HBO baru saja merilis trailer dari serial Harry Potter baru yang akan tayang pada akhir 2026 mendatang. Namun belum tayang, kontroversi demi kontroversi langsung menyelimuti remake anyar ini. Berikut rangkuman deretan kontroversi yang berkembang di sosial media selama beberapa bulan terakhir.
1. Komen anti-transgender J.K. Rowling
Dielu-elukan sebagai penulis pertama yang menjadi milyader, Rowling langsung menerima pil pahit dikecam netizen ketika mendukung Maya Forstater pada Desember 2019. Kala itu, Forstater dipecat dari pekerjaannya karena mempertanyakan rencana pemerintah untuk mengizinkan orang mengidentifikasi diri sebagai gender lain.
Rowling kemudian masuk ke dalam laporan pengajuan pidana dari petinju Aljazair, Imana Khelif. Khelif melaporkan “tindakan pelecehan siber” dengan menyebut nama-nama seperti Rowling hingga Elon Musk atas tuduhan sebagai seorang transgender. Rowling menuduh Khelif sebagai seorang pria yang menikmati memukuli seorang wanita.
2. Perubahan signifikan Profesor Snape
Kontroversi memuncak ketika Paapa Essiedu terpilih sebagai aktor kulit hitam pertama yang memerankan karakter Severus Snape. Pemilihan Essiedu disebut bertolak belakang dengan penggambaran Snape dalam versi novelnya.
Penggemar menekankan karakteristik Snape, seperti berkulit pucat, berambut berminyak, dan bermata dingin. Ia digambarkan dengan “seorang pria kurus dengan kulit pucat, hidung bengkok, dan rambut hitam berminyak sepanjang bahu” dan “kulit pucat Snape telah berubah warna menjadi seperti susu asam”.
Jason Isaac, pemeran Lucius Malfoy dalam seri film Harry Potter mengecam para penggemar dan kritikus. Ia menegaskan bahwa Essiedu merupakan salah satu aktor terbaik dan para penggemar yang bersikap kasar padanya merupakan orang-orang rasis.
3. Ancaman pembunuhan
Imbas dari pemilihan Essiedu pada Desember 2024, aktor berusia 35 tahun tersebut menerima ancaman kematian yang berbau rasis. Ia menerima berbagai pesan yang menghujatnya, termasuk pesan, “Mundur, atau saya akan membunuhmu”.
Ia tak melaporkan ancaman tersebut kepada pihak berwenang. Namun kepada The Times, ia mengungkapkan bahwa kritik tersebut turut berdampak pada kehidupannya. “Saya akan berbohong jika saya mengatakan itu tidak memengaruhi saya secara emosional,” jelasnya.
4. Peningkatan keamanan
Setelah ancaman pembunuhan terkait peran Snape, CEO HBO Casey Bloys mengkonfirmasi bahwa tim produksi telah menerapkan langkah-langkah keamanan serius untuk melindungi para pameran di lokasi syuting.
Berbicara kepada Variety, ia mengatakan bahwa penggemar memiliki berbagai opini. Namun situasi bisa menjadi menakutkan bagi para aktor. Ia juga memperingatkan bahwa mereka kemungkinan akan menghadapi perilaku “tidak menyenangkan dan agresif” dari penggemar.
5. Perkelahian di lokasi syuting
Ada rumor lain yang sempat beredar tentang perundungan dan perkelahian di lokasi syuting. Dengan lokasi yang dipenuhi oleh anak-anak, salah satu sumber menyebutkan ada dua anak berusia 12 tahun yang berkelahi selama proses syuting berlangsung.
Para petinggi Warner Brothers dilaporkan turun tangan mengeluarkan peringatan kepada aktor dewasa dan anak-anak. Termasuk ancaman pengeluaran dari serial tersebut bagi siapa saja yang terlibat tanpa memperdulikan nama besar dan seberapa terkenalnya mereka.
6. Tak banyak berbeda dari film
Sutradara Chris Colombus juga mempertanyakan keputusan HBO untuk melakukan remake film ke dalam serial. Colombus yang menyutradarai film Philosopher’s Stone dan Chamber of Secrets ini mengatakan bahwa ia mengalami déjà vu karena banyaknya kesamaan antara serial dan film.
Ia menunjukkan bagaimana Nick Frost mengenakan pakaian yang sangat mirip dengan kostum milik Robbie Coltrane dalam tujuh film Harry Potter. Begitu pula Warwick Davis yang kembali memerankan Profesor Filius Flitwick. Ia berfikir “apa gunanya” remake jika tidak ada perbedaan yang berarti antara serial dan film.
7. Pernyataan penulis
Andy Greenwald yang didapuk sebagai penulis mengaku dalam podcast The Watch bahwa ia belum membaca semua buku ketika bergabung dalam waralaba ini. Ia hanya membacakan sebagian isi buku kepada putrinya. Pernyataan ini langsung memicu kritik dari para penggemar novel Harry Potter.
Greenwald lebih lanjut mengungkapkan pernyataannya bahwa adaptasi novel “text-ke-layar” bukanlah satu-satunya jalan menuju kesuksesan. Ia mengincar adaptasi yang lebih longgar guna memasukkan berbagai hal baru yang sesuai dengan keinginan sang penulis atau kreator.
8. Tanpa kepastian akhir cerita
Versi film yang dirilis dalam jangka waktu 10 tahun dari rentang 2001 hingga 2011. Namun pihak HBO mengungkapkan bahwa mereka belum bisa memastikan apakah serial ini bisa mengulang jarak tersebut. Hal ini menjadi masalah karena semakin lama serial berlangsung, maka umur para aktor pun bertambah.
Contohnya saja Daniel Radcliffe yang memerankan Harry berumur 13 tahun ketika film pertama diputar. Ia berumur 23 tahun ketika menjalani syuting Deathly Hallows Part 2, dimana seharusnya Harry berumur sekitar 17-18 tahun. Sebagai perbandingan, Dominic McLaughlin yang memerankan Harry dalam versi serial HBO kini berusia 12 tahun.
Serial juga tak luput dari potensi diberhentikan. Entah karena budget yang terlalu mahal atau respons yang tak memuaskan dari penonton. Sehingga tak menutup kemungkinan pengembangan dan produksinya bisa terbengkalai jika tak memenuhi ekspektasi.
Namun hingga kini, belum ada tanda-tanda HBO akan menghentikan produksi atau menjelaskan berapa musim penayangan serial Harry Potter hingga selesai. Mereka hanya bisa menunggu hingga akhir tahun untuk mengetahui respons dari para fans ketika serial ini tayang pada Natal 2026 mendatang.