Dragon Ball menjelma menjadi fenomena manga yang diterima di seluruh dunia. Digadang-gadang sebagai bapaknya shonen manga, Akira Toriyama mengungkapkan bahwa manga ini terinspirasi dari aktor yang populer dengan stunt-nya, Jackie Chan.
Terinspirasi Jackie Chan
Akira Toriyama seringkali disebut figurnya “Shonen Manga” berkat manga Dragon Ball yang pertama kali dirilis pada tahun 1983 hingga 1997. Sempat terhenti selama 15 tahun, ia lalu melanjutkannya dengan turut mengembangkan Dragon Ball Z: Battle of Gods (2012).
Dalam wawancara Daizenshuu 2 beberapa tahun lalu, Akira Toriyama menjelaskan bagaimana manga Dragon Ball terinspirasi dari kesukaannya dengan film aksi Jackie Chan di awal tahun 80-an.
Saya bertemu dengan editor saya, Torishima-san. Saat itu saya menyukai film Jackie Chan dan sudah menonton Drunken Master puluhan kali. Torishima-san menyarankan saya untuk mencoba membuat manga kung-fu shōnen, jadi saya menggambar one-shot berjudul “Dragon Boy”.
Akira Toriyama
Dragon Boy yang terbit pada Fresh Jump bulan Agustus dan Oktober 1983 bercerita tentang seorang anak laki-laki yang mahir bela diri dan menemani seorang putri untuk kembali ke negara asalnya.
Memang pada era 80-an, nama Jackie dikenal sebagai pelopor film aksi yang menyenangkan berkat gayanya yang kocak serta stunt yang ia lakukan sendiri. Termasuk mahakaryanya, Police Story, yang pertama kali dirilis pada tahun 1985.
Inspirasi Drunken Master seringkali terlihat dari bagaimana Goku, karakter utama di manga dan anime Dragon Ball berlatih kungfu dengan Master Roshi. Termasuk penggunaan beberapa jurus yang memiliki kemiripan dengan film tersebut.
Memasukkan elemen China
Untuk membedakannya dengan Dr. Slump, manga pertama yang melambungkan namanya, Toriyama mengubah latar cerita Dragon Ball dengan memasukkan berbagai elemen dari kebudayaan China.
Sejak Dr. Slump bernuansa Barat, saya memutuskan untuk mengubah kesan itu dan membuat karya baru saya bernuansa Tiongkok. Dan jika saya ingin memberikan nuansa China, saya pikir saya akan membuat cerita berdasarkan “Journey to the West”.
Akira Toriyama
Journey to the West dan beberapa film Jackie Chan disebut menjadi inspirasi dalam mengatur alur cerita dan tone dari serial komik Dragon Ball. Selain nama, kesamaan mencolok lainnya terlihat dari kelemahan protagonis di Dragon Ball dan Journey to the West, yaitu ekornya.
Jackie dan Torimaya akhirnya bertemu pertama kali ketika aktor kelahiran tahun 1954 tersebut sedang menjalani syuting My Lucky Star (1985) di Jepang. Toriyama menerbitkan detail dan foto peristiwa kebetulan itu di Bird Land Press edisi Desember 1986.
Bahkan sebagai penghormatan bagi Toriyama, Jackie terlihat menggunakan kostum Arale, protagonis dari manga Dr. Slump pada beberapa scene di film yang juga dibintangi oleh Sammo Hung dan Yuen Biao tersebut.