Tenar berkat perannya sebagai Han Lue di film The Fast and Furious: Tokyo Drift (2006), Sung Kang memang ga pernah lepas dari dunia otomotif. Dengan film Drifter, ia bakal balik di belakang kemudi dengan cerita yang dibuatnya sendiri.
Sinopsis film Drifter
Drifter adalah sebuah proyek indie yang tak terikat sama studio Hollywood. Sung Kang menjadi ‘tulang punggung’ film ini dengan berperan sutradara, penulis naskah, sekaligus tampil di depan kamera sebagai Tree, seorang petugas kebersihan lintasan balap yang dihantui oleh masa lalunya.
Dilansir dari laman resminya, film ini mengisahkan tentang bagaimana Tree yang mendapatkan kesempatan sekali seumur hidup untuk berkompetisi di sebuah event drifting professional. Dibantu oleh mentor professional, ia harus belajar mempercayai keluarga barunya atau dikonsumsi oleh masa lalu yang ingin ia hindari.
Sinopsis film Drifter masih terlalu luas, namun Kang mengungkapkan bahwa film ini bakal menjadi penghormatan untuk car culture. Drifter bakal fokus menghadirkan konseksi antar manusia dan cerita sederhana tentang orang-orang di dunia otomotif.
Film ini jadi karya keduanya sebagai sutradara setelah Shaky Shivers. Ia terlibat dalam pembuatan naskah bersama Ted Chung dan Aaron Strongoni. Selain Kang, Drifter dibintangi oleh Tamara Braun, Gregory Cruz, Emilia Hartford, Shane Johnson, dan James Pumphrey.
Untuk pencinta mobil di seluruh dunia
Kang yang tampil pertama kali di film Tokyo Drift melanjutkan perannya pada film keempat, kelima, keenam, kesembilan, dan ke-10. Ia mengungkapkan koneksinya terhadap komunitas pencinta mobil yang menyukai karyanya menjadi penyebabnya membuat film Drifter.
Kematian sahabatnya, Paul Walker, juga berdampak pada keinginan Kang untuk membuat film Drifter. Bahkan film ini tercipta karena terinspirasi oleh kematian Walker dan penghormatannya terhadap komunitas pecinta mobil di seluruh dunia.
“Setelah 20 tahun di (franchise Fast & Furious), Anda menyadari dampak film itu terhadap seluruh dunia, tapi kemudian Anda bertanya ‘Mengapa?’ (Film ini) mengusung tema keluarga. (Ketika) Paul meninggal, saya menyadari betapa terhubungnya orang-orang dengan kami,” jelasnya sebagaimana dilansir IGN.
Yang menarik adalah kehadiran mobil klasik Toyota AE86 tahun 1980-an berwarna merah yang diberi nama Lola. Ia membawa mobil ini ke berbagai pameran mobil yang didatanginya. AE86 juga menjadi bintang untuk manga drift Initial D karya Shuichi Shigeno yang sempat menghiasi layar kaca anak-anak generasi 90-an.
Promosi di Pameran Otomotif
Sebagai bentuk promosi film ini, Kang melakukan press tour untuk menyapa fans di seluruh dunia. Ia juga mengunjungi deretan pameran mobil, termasuk di antaranya Canadian International Auto Show.
Ia juga mengungkapkan kalau film ini bakal jadi “surat cinta” buat komunitas pecinta mobil. Apalagi Drifter juga bisa tercipta karena dibantu sama komunitas mobil yang ikut menolong pendanaan dari film indie ini.
Dalam proses syuting, istrinya yang juga berperan sebagai sinematografer mengungkapkan bahwa mereka kemungkinan tak bisa menyelesaikan film ini tak memiliki cukup uang dan waktu. Namun Drifter akhirnya selesai setelah 22 hari proses syuting panjang didukung oleh kolaborasi dari penggiat otomotif.
Selain teaser yang baru saja dirilis, belum ada informasi lainnya tentang kapan film ini akan diputar di bioskop. Film Drifter saat ini masih dalam proses paska-produksi. Tak menutup kemungkinan Kang akan memasarkan film ini di bioskop pada akhir 2026 mendatang.