Review Film La Luna (2023): Cerita Simpel Penuh Makna

Film La Luna merupakan film yang awalnya dibawakan dengan sederhana, tapi menyimpan berbagai isu pelik tentang perempuan dan toxic masculinity dalam sudut pandang agama.

Sinopsis film La Luna

Hanie (Sharifah Amani) kembali pulang ke Kampung Bras Basah yang tertutup dan dipimpin oleh kepala desa Tok Hasan (Wan Hanafi Su). Ia lalu mendirikan toko pakaian dalam La Luna di rumah keluarganya yang sudah 10 tahun tak berpenghuni.

Shaheizy Sam sebagai salihin Arshad dan Sharifah Amani sebagai Hanie Abdullah dalam film La Luna
via CBI Pictures

Pertemuan yang tak mengesankan terjadi antara dia dan kepala polisi di kampung tersebut, Chief Salihin (Shaheizy Sam). Mereka menjadi dekat setelah anak perempuan Salihin, Azura (Syumaila Salihin) bekerja di toko tersebut.

Ketika toko ramai dipenuhi oleh penduduk desa, Tok Hasan menghasut penduduk dan Ustad Fauzi (Iedil Dzuhrie Alaudin) membuat petisi untuk menutup toko dan mengusir Hanie dari kampung.

Cerita represi di kampung

Sebelumnya tayang melalui Jakarta Film Week 2023, film La Luna merupakan salah satu film yang kami tunggu-tunggu dan akhirnya bisa dinikmati oleh penonton umum. La Luna adalah sebuah tuntunan berkedok tontonan penuh tawa dan menyenangkan. 

Premis awalnya sangatlah simpel; sebuah desa yang masih konservatif dan tak mau menerima perubahan mulai bergejolak ketika Hanie dan toko pakaian dalamnya berdiri. Siapa sangka bakal jadi cerita yang kocak, tapi tentunya penuh makna.

Shaheizy Sam sebagai Salihin Arshad
via CBI Pictures

Cerita mudah dicerna, menggambarkan bagaimana masalah demi masalah terjadi dan melibatkan penduduk desa yang menemukan hal baru; toko Hanie yang menjelma menjadi ruang aman bagi perempuan. Tak boleh ada laki-laki yang masuk. 

Kejadian demi kejadian dibawakan dengan renyah, menyisipkan unsur komedi dari situasi yang muncul melalui keingintahuan penduduk desa tentang hal baru yang lama hilang di desa mereka. Bahkan ada adegan yang memperlihatkan penduduk desa piknik sekaligus menonton pembangunan toko La Luna.

Jangan kira ceritanya yang sederhana bikin film ini ga menarik atau membosankan. Dari kesederhanaan tersebut, M. Raihan Halim sebagai sutradara dan penulis naskah bermain dengan komedi dan satir untuk menggiring pesan selama film berjalan.

Wan Hanafi Su sebagai Tok Hassan
via CBI Pictures

Sudah puas dibuat tertawa, film ini masuk ke poin sebenarnya; menggambarkan bagaimana wanita terbelenggu, orang-orang yang tak bisa menerima perubahan, hingga pelarangan kreativitas seperti musik dan seni atas dasar agama.

Angkat berbagai isu dalam Islam

Film La Luna ditulis oleh M. Raihan Halim selama bertahun-tahun. Lalu akhirnya dirilis pada tahun 2023 dan diputar di berbagai festival film internasional, seperti Jakarta Film Week dan Tokyo International Film Festival.

Film ini dengan tenang menggambarkan bagaimana sebuah toko pakaian dalam yang lekat dengan unsur sensual mampu memercik gejolak pasangan suami istri sekaligus mempertanyakan represi yang dilakukan kepada penduduk desa.

pemeran film La Luna
via CBI Pictures

Walaupun begitu, film ini aman ditonton semua umur karena memang tanpa gambar seronok. Raihan dengan cerdik bermain imajinasi, menggiring penonton dalam penyampaian cerita tanpa harus menghadirkan adegan yang tak perlu. Secara konservatif mengubah sudut pandang orang-orang yang konservatif. 

Dan cara itu berhasil. Menampar dengan keras tapi terasa lembut, film ini mampu menyampaikan berbagai pesan. Mengangkat isu seputar wanita, toxic masculinity, dan keagamaan dengan cara yang tak menyalahi norma maupun ketentuan Islam.

Penonton dituntun untuk memahami masalah struktural dari kampung Bras Basah; tidak ada ruang bagi perempuan dan ketertindasan perempuan atas dasar agama. La Luna jadi tempat para wanita berekspresi sekaligus menyayangi diri mereka sendiri.

Bella Rahim, Syumaila Salihin, dan Sharifah Amani
via CBI Pictures

Dilihat dari jauh, film La Luna adalah cerita sederhana penuh tawa yang menyenangkan. Namun jika dilihat lebih dekat, film ini memamerkan kebusukan oknum yang mengaku beragama tapi hanya memikirkan egonya sendiri.

Genre: Komedi

Sutradara: M. Raihan Halim

Penulis Naskah:  M. Raihan Halim

Pemain: Shaheizy Sam, Sharifah Amani, Wan Hanafi Su

Avatar photo
Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.

Articles: 930

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *