Review Film Sleep Call (2023): Sinar Laura Basuki

Film Sleep Call karya Fajar Nugros dipenuhi tamparan kerasnya kehidupan perkotaan bertemakan pinjaman online yang kompleks, dibalut dengan alur thriller berdarah-darah yang memuncak di bagian akhir.

Sinopsis film Sleep Call

Karena terlilit hutang, Dina (Laura Basuki) harus bekerja di sebuah perusahaan pinjaman online (pinjol). Ia harus mencari uang untuk melunasi hutang sekaligus membayar biaya pengobatan ibunya (Jenny Zhang) yang mengalami masalah mental akibat kekerasan rumah tangga dari suaminya.

Laura Basuki sebagai Dina
via IDN Pictures

Ingin terlepas dari dunia pinjol yang penuh tekanan, ia menemukan hobi baru dengan menjelajah dating apps. Dimana ia menemukan Rama (Bio One) dan sering melakukan sleep call pada malam hari.

Di kantor, ia memiliki sahabat bernama Bella (Della Dartyan) dan manajer yang diam-diam suka kepadanya, Bayu (Kristo Immanuel). Namun tanpa disadari oleh rekan kerjanya, Dina terjebak dalam hubungan gelap bersama bosnya, Tommy (Bront Palarae).

Thriller dunia nyata

Setelah Inang (2022), Fajar Nugros kembali ke ranah thriller yang tak biasa dengan film Sleep Call. Menggandeng Laura Basuki yang tampil di hampir 95% adegan, film ini menawarkan kisah yang sangat lekat dengan kehidupan di kota besar.

Dina yang bekerja di sebuah perusahaan pinjaman online yang tanpa empati, berasal dari sandwich generation yang harus menghidupi dirinya sendiri dan ibunya, setiap hari bekerja menggunakan kereta ke kantor yang jauh dari kontrakannya.

Kristo Immanuel dan Laura Basuki
via IDN Pictures

Dina adalah bagian dari pekerja kota besar, khususnya Jakarta yang harus tunduk pada perusahaan yang eksploitatif, berdesak-desakan pergi dan pulang kerja, mengabaikan kesehatan mental untuk bisa mencari uang. Di mana kopi dan karaoke sepulang kantor jadi satu-satunya pelarian.

Nuansa neo-Jakarta bisa dirasakan melalui adegan dengan warna lampu pendar. Disandingkan dengan latar perkantoran dan kontrakan di tengah kota merepresentasikan pekerja kerah biru yang jadi nyawa film ini.

Selain Laura, karakter lainnya tampil meyakinkan; Kristo dan Bront terasa berkarakter dan luwes. Tapi sayangnya Bio masih belum mampu menandingi sinar Laura yang menyihir di semua emosinya. Sementara Rachel Vennya (Nur) jadi scene stealer yang menarik.

Dina dalam film Sleep Call
via IDN Pictures

Beberapa scene komedi disematkan dalam film yang lebih banyak bernuansa sendu dan kelewat ‘nyata’. Tak terlalu banyak, cuma cukup untuk bikin tersenyum simpul dan membuat film ini lebih ringan dan berterima bagi penonton umum ketimbang jadi film festival.

Ditutup dengan twist

Telah lama Fajar Nugros belum menghadirkan kisah yang lugas dalam segala sudut pandang dan kritikannya sejak Jakarta Undercover (2017). Dengan pondasi thriller, film ini menyajikan banyak sindiran terhadap masyarakat perkotaan termasuk bagaimana lemahnya perempuan di dunia kerja.

film Sleep Call
via IDN Pictures

Di satu sisi, Sleep Call masih menggunakan pakem alur thriller standar: pemeran utama yang bosan dan jenuh dengan dunianya sendiri terjebak dalam hal baru, yang awalnya sebagai pelarian malah menjadi candu yang tak lepas.

Alurnya bergerak dengan dinamis membawa penonton masuk ke dalam dunia Dina. Jauh dari kata membosankan, namun cukup kompleks bagi penonton yang ingin mencari film dengan cerita mudah dicerna dan aura-aura menyenangkan.

Sleep Call karya Fajar Nugros
via IDN Pictures

Layaknya film thriller lainnya, ada beberapa twist besar di akhir yang datang sebagai penutup kisah Dina. Tapi mungkin beberapa penonton sudah bisa menerka kemana arah twist yang disebut ketika film setengah berjalan.

Film Sleep Call menghadirkan alternatif tontonan lokal yang selama ini didominasi oleh horor maupun drama percintaan klise. Sebuah karya apik dari Fajar beraroma Jakarta dalam thriller penuh darah memancarkan sinar Laura Basuki yang semakin terang.

Genre: Thriller

Kreator: Fajar Nugros

Pemain: Laura Basuki, Kristo Immanuel, Juan Bione Subiantoro

Avatar photo
Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.

Articles: 901

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *