Review Film Mai (2024): Melodrama Kehidupan dan Isu Masyarakat Asia Tenggara

Film Mai membuka ranah baru bagi film Vietnam dengan cerita yang beresonansi pada masyarakat modern; dipenuhi isu sosial, masalah yang datang silih berganti, dibawakan dalam gaya lembut tanpa bermaksud menggurui.

Sinopsis film Mai

Mai (Phuong Anh) merupakan seorang terapis yang baru saja pindah ke apartemen baru. Kehadirannya menjadi bahan gosip baru bagi warga di apartemennya, termasuk sang playboy Duong (Tuan Tran) yang tinggal di apartemen seberang tempat tinggalnya.

Phuong Anh sebagai Mai dan Tuan Tranh sebagai Duong
via Neflix

Tertarik dengan pesonanya, Duong mencoba untuk mendekati Mai termasuk dengan mengunjungi tempat kerjanya. Mai menjadi primadona baru dan membuat terapis yang lebih dulu bekerja di sana menjadi iri.

Duong menyadari bahwa Mai lebih tua 8 tahun, memiliki anak yang beranjak dewasa serta ayah yang suka berjudi. Tak hanya itu, ada berbagai halangan lain yang membuat cinta mereka sulit terwujud.

Melodrama mendayu-dayu

Film ini dibuka dengan memperkenalkan Mai pada lingkungan barunya, sebuah apartemen kumuh yang dipenuhi dengan orang-orang menengah ke bawah. 10 menit pertama langsung mengajak penonton untuk masuk ke dalam kehidupan baru Mai, dikelilingi oleh tetangga yang julid dan mesum, serta rekan kerja yang tak menyukainya.

Narasi tentang kehidupan Mai yang mencoba untuk tetap tabah di tengah perjuangannya mencari nafkah untuk anaknya dibuat senyata mungkin. Penonton dipapah sedemikian rupa dengan pace yang tak terlalu lambat dan diselingi komedi untuk membuat plot tak terlalu berat.

Phuong Anh sebagai Mai
via Neflix

Untuk sebuah film komersial, sutradara Tran Thanh punya cara ampuh untuk membuat penonton terenyuh dengan segala masalah yang dialami oleh karakter utama. Tapi dibalik itu, ada banyak sentilan dan gambaran masyarakat sebagai isu sosial dipertontonkan.

Phuong Anh hadir sebagai karakter wanita yang tangguh, tapi di satu sisi membawa kesan rapuh dan membutuhkan seseorang untuk bersandar. Chemistry dengan Tuan Tran, si playboy yang juga dipenuhi luka, menjadi ujung tombak drama dalam film ini.

Palet warna dan camerawork yang stylish menyuguhkan adegan-adegan romantis nan menyayat hati. Walaupun beberapa adegan terkesan terlalu overstimulated dan berlebihan, tapi tak sampai mengganggu kenikmatan menonton.

Berkumpulnya isu sosial

Mai merupakan film terlaris sepanjang masa di Vietnam. Mendapatkan pendapatan dalam negeri $21 juta (Rp341 miliar), film ini juga sukses diputar di berbagai bioskop di Eropa dan Amerika. Termasuk mencatatkan rekor sebagai film terlaris Vietnam di Amerika.

Untuk sebuah film Vietnam, Mai mengangkat cerita yang kompleks. Bagaimana pandangan masyarakat, tak hanya di Vietnam, tapi juga sebagian besar Asia, tentang seorang wanita paruh baya yang tinggal sendirian, dicap penggoda dan perusak rumah tangga.

Tak mudah untuk membawa film dengan memasukkan beragam isu masyarakat tapi mengalir dengan nyaman.  Setiap karakter utama dan pendukung hadir dengan masalah mereka masing-masing; hubungan yang retak, prejudice, keluarga yang berantakan, serta isu sosial lainnya.

Phuong Anh dan Tuan Tranh sebagai di film Mai
via Neflix

Tran dan penulis naskah Binh Bong Bot piawai dalam mengkonversi isu penting, menjelaskan tanpa kesan menggurui, sekaligus memberikan sudut pandang yang berbeda untuk ‘membenarkan’ apa yang sering luput dari perhatian. Sehingga terasa tak ada villain utama dalam film ini.

Sulit mengkategorikan Mai dalam kelompok genre tertentu. Melodrama ini dibuka dengan berbagai komedi untuk menggaet penonton lebih dekat dengan karakternya, tapi juga dibumbui drama mendayu-dayu hingga balutan thriller dan horor dengan twist yang tak disangka-sangka.

Film Mai hadir sebuah wahana tempat berkumpulnya permasalahan dan isu sosial yang sering ditemui di Asia Tenggara. Meski dengan third act yang tiba-tiba dan di luar dugaan, keseluruhan film membawa narasi lama dengan cerita baru yang terasa menyesakkan dada.

Genre: Drama

Sutradara: Tran Thanh

Penulis Naskah: Tran Thanh, Binh Bong Bot

Pemeran: Phuong Anh Dao, Tuan Tran

Avatar photo
Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.

Articles: 889

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *