Film Challengers menyajikan kisah romansa dengan cara yang tidak biasa. Dibalut dengan tema olahraga, Luca Guadagnino selaku sutradara akan membuat emosi penonton dipukul kesana kemari serupa bola tenis dihadapan layar.Â
Sinopsis film Challengers
Donald yang pada saat itu telah menjadi atlet tenis profesional dan selalu mengalami kekalahan di tiap pertandingannya merasakan keresahan karir yang semakin merosot.
Tashi Duncan, istri Donald yang sekaligus bertugas sebagai pelatihnya saat itu memiliki inisiatif untuk mengembalikan performa puncak Donald dengan cara mengikutsertakannya sebagai ‘Wild Card’ di dalam sebuah turnamen tingkat pemula, yaitu The Challengers.Â
Ide Tashi tersebut malah menjadi pintu yang membuka kisah-kisah tersembunyi di masa lalu setelah ia mengetahui bahwa Patrick, seorang pemain tenis medioker yang jenjang karirnya tidak secemerlang Donald, juga terlibat sebagai salah satu kontestan.
Panggung baru Zendaya
Sebagai salah satu aktris yang mendapatkan popularitasnya setelah membintangi deretan film Marvel, yang terakhir Spider-Man: No Way Home (2021), Challengers merupakan salah satu panggung baru yang berhasil ditaklukan oleh Zendaya, ia memerankan sosok Tashi dengan sempurna.
Penjiwaan terhadap karakter seorang wanita muda dengan impian besar di matanya, ambisius, serta manipulatif. Meskipun Tashi juga merupakan seorang Ibu, namun di film ini sisi keibuan tersebut tidak terlalu ditampilkan.
Josh O’Connor memerankan karakter Donald, suami dari Tashi, yang berupaya menyajikan sisi lain seorang atlet. Bagaimana jadinya jika atlet tenis profesional yang telah memiliki segalanya tiba-tiba tidak lagi bergairah mengayunkan raketnya?
Namun performa Josh O’Connor di film ini tidak terlalu mencuri perhatian, ditambah dengan ekspresi wajahnya yang sering terlihat datar walaupun sedang menampilkan adegan marah.
Menjadi antithesis dari karakter Donald, Mike Faist berhasil menyajikan karakter seorang atlet yang jauh dari kata ambisius. Ia adalah atlet playboy yang bertanding hanya untuk uang. Baginya pertandingan tidak lebih dari sekedar cara untuk bertahan hidup. Ia seperti pria paruh baya yang pernah bermimpi besar di masa lalu tanpa tujuan yang jelas.
Plot bergaya flashback
Secara garis besar, plot film ini berpusat antara cinta segitiga pemain tenis berbakat yang diperankan oleh Zendaya dengan Patrick serta Josh O’Connor dan Mike Faist. Penonton akan dihadirkan berbagai adegan flashback di tengah alur film.
Alur penceritaan yang maju mundur bisa membuat penonton sedikit bingung pada menit-menit awal. Titik titik yang terpencar perlahan dijalin dengan rapi sehingga membentuk sebuah keutuhan yang apik.
Pengambilan angle di film ini cukup menarik. Ada banyak adegan yang memanjakan mata terjadi di sepanjang film. Didukung dengan plot yang menarik namun tak terlalu kompleks.
Layaknya film dengan rating R lainnya, film ini menyajikan beberapa scene panas yang tentunya tidak baik untuk penonton anak-anak.
Selain penggambaran dan angle yang menawan, pemilihan sound efek juga berperan besar dalam menambah ketegangan penonton di scene-scene tertentu.Â
Sedikit bocoran, akan ada beberapa plot twist di tengah–tengah film yang membuat film ini worth it untuk ditonton di layar lebar. Film ini akan tayang di seluruh bioskop di Indonesia mulai tanggal 26 April 2024.
Genre: RomantisÂ
Sutradara: Luca GuadagninoÂ
Penulis Naskah: Justin Kuritzkez
Pemeran: Zendaya, Josh O’Connor, Mike Faist