Review Film Pabrik Gula (2025): Horor Standar dari Thread Viral

Film Pabrik Gula jadi tontonan terbaru buat kamu yang lagi menyambut Lebaran tahun ini. Ditayangkan pas di momen Idul Fitri, film ini masih menggendong semua aspek dan plot yang sering digunakan film horor Tanah Air.

Sinopsis film Pabrik Gula

Endah (Ersya Aurelia), Fadhil (Arbani Yasiz), Dwi (Moch. Arif Alfiansyah), Hendra (Bukie B. Mansyur), Wati (Wavi Zihan), Ningsih (Erika Carlina), dan Franky (Benedictus Siregar) merupakan bagian dari orang-orang yang diberangkatkan untuk menjadi buruh musiman di sebuah pabrik gula.

Ersya Aurelia sebagai Indah
via MD Pictures

Semua berjalan lancar ketika mereka pertama kali datang di pabrik tersebut untuk membantu penggilingan tebu di musim panen. Suatu hari, Endah bangun dan membuntuti sosok misterius hingga keluar dari mes tempatnya menginap.

Semenjak kejadian malam itu, buruh lainnya mengalami berbagai teror mulai dari kecelakaan kerja sampai meninggalnya salah satu pekerja secara mengenaskan hingga terkuak misteri kerajaan demit yang ada di sekitar pabrik gula tersebut.

Horor adaptasi thread Twitter

Film Pabrik Gula merupakan bagian dari sembilan cerita rival SimpleMan di X (Twitter) yang dibeli lisensinya oleh MD Pictures, selain KKN di Desa Penari (2022), Sewu Dino (2023), hingga Baradawuhi (2024).

Ersya Aurelia dan Wavi Zihan dalam film Pabrik Gula
via MD Pictures

Dengan rumah produksi yang sama, maka tentu saja cerita, pengambilan gambar, hingga eksekusinya punya kemiripan. Mungkin inilah yang bikin film ini tak punya pembeda yang membuatnya lebih menarik dibandingkan versi horor MD Pictures sebelumnya.

Termasuk progresi plot yang hampir sama dengan KKN Desa Penari, walaupun film ini terasa lebih lambat di awal dan baru menarik menjelang bagian akhir cerita. Bahkan kejadian di dalam film ini tercipta karena ulah manusia-manusia yang melakukan hal tak pantas seperti cerita film KKN Desa Penari.

Masih menggunakan format template film horor Indonesia, film yang disutradarai oleh Awi Suryadi ini dipenuhi dengan jumpscare. Terkadang beberapa adegan sudah memberikan alarm tersendiri kalau akan ada penampakan muncul. Yah, meski sebagian berhasil untuk membuat penonton terkaget-kaget.

Benedictus Siregar sebagai Franky dan Arif Alfiansyah sebagai Dwi
via MD Pictures

Unsur komedi bisa dibilang jadi tulang punggung film ini. Ada celetukan-celetukan lucu yang diselipkan, walaupun perlahan menghilang ketika plot sudah mulai memasuki akhir. Yah, setidaknya bisa memberikan nuansa lain, bukan hanya sekadar horor saja.

Kisah horor standar

Sebagai salah satu tontonan bioskop di hari Lebaran, film ini menyasar pasar penggila horor Tanah Air. Ceritanya dibuat ringan. Sutradara Awi Suryadi fokus menggambarkan kisah horor di tempat terpencil dengan berbagai makhluk jadi-jadian berkeliaran yang bisa membuat penonton penonton penasaran dengan asal usul mereka.

Ada banyak perwujudan sosok hantu di dalam film ini. Jadi film ini tak jadi monoton. Sosok-sosok korban yang terbakar hingga sosok iblis yang jadi villain utama dengan perawakan tinggi besar dan bertanduk gelap siap menghantui penonton.

Dan sama seperti film horor lainnya, Awi juga menyematkan unsur-unsur kebudayaan seperti kuda lumping dengan prosesi ritual hingga wayang kulit yang disematkan dalam pemanggilan iblis. Menarik dan bikin bulu kuduk berdiri. 

Erika Carlina sebagai Naning
via MD Pictures

Film ini juga punya versi uncut (yap, sama seperti film KKN) yang menampilkan adegan-adegan yang lebih intim dibandingkan versi standar. Walaupun sebenarnya ga terlalu “gimana-gimana” dibandingkan versi uncut dari film-film Hollywood. Tapi lumayan lah untuk membatasi penonton muda yang ikut nonton film ini sekaligus menyasar penonton dewasa.

Dari segi cerita maupun horor, film Pabrik Gula tak ubahnya seperti film standar Tanah Air lainnya. Diawali dari thread yang viral, setidaknya ada yang bisa diperbincangkan ketika menonton ini bersama teman atau keluarga selama libur Lebaran tahun ini.

Genre: Horor

Sutradara: Awi Suryadi

Penulis Naskah: Lele Laila

Pemeran: Arbani Yasiz, Ersya Aurelia, Erika Carlina

Avatar photo
Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.

Articles: 889

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *