Pesan Film Gundala yang Indonesia Banget

Pesan-pesan dalam film Gundala ini sangat relatable dan dekat

kostum superhero Indonesia

Yang membuat film ini menarik bukan hanya karena ada Tara Basro atau shirtless Abimana, tapi juga karena pesan-pesan yang relatable dan membumi dalam setiap adegannya. Memang, pesan film Gundala ini disampaikan dengan cara yang menggurui dan serba tanggung, tapi jika dilihat lebih jauh lagi, pesan-pesan ini relatif menghibur karena Indonesia banget. Berikut di antaranya.

Orang bodoh sangat mudah dimanipulasi

tokoh jahat Gundala
via Screenplay Films

Ini adalah pesan film Gundala yang terasa sangat relatable karna baru saja terjadi beberapa tahun belakangan. Bermodalkan isu moral dan hoaks, masyarakat yang tidak tahu dan tidak mau mencari tahu dengan mudah dimobilisasi demi kepentingan orang-orang berpengaruh. Makanya Sancaka menyuruh adiknya Wulan membaca agar pintar dan kenapa Gazhul ingin anak buahnya tetap bodoh agar selalu bisa ia manfaatkan.

Rakyat dan wakilnya sibuk mengurus moral

Indonesia sangat menjunjung tinggi nilai moral yang sudah tertanam sejak lama dalam budayanya. Tapi ada kalanya kita terlalu fokus mengurus moral dan melupakan hal-hal yang lebih penting untuk kemajuan bangsa. Dalam film Gundala, digambarkan bagaimana rakyat dan wakilnya terlalu sibuk dengan urusan moral hingga mata mereka tertutup dengan masalah yang lebih serius. Mereka tidak sadar kalau ini dimanfaatkan oleh orang jahat yang ingin mengacaukan negeri ini.

Ada mafia yang mengendalikan wakil rakyat

pesan film Gundala
via Screenplay Films

Satu lagi pesan film Gundala yang terasa dekat adalah adanya orang luar pemerintahan yang mengendalikan para pejabat. Mereka adalah para mafia yang mampu membeli integritas para wakil rakyat dengan materi atau ancaman. Mereka juga menyusupkan antek-anteknya ke dalam sistem agar lebih mudah mengendalikan arah pemerintahan dari belakang layar untuk kepentingan sendiri.

Anggota dewan terlihat sangat busuk di awal film. Tapi Gundala tidak sepesimis itu. Masih ada wakil rakyat yang idealis dan siap mati untuk melawan para mafia.

Indonesia butuh simbol harapan

pesan sosial dalam film gundala
via Screenplay Films

Dengan segudang masalah yang menimpa Indonesia, kita tidak boleh apatis. Kalau bukan kita, siapa lagi yang bisa mengubah keadaan? Perubahan harus dimulai dari yang paling kecil, yaitu dari diri kita sendiri. Tapi, kadang agar kita tidak takut, putus asa, dan mau bergerak untuk mengubah keadaan, dibutuhkan sosok yang punya kemampuan untuk mengubah sistem atau menandingi para villain. Sosok yang menjadi simbol harapan.

Memang pentingnya simbol harapan ini mengingatkan kita pada trilogi The Dark Knight. Tapi sepertinya pesan film Gundala yang satu ini lebih terinspirasi dari sosok seorang pejabat Indonesia yang beberapa tahun lalu sempat dianggap sebagai simbol harapan. Namun tokoh ini berhasil dijatuhkan karena para penjahat menemukan kelemahannya dan menggunakan masyarakat sebagai senjatanya.

Sedang belajar mengedit tulisan di Mariviu.