Seniman Bengkulu Menggagas Festival Sastra Level Asia Tenggara Tahun 2018

Beberapa seniman asal Bengkulu merencanakan sebuah pertemuan para sastrawan se-Asean dalam sebuah Festival Sastra yang akan diselenggarakan pada awal tahun 2018 ini. Acara ini akan diberi nama Festival Sastra Bengkulu (FSB). Dilansir dari Republika.co.id, Willy Ana selaku ketua panitia menyatakan harapannya, “Waktu pastinya sedang kami diskusikan. Harapannya bisa diadakan bertepatan dengan ulang tahun Kota Bengkulu pada akhir Februari 2018. Kami pun sudah melakukan berbagai persiapan.”

Foto yang menampakkan tiga orang penggagas acara Festival Sastra Bengkulu

Sebagai tema karya yang diangkat ialah “Soekarno, Cinta dan Sastra”. Para penyair dari segala penjuru Asia Tenggara diharapkan mengumpulkan tiga puisi mereka yang terkait dengan tema tersebut. Willy Ana menyatakan bahwa ada alasan historis yang melatarbelakangi pemilihan tema tersebut. Dikutip dari Republika.co.id, penyair asal Bengkulu tersebut menyatakan, “Sang Proklamator pernah diasingkan ke Bengkulu. Di Bengkulu Bung Karno bertemu dengan Fatmawati yang kemudian menjadi istrinya.”

Soekarno, Cinta dan Sastra yang dijadikan tema puisi dalam acara Festival Sastra Bengkulu

Deadline pengiriman puisi sudah berlalu, yaitu pada tanggal 15 Januari 2018. Beberapa nama besar yang berkancah di dunia puisi juga ikut serta mengirimkan karyanya, diantaranya: Petra Sastra (Bengkulu), Rida K. Liamsi (Pekanbaru) dan juga Iyut Fitra (Sumatre Barat). Adapun yang diberi mandat sebagai kurator ialah Ahmadun Yosi Herfanda, Hudan Hidayat dan Iwan Kurniawan. Dinyatakan bahwa penyair yang puisinya lulus kurasi kemudian akan dinyatakan sebagai peserta Festival Sastra Bengkulu.

Rangkaian acara Festival Sastra Bengkulu tersebut antara lain: Penerbitan buku puisi yang lulus kurasi, Wisata budaya ke rumah Soekarno, Fatmawati, dan tokoh lainnya, dan juga Pembacaan puisi secara massal yang akan ditargetkan akan dilakukan oleh ribuan pelajar Bengkulu dan juga sastrawan dari dalam dan luar negeri. Agenda yang terakhir tersebut juga ditergetkan akan mampu memecahkan rekor MURI.

Acara yang digagas oleh Willy Ana, Hudan Hidayat, dan Iwan Kurniawan ini dalam pelaksanaannya bekerja sama dengan Imaji Indonesia, Kedai Proses, Spirit Kita, dan juga komunitas-komunitas sastrawan-seniman di Bengkulu. Di samping itu, cara ini juga didukung penuh oleh Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN). Willy Ana juga berharap acara ini didukung Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Pemerintah Kota Bengkulu karena jika acara ini terselenggara dengan sukses, maka secara otomatis akan ikut mengangkat nama Bengkulu dan juga seni-budaya Bengkulu ke kancah Internasional.

Avatar photo
Haris Quds

A culture enthusiast and a book reviewer. Studied American Studies in University of Indonesia.

Articles: 46

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *