Film Indonesia punya berbagai karakter wanita yang penuh kejutan. Dari janda Sumba yang memotong kepala perampok sampai siswi SMA yang menolak dinikahkan, karakter-karakter ini bukan cuma tokoh utama di atas kertas. Mereka adalah alasan kenapa film-filmnya susah banget kamu lupakan. Berikut 10 film Indonesia dengan karakter utama wanita yang benar-benar membekas dengan segala kompleksitas dan keberaniannya.
1. Tjoet Nja’ Dhien (1988)
Nama Christine Hakim dan Cut Nyak Dhien sudah seperti dua hal yang tak bisa dipisahkan. Melalui film garapan Erros Djarot, ia memerankan pejuang wanita asal Aceh melawan kolonial Belanda setelah suaminya, Teuku Umar, ditangkap akibat pengkhianatan. Meski tubuhnya semakin lemah dihantam encok dan rabun, tapi tekadnya untuk melawan penjajah Belanda justru semakin membara.
Christine dengan akting tajam membuatnya memenangkan Piala Citra sebagai Pemeran Wanita Terbaik. Tjoet Nja’ Dhien menyapu bersih Piala Citra di FFI 1988, memboyong gelar Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Skenario Terbaik, hingga Sinematografi Terbaik. Ini jadi film Indonesia pertama yang diputar di Festival Film Cannes tahun 1989, sebuah pencapaian yang jarang terulang.
2. Petualangan Sherina (2000)
Sherina baru berumur 10 tahun ketika Petualangan Sherina rilis di bioskop. Namun peran ini membuatnya jadi salah satu artis terkenal hingga saat ini. Film karya Riri Riza ini sering disebut sebagai karya yang membangkitkan industri perfilman Tanah Air. Tak ketinggalan sekuelnya yang dirilis tahun 2023 membangkitkan nostalgia dengan 2,4 juta penonton.
Mengisahkan tentang Sherina yang cerdas dan enerjik. Ketika ia dan Sadam yang diperankan Derby Romero mendaki bukit, mereka diculik oleh anak buah pengusaha licik yang ingin mengambil alih perkebunan milik bos ayahnya. Karakter Sherina yang pemberani dan berani mengambil keputusan membuatnya jadi salah satu karakter wanita yang paling memorable di film-film Tanah Air.
3. Ada Apa dengan Cinta? (2002)
Dian Sastrowardoyo memerankan Cinta, seorang siswi SMA populer yang cerdas, punya geng solid, dan seolah punya segalanya. Kehidupannya mulai terusik ketika Rangga yang diperankan Nicholas Saputra masuk ke hidupnya. Siswa penyendiri yang sarkastis ini bikin hati Cinta jungkir balik, and the rest is history.
Terjual hingga 2,7 juta tiket, AADC dianggap sebagai salah satu pelopor kebangkitan industri perfilman Tanah Air. Penampilan Dian yang natural dan relatable sampai jutaan penonton merasa seperti mereka kenal dengan Cinta secara personal. Tak heran ia meraih Piala Citra untuk Pemeran Utama Wanita Terbaik di FFI 2004.
4. Mendadak Dangdut (2006)
Tak banyak film Indonesia yang mengangkat unsur dangdut, apalagi dengan penyanyi wanita. Dan karya Rudi Soedjarwo ini langsung menghentak dengan kritik sosial dan tentunya penggambaran dangdut sebagai kesenian khas Indonesia. Termasuk kehadiran Titi Kamal yang sukses menggambarkan karakter Petris a.k.a Iis yang beralih dari vokalis rock menjadi biduan dangdut.
Film ini mengisahkan tentang Petris yang harus melarikan diri karena tertangkap basah membawa narkoba milik kekasihnya. Sembari menyembunyikan diri di sebuah kampung, ia menghapus jejak mereka dan beralih profesi menjadi penyanyi dangdut keliling dengan nama Iis. Karakter Iis langsung melekat sebagai peran Titi Kamal meski Anya Geraldine muncul dalam reboot film ini di tahun 2025 lalu.
5. Marlina, Si Pembunuh dalam Empat Babak (2017)
Marsha Timothy mengubah karir dan reputasinya lewat perannya sebagai Marlina. Ketika beberapa pria bersenjata mendatangi rumah, merampok, dan memerkosanya, kekuatannya muncul. Ia membunuh sang pemimpin perampok dan memenggal kepalanya. Marsha membawakan karakter ini dengan ketenangan dingin dan nyaris tidak bersuara.
Film karya Mouly Surya ini menggunakan estetika spaghetti western dengan memadukan budaya dan kecantikan alam Sumba. Film ini tampil di Directors’ Fortnight di Festival Film Cannes 2017 dan memenangkan 10 Piala Citra di FFI 2018, termasuk Film Cerita Panjang Terbaik dan Sutradara Terbaik. Tak lupa mengantarkan Mouly ke ranah Hollywood sebagai sutradara film Netflix berjudul Trigger Warning (2024) yang diperankan Jessica Alba.
6. Perempuan Tanah Jahanam (2019)
Tara Basro memerankan Maya yang pergi bersama sahabatnya ke sebuah desa terpencil. Mereka menemukan rahasia gelap; yaitu setiap bayi di desa tersebut terlahir tanpa kulit. Maya adalah karakter yang tidak pernah benar-benar siap untuk apa yang dia hadapi — dan itu yang membuatnya terasa sangat nyata. Tara Basro menunjukkan karakter Maya yang rentan sekaligus memiliki determinasi tinggi.
Film garapan Joko Anwar ini adalah horor atmosferik yang menggunakan folklor Jawa sebagai tulang punggung ceritanya. Tak ketinggalan, Christine Hakim hadir dalam peran pendukung yang menjadi highlight tersendiri. Adegan teaterikalnya yang diambil selama 30 menit tanpa putus dalam keadaan hampir trance disebut sebagai salah satu adegan paling mendebarkan dalam sinema Indonesia modern.
7. Yuni (2021)
Yuni adalah remaja yang tahu persis apa yang dia inginkan — pendidikan, kebebasan, dan hak untuk tidak buru-buru menikah — tapi hidup di lingkungan yang tidak siap mendengarnya. Arawinda Kirana yang saat itu belum lama lulus SMA memerankan Yuni dengan kejujuran yang menyentuh. Film Yuni bahkan memenangkan Platform Prize di Toronto International Film Festival (TIFF) 2021.
Yuni yang bermimpi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi menolak lamaran dari orang-orang yang tak dikenalnya. Tapi keluarganya percaya dengan mitos: perempuan yang menolak tiga lamaran akan berakhir tidak menikah seumur hidup. Kamila Andini menyutradarai film ini dengan sinematografi yang hangat dan warna-warna cerah yang kontras dengan kegelapan tema.
Dari Tjoet Nja’ Dhien yang tabah memimpin Aceh sampai Yuni yang berpegang teguh pada mimpinya adalah wajah terbaik sinema Indonesia. Mereka bukan karakter yang ada untuk mempermanis cerita, bukan pula karakter yang ada untuk diselamatkan. Mereka adalah ceritanya. Dan itulah yang membuat film-film ini layak ditonton, diulang, dan dikenang.