Harusnya Horor, Film Tentang Persahabatan yang Diisi Sahabat-Sahabat Reza Arap

Film Harusnya Horor jadi debut penyutradaraan Reza “Arap” Oktovian. Konten kreator yang punya basis penggemar yang masif ini menjadi sutradara sekaligus aktor dalam film tentang persahabatan dan diproduksi bersama anggota geng-nya. 

Sinopsis Harusnya Horor

Arap membawa anggota geng AAA Clan dalam film horor komedi ini. Sesuai dengan sinopsisnya, Harusnya Horor bercerita tentang sekumpulan konten kreator yang berusaha membuat konten horor. Mereka bertemu dengan sosok Mas (Arap), hantu gentayangan muda yang baru saja meninggal dunia.

Ia dikirim kembali ke Bumi untuk menyelesaikan tugas dari petugas alam baka. Si Mas harus menakuti 100.000 orang supaya ia bisa mendapatkan reward: menonton anime yang tak bisa lagi ia nikmati setelah meninggal dunia. Yes, si Mas memang seorang wibu akut. Mirip seperti karakter Arap yang memerankannya. 

Sama-sama memiliki kepentingan yang sama, baik si Mas dan geng kreator ini berembuk untuk bisa menghasilkan konten yang menakutkan. Si Mas demi bisa mencapai targetnya, dan para kreator melakukannya supaya bisa viral dan mendapatkan banyak uang. 

Niatnya bagus tapi eksekusi lemah

Film ini memang lebih banyak mengandung formula komedi ketimbang horor. Terlihat jelas dari premisnya yang berbeda, ketika si hantu jadi sosok yang lebih mudah ketakutan ketimbang manusianya. Memang, karakter Mas lebih cocok disebut sebagai hantu penakut.

Film ini dibuat sembari menampilkan sisi satir dari kehidupan masyarakat Indonesia yang seringkali terlena dengan apa yang mereka lihat di sosial media. Menyindir generasi yang lebih mementingkan konten ketimbang waktu berharga bersama orang tersayang.

press conference dan sinopsis Harusnya Horor
via Mariviu

Selain debut perdana Arap sebagai sutradara, film ini juga menjadi debut film pertama bagi kebanyakan nama-nama yang muncul dari geng AAA Clan. Bisa dibilang film ini adalah proyek hepi-hepi, jadi tak heran ada banyak inside jokes yang mungkin disadari oleh penggemar Arap dan gengnya. Dengan penggemar yang militan, tiket presale filmnya ludes terjual.

Film ini juga menghadirkan penampilan terakhir dari mendiang Lula Lahfah. Kekasih Arap yang meninggal dunia awal tahun lalu. Ada tema tentang persahabatan dan menghargai waktu bersama yang ditonjolkan dalam narasinya. Endingnya juga memberikan momen menyentuh, mengingat apa yang terjadi di balik layar. 

Untuk sebuah tontonan bioskop, ada banyak hal yang kurang dari Harusnya Horor. Tujuannya solid, tapi sayang eksekusinya tak seindah mimpi tim produksi.  Bagi penggemar Arap atau penonton yang ingin punya alternatif tontonan lain ketimbang horor mencekam atau petualangan keluarga yang sekarang ada di bioskop, film ini mungkin bisa jadi pilihan.

Avatar photo
Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.

Articles: 912

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *