Melihat Kembali Adaptasi Batman dari Film Hingga Serial Televisi

Memegang peran sebagai salah satu pahlawan paling sering masuk ke layar lebar dari seluruh anggota Justice League, adaptasi Batman menjadi pilar penting dalam kesuksesan DC, bahkan hingga saat ini. Menyambut ulang tahun ke-80 Batman dari masa ke masa, mari kita lihat lagi sekilas perjalanan rumit The World Greatest Detective (sorry, Sherlock!) di layar kaca hingga layar lebar.

1. The Batman (1943) – Adaptasi Batman Pertama

Adaptasi Batman pertama adalah serial TV Batman pada tahun 1943, masih dalam format hitam putih berjudul The Batman. Diproduksi oleh Rudolph C. Flothow dan disutradarai Lambert Hillyer bersama Colombia Pictures, Lewis Wilson merupakan aktor pertama yang memerankan Batman. Sedangkan Douglas Croft berperan sebagai Robin.

Serial ini didasarkan pada karakter DC Comics yang pertama kali muncul pada Detective Comics #27 keluaran Mei 1939. Plot dari serial pertama Batman melibatkan Batman sebagai agen rahasia pemerintah Amerika yang berusaha untuk mengalahkan skema sabotase dari Dr. Daka, agen rahasia pemerintah Kekaisaran Jepang yang diperankan oleh J. Carrol Naish.

2. Batman – Adam West

Meskipun menjadi yang kedua, versi 1960-an yang dibintangi Adam West menjadi instalansi Batman yang legendaris. Bahkan lebih dari setengah abad, seri ini masih tetap lucu dan penuh warna, bahkan kostum yang dikenakan Adam West masih membuat tertawa.

Serial ini menampilkan sisi Bruce Wayne yang menyenangkan, suka melontarkan lelucon, hingga permainan kata-kata. Bisa dibilang, serial Batman ini memberikan tontonan yang ringan dan menghibur. Versi Adam West juga menampilkan beberapa film. Hanya menambahkan beberapa karakter dan merupakan tambahan dari serial TV.

3. Batman oleh Tim Burton

Ini adalah adaptasi film pertama Batman dan diperankan oleh Michael Keaton serta diarahkan oleh Tim Burton, sutradara yang terkenal dengan dunia yang gelap dan misterius seakan setara dengan kehidupan Bruce Wayne dan gelapnya Gotham.

Mendapatkan kesuksesan pada film pertama tahun 1989, Burton kembali mengembangkan Batman dengan sekuel pada tahun 1992 yang berjudul Batman Returns. Mendapatkan ulasan positif dan kesuksesan komersial, Warner Bros. yang menjadi studio penggarap menyebutkan bahwa Batman versi Burton tidak terlalu menghasilkan untung yang besar, karena itu dibawalah Joel Schumacher untuk menggarap instalansi ketiga.

4. Batman Forever oleh Joel Schumacher

Setelah Tim Burton keluar, Joel Schumacher melanjutkan adaptasi Batman dengan Batman Forever pada tahun 1995. Meskipun disebut sukses, ia menerima ulasan yang beragam. Dengan sekuel yang dibintangi George Clooney, Batman and Robin masih dianggap sebagai salah satu film superhero terburuk yang pernah dibuat. “Sebelas dua belas” dengan Daredevil-nya Ben Affleck dan Green Lanter yang dibintangi Ryan Reynolds.

5. The Dark Night oleh Christopher Nolan

Kesuksesan The Caped Crusader akhirnya mencapai puncaknya ketika disutradarai oleh Christopher Nolan. Dengan karakterisasi apik Cristian Bale sebagai Bruce Wayne, film pertama The Dark Night mendapatkan berbagai pernghargaan. Namun yang disebut sebagai aktor dibalik kesuksesan film ini adalah Heath Legder. Sang aktor menjadi villain pertama yang memenangkan penghargaan Academy Awards sebagai Best Actor in Supporting Role pada tahun 2009, meskipun yang bersangkutan tidak bisa menerimanya.

Versi Joker Heath Ledger disebut paling sesuai dan gelap untuk The Dark Night. Beberapa media dan kritikus film menyebutkan perannya sebagai Joker disebut sebagai salah satu peran villain paling mengagumkan sepanjang adaptasi Batman, bahkan adaptasi film superhero.

6. Zack Snyder Batman v Superman

Superman yang lebih dulu mendapatkan film solonya dalam Man of Steel akhirnya berhadapan dengan Batman yang kali ini diperankan oleh Ben Affleck. Affleck kemudian kembali memerankan Bruce Wayne dalam cameo untuk Suicide Squad. Peran penuh Affleck sebagai Batman selanjutnya adalah ketika Bruce Wayne mengumpulkan superhero DC dalam Justice League. Sayang, masalah internal serta script yang disebut kurang kuat menyebabkan melempemnya film ini di pasaran.

7. The Batman dari Matt Reeves

Saat ini, Warner Bros. dan DC sedang mengembangkan film solo terbaru Batman untuk mengimbangi koleganya di Justice League. Ben Affleck yang awalnya menjadi sutradara dan penulis naskah akhirnya mundur karena beberapa hal. Matt Reeves yang sukses mengarahkan Andy Serkis dalam Planet of the Apes mendapatkan peran sutradara.

Armie Hammer dalam adaptasi Batman
Arme Hammer sebagai Bruce Wayne

Namun saat ini, Armie Hammer menjadi nama paling potensial untuk menjadi “the Caped Crusader”. Meskipun ia dengan cepat menutup rumor bahwa ia akan mengambil jubah Batman dari Ben Affleck, Hammer merupakan pilihan pertama sebelum Affleck menjadi Batman dalam DC Extended Universe. Hammer berperan sebagai Batman dalam film Justice League: Mortal yang disutradarai oleh George Miller. Sayangnya, film tersebut dibatalkan sebelum produksi dimulai pada 2007.

Tetapi saat ini penggemar Batman dan DCEU akhirnya bisa bernafas lega. Rincian untuk plot The Batman sudah memasuki tahap akhir. Walaupun proyek tersebut dikabarkan berpusat pada Bruce Wayne yang masih muda. Sang penjahat Pinguin akan ditampilkan bersama dengan beberapa penjahat “kurang terkenal” dari Batman. Untuk saat ini, kita harus menunggu 2 tahun lagi untuk melihat kelanjutan kisah Batman di layar lebar pada 2021 mendatang.

Avatar photo
Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.

Articles: 853

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *