Menerima nominasi untuk perannya sebagai Marty Mauser, film Marty Supreme digoncang keluarga Marty Reisman sempat protes akan perbedaan karakter utamanya. Mereka menyebutkan bahwa Josh Safdie mereduksi kepribadian Marty Reisman yang dianggap urakan, sombong, dan menipulatif.
Bukan Marty Supreme
Lahir di Manhattan pada 1 Februari 1930, Marty Reisman yang tumbuh besar di sebuah klub local tertarik dengan permainan tenis meja. Pada akhir 1930-an dan awal 1940-an, tenis meja atau disebut juga dengan ping pong masih berkembang sebagai olahraga kompetitif di Amerika Serikat.
Tumbuh dewasa, ia sering bolos sekolah untuk mencari uang di taman-taman kota. Hingga pada akhirnya ia menjadi juara tenis meja tunggal putra di Amerika dengan gaya hardbat tradisional, atau menggunakan raket dengan bitnik pendek di bagian luar dan tanpa spons.
Selama 56 tahun karisnya, Reisman telah memenangkan 22 kejuaraan tenis meja, termasuk lima medali perak dalam World Table Tennis Championship. Selama karirnya, ia merupakan salah satu tokoh paling terkenal dalam olahraga ini.
Reisman merupakan petenis meja paling populer kala itu, Bahkan ia pernah diundang tampil sebagai bintang tamu untuk acara bincang-bincang Late Show with David Letterman yang juga populer pada masanya.
Dua wanita di kehidupan Marty
Selain karakteristik Marty yang jauh berbeda ketimbang aslinya, film ini juga menampilkan karakter-karakter fiktif yang tak pernah ditemukan dalam kehidupan Reisman. Misalnya saja karakter Rachel Mizler yang diperankan oleh Odessa A’zion.
Di dalam film Marty Supreme, Rachel merupakan teman masa kecil Marty yang sudah bersuami, namun memiliki hubungan perselingkungan dengannya. Karakter ini sepertinya terinspirasi dari istri pertama Reisman, Geri Falk. Walaupun tidak ada informasi lebih lengkap apakah hubungan mereka terjadi karena affair atau perselingkuhan.
Sedangkan karakter Key Stone yang diperankan oleh Gweneth Paltrow sepertinya dibuat berdasarkan hubungannya dengan istri keduanya, Yoshiko Reismna. Yoshiko sendiri merupakan mantan model dan aktris yang memiliki untuk berhenti demi mendukung karir suaminya.
Sedangkan Key digambarkan sebagai aktris Hollywood yang pernah jaya pada masanya. Namun ketika ketenarannya meredup, ia menikah dengan Rockwell namun memiliki hubungan terlarang dengan Marty.
Resiman pun tak jarang bersinggungan dengan aktor dan aktris Hollywood. Klub tenis meja Riverside Club yang ia datangi merupakan sebuah klub yang didatangi oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Nama-nama besar pernah hadir di sana, seperti Dustin Hoffman, Bobby Fischer, atau Kurt Vonnegut Jr.
Tak semuanya fiktif
Di tengah perbedaannya, namun Safdie menghadirkan berbagai kisah unik terinspirasi dari kehidupan Reisman. Di dalam film ini seperti pertemuannya dengan Hijori Satoh, petenis Jepang yang pertama kali ditemuinya pada kejuaraan dunia di Mumbai, tahun 1952.
Kala itu, Reisman yang dikenal dengan smash forehand berkecepatan 185 km/jam dipermalukan oleh Satoh. Satoh diketahui menggunakan raket “sandwich”, sebuah raket kayu yang dilapisi potongan busa dan karet. Namun pembalasan Reisman jauh berbeda ketimbang versi filmnya.
Ia dan rekannya, Doud Cartland, melakukan berbagai pertandingan eksibisi di seluruh Asia. Ia bekerja keras mengumpulkan uang untuk terbang ke Tokyo dan secara terbuka menantang Satoh untuk pertandingan ulang.
Akhirnya, di sebuah bioskop dengan 5.000 penonton menyaksikan, ia menang setelah puluhan reli epik dan konsentrasi Satoh goyang. Konon, Satoh yang patah semangat dan depresi karena kekalahan tersebut mmebuatnya tak pernah lagi bermain di pertandingan internasional.
Fakta lainnya yang dimasukkan ke dalam film Marty Supreme yaitu tentang pekerjaannya. Reisman sempat bekerja sebagai petugas toko sepatu di department store B. Altman di New York. Namun ia dipecat karena berulang kali terlambat masuk kerja.