Serial One Piece Live Action mewujudkan kisah petualangan Luffy dan anggota kru Straw Hats Pirates dalam versi dunia nyata, namun tetap bisa menghadirkan keseruan dan keunikan yang menjadi daya tarik sumber aslinya.
Sinopsis Serial One Piece Live Action
Luffy (Iñaki Godoy) yang tinggal di sebuah kota kecil di East Blue menjadi manusia karet setelah memakan buah iblis Gomu-Gomu. Ia meninggalkan kota kelahirannya untuk menjadi Raja Bajak Laut dengan membawa sebuah topi jerami dari Shanks (Peter Gadiot), bajak laut yang pernah datang ke kotanya.

Dalam perjalanannya, ia bertemu Kobi (Morgan Davies) yang ditawan dan menjadi pesuruh bajak laut. Ia dan Koby melarikan diri ke pangkalan Marinir dan bertemu dengan Zoro (Mackenyu), pemburu bajak laut dan si pencuri cantik Nami (Emily Rudd).
Ia mengajak Zoro dan Nami menjadi kru Straw Hats Pirates, sementara Koby melanjutkan impiannya untuk menjadi seorang marinir. Setelah itu, ia mengajak Usopp (Jacob Romero Gibson) dan Sanji (Taz Skylar) untuk bersama-sama mencari One Piece di Grand Line.
Live action bagi dan oleh fans
Setelah menonton delapan episodenya, jelas terlihat bagaimana para cast, kreator sekaligus sutradara, dan orang-orang yang terlibat dalam serial ini punya kecintaan besar terhadap One Piece. Semuanya terlihat dari eksekusi yang menawan dari awal sampai akhir.
Musim pertama fokus pada cerita awal Luffy mendapatkan empat krunya; Zoro, Nami, Usopp, dan Sanji dalam East Blue arc. Dan meski ceritanya dipermak (seperti yang seharusnya dilakukan oleh sebuah adaptasi), serial ini punya pesonanya tersendiri.

Latar yang megah menegaskan bahwa serial ini tak main-main. Netflix sepertinya sudah belajar dari kegagalan sebelumnya, ehm.. Cowboy Bebop (2021), dengan membawa dunia bajak laut dalam plot yang lebih ‘manusiawi’ tanpa meninggalkan segala keunikan One Piece.
Kelima kru Straw Hat Pirates adalah sebuah casting brilian dengan pesonanya masing-masing; Inaki yang enerjik, Mackenyu yang keren (dan terlalu ganteng!), Sanji si tukang gombal, Nami yang cerdik, serta Usopp si mulut besar. Tak heran mengingat semuanya dipilih oleh Oda langsung.
Tapi sayangnya beberapa keluwesan cast utama belum bisa ditandingi oleh karakter pendukung lainnya yang tampil selayaknya karakter NPC yang berlalu begitu saja. Apa mungkin karena naskah yang terlalu memangkas peran mereka?

Mungkin terkecuali Jeff Ward (Buggy), Peter Gadiot (Shanks), dan Steven John Ward (Mihawk) yang mampu memancarkan kekuatan karakter yang mereka perankan. Sebuah awal yang sangat baik, mengingat ketiga karakter ini bakal punya peran yang sangat penting di kelanjutan kisah One Piece.
Cerita terpangkas durasi
Adaptasi ini bukan tanpa celah. Perkara yang paling mengecewakan tentunya ada banyak perubahan cerita dibandingkan versi aslinya. Di sisi lain, ubahan yang dilakukan Steven Maeda dan Matt Owens secara keseluruhan membuat plot terasa lebih pas untuk versi live action.

Memang ada banyak adegan memorable yang dihapus serta cerita yang diubah. Tapi apa bisa dikata, memasukkan keseluruhan arc East Blue yang nyaris sepanjang 100 chapter manga dalam serial berdurasi total 8 jam bukan perkara mudah. Atau jika masih kurang, kamu bisa tonton anime atau baca manga-nya yang tentunya jadi pusat dari keseruan cerita pasukan Topi Jerami.
Yang agak disayangkan, versi live action ini masih belum bisa menangkap kekonyolan anggota Topi Jerami yang penuh dengan unsur komedi, Entah mengapa sebagian besar karakter terlalu dibuat serius, sedikit mengurangi kesan komedik sebagai salah satu daya tarik alami manga ini.
Menariknya, serial ini masih tetap menyenangkan untuk dinikmati walau ada beberapa scene yang terasa monoton. Komedi serta aksinya punya porsi tersendiri, sejalan dengan drama dan chemistry antar karakter yang terasa sangat erat.

Daya tarik lainnya yang hilang yaitu banyak adegan yang ‘kosong’ untuk memaksimalkan drama. Apalagi versi anime selalu punya soundtrack yang mengiringi, seperti ‘Overtaken’ dan ‘The Fight Continues’. Tapi jangan takut, ada beberapa soundtrack anime yang disisipkan sebagai easter egg dalam serial ini.
Seperti yang dibilang banyak penggemar setianya, serial One Piece Live Action bisa dibilang mampu mematahkan kutukan adaptasi anime/manga dengan menghadirkan tontonan yang menyenangkan dan tak dipaksakan. Merangkul penonton setia sembari jadi pintu gerbang ke dunia One Piece bagi penggemar baru.
Genre: Petualangan
Kreator: Steven Maeda, Matt Owens
Pemain: Iñaki Godoy, Emily Rudd, Mackenyu, Jacob Romero, Taz Skylar

