Film Kokuho yang mengangkat budaya kabuki ini menjadi salah satu film terpopuler di Jepang tahun lalu. Bahkan masuk ke dalam nominasi International Feature pada Oscar 2026 mendatang. Lalu, apa yang membuat film ini begitu diminati oleh penonton di Negeri Sakura?
Sinopsis film Kokuho
Film karya sutradara Lee Sang-il ini diadaptasi dari novel karya Shuichi Yoshida yang dirilis tahun 2018. Ceritanya fokus pada persaingan dua aktor seni kabuki, Kikuo Tachibana (Ryo Yoshizawa) yang berasal dari keluarga yakuza dengan Shunshuke Ogaki (Ryusei Yokohama) dari keluarga kabuki.
Meninggalnya keluarga Kikuo membuat Hanai Hanjiro II, aktor besar dari skena kabuki, mengadopsinya. Hingga akhirnya Kikuo ikut latihan sebagai seorang aktor kabuki dengan Shunshuke yang merupakan anak dari Hanai.
Tumbuh dan mengalami pelatihan yang berat bersama, Kikuo dan Shunshuke menjalin hubungan yang kuat. Baik sebagai rival maupun sebagai saudara yang tinggal di tempat yang sama. Tapi rasa iri yang tak tertahankan membuat hubungan mereka menjadi kompleks.
Kisah epik tentang kabuki
Kabuki merupakan sebuah kesenian teater klasik berusia 400 tahun yang menggabungkan tarian, nyanyian, serta aksi panggung. Kesenian ini biasanya hanya dilakukan oleh para pria. Dan film Kokuho mengangkat berbagai isu budaya dan keluarga yang terjadi di dalamnya.
Dengan novelnya memiliki lebih dari 800 halaman, film ini berdurasi 175 menit dan dipenuhi dengan dialog yang panjang. Dan tak banyak film dengan durasi lama mampu memikat penonton. Kokuho adalah satu dari pengecualian tersebut.
Meski berdurasi hampir tiga jam, namun cerita tentang kesenian kabuki disampaikan dalam visual yang memanjakan. Para kritikus memuji tampilan visual dan cara Lee Sang-il menyampaikan budaya kabuki yang mengakar dalam tradisi masyarakat Jepang.
Tapi bukan hanya tentang kabuki. Beberapa pihak menyebutkan alasan film Kokuho populer adalah bagaimana ia mengeksplorasi kejadian-kejadian bersejarah pada masanya. Berlatar tahun 1964 dan seterusnya, ada tradisi yakuza, transformasi Jepang paska bom atom Hiroshima-Nagasaki, dan ketegangan antara kesenian dan modernitas disampaikan dengan mendayu-dayu.
Ketenaran dua aktor pemeran utamanya tak perlu diragukan. Ryo Yoshikawa yang sedang naik daun berkat live action Gintama pada tahun 2017 dan 2028. Ia terpilih menjadi aktor utama dalam serial drama taiga berjudul Reach Beyond the Blue Sky (2021) dan serial romantis Netflix, In Love and Deep Water (2021).
Sementara Ryusei Yokohama merupakan aktor yang berangkat dari seorang model. Perannya sebagai Kyohei berambut pink dalam A Story to Read When You First Fall in Love (2019) disebut menjadi awal popularitasnya. Ia dikenal sebagai aktor yang mampu berperan dalam berbagai genre, dari drama romantis hingga thriller dan aksi.
Baik Kikuo dan Shunshuke punya motifnya sendiri. Mereka lahir dari praktik budaya dan menunjukkan bagaimana kabuki serta tradisi dalam Jepang diteruskan pada generasi yang lebih muda. Bagaimana mereka bekerja keras untuk menghadirkan kesenian tertinggi bagi para penonton mereka.
Pecahkan rekor 22 tahun
Film ini dirilis di Jepang pada bulan Juni 2025 dan meraih 346 juta yen (Rp38 miliar) dalam tiga hari pertama. Dengan budget 1,2 miliar yen (Rp132 miliar), Kokuho mampu meraup lebih dari 20 miliar yen (sekitar Rp2,2 triliun).
Dengan popularitasnya, film ini disebut sebagai live action dengan pendapatan terbesar di Jepang. Bahkan mampu memecahkan rekor 22 tahun yang dipegang oleh Bayside Showdown 2 yang dirilis pada 2003 silam.
Padahal berdasarkan sejarah, tak banyak film live action yang sukses di bioskop Negeri Sakura tersebut. Mengingat sebagian besar film terlaris di Jepang didominasi oleh anime atau bagian dari waralaba besar. Â
Ketenaran film ini berdampak pada meningkatnya penjualan tiket pementasan kabuki di seluruh Jepang. Penonton yang meningkat, terutama dari generasi muda, memenuhi pertunjukan teater yang sudah berusia empat abad ini.
Dan setelah mencatatkan sukses besar di Jepang, film Kokuho siap menyapa penonton di Indonesia. Kamu bisa menikmati film ini di bioskop kesayangan kamu ketika tayang pada 18 Februari 2026 nantinya.