang yang mencari/mengumpulkan informasi – tanpa harus menjadi pahlawan. Adanya pengembalian definisi detektif ini sedikit membuat saya berfikir betapa masyarakat sudah meletakkan beban dan tanggung jawab yang cukup berat pada pekerjaan detektif tersebut.

Jika kamu ingin membaca buku ini, bacalah dengan teliti tanpa melewati hal-hal detail, karena detail-detail yang bertebaran itu sangat berguna untuk memahami seluruh kejadian dalam novel ini. Kamu juga harus bersabar menghadapi dialog dan deskripsi aneh dalam novel ini untuk dapat mengikuti keseluruhan alur ceritanya. Selamat berjumpa dengan Gaspar 😉

Rating: 3.5


Penulis: Sabda Armandio

Penerbit: Buku Mojok

Tebal buku: 228 hlm

Penghargaan: Pemenang Unggulan Sayembara Novel DKJ 2016

Review Overview
  • Rating Buku
3.5

Kesimpulan

Novel 24 Jam Bersama Gaspar ini diceritakan dengan cara membagi dua pola penarasian. Narasi pertama dibuat dalam bentuk paragraf prosa biasa dengan sudut pandang orang pertama dari tokoh Gaspar. Hal ini membuat kita mengenal sosok Gaspar dari prilakunya secara langsung. Narasi kedua dibuat dalam pola transkrip wawancara – atau interogasi – seorang polisi pada seorang wanita lansia.

Sending
User Review
( votes)

Mahasiswa pascasarjana Kajian Wilayah Amerika di salah satu universitas di Indonesia. Mulai menyelami buku-buku sejak SMP diawali dari novel Lupus dan kemudian kuliah S1 di jurusan Sastra. Aktif meresensi buku melalui Instagram dan Youtube.