Film Strays penuh dengan komedi absurd dengan latar anjing-anjing yang menggemaskan, mengambil sudut pandang baru dari binatang peliharaan serta cara berpikir mereka yang berbeda dari anggapan umum menghadirkan kejutan-kejutan yang mengocok perut.
Sinopsis film Strays
Reggie (Will Ferrel) menganggap Doug (Will Forte) sebagai majikan yang menyenangkan. Walaupun sebenarnya Doug sudah lama ingin menyingkirkan Reggie dengan alih-alih permainan tangkap bola. Hingga akhirnya ia membawa Reggie ke kota lain dan membuangnya.
Reggie bertemu dengan anjing jalanan lainnya, Bug (Jamie Foxx), mantan anjing polisi Hunter (Randall Park) dan Maggie (Isla Fisher) yang mulai terpinggirkan karena majikannya memelihara anjing baru yang lebih imut.
Setelah diberitahu oleh Bug, Reggie menyadari bahwa sebenarnya Doug merupakan majikan yang jahat. Lalu bersama ketiga teman barunya, Reggie bertekad kembali ke rumah Doug untuk membalas dendam atas apa yang telah dilakukan Doug padanya.
Komedi absurd
Strays bukan film anjing yang bikin menangis. Komedi dewasa ini menghadirkan cerita yang ringan dengan premis yang sederhana, tentang seekor anjing yang ingin kembali ke pemiliknya. Tapi eksekusinya menarik serta didukung penampilan cast yang luar biasa.
Mempertontonkan kehidupan anjing sebagai ‘man’s best friend’ dari berbagai sudut, namun lebih banyak menggambarkan hal-hal detail yang mungkin sering kita lihat tapi dengan penceritaan yang unik, misalnya tentang apa yang dipikirkan oleh anjing terhadap majikannya atau kelakuan aneh lainnya.
Adegan-adegan absurd nan nyeleneh mengingatkan Strays pada Ted (2012) atau Sausage Movies (2016) bisa ditemukan dari awal sampai akhir. Dipenuhi dengan berbagai komedi slapstick dan komedi situasi, daya tarik terbesar dari film ini adalah deretan pengisi suara yang tak kalah hebohnya.
Mungkin menggunakan Randall Park sebagai Dane Hunter sedikit melenceng, tapi Will Ferrer yang menyuarakan si naif Reggie, Isla Fisher sebagai Australian Shepherd bernama Maggie, dan tentunya Jamie Foxx sebagai jagoan Boston Terrier bernama Bug membawa film ini ke level selanjutnya.
Tanpa banyak editan, bahkan beberapa adegan yang terkesan sangat awkward bisa ditemukan. Termasuk mulut anjing yang bergerak seperti manusia terasa aneh pada awalnya. Namun hal tersebut bisa diabaikan karena film ini lebih banyak fokus pada hal-hal absurd lainnya.
Sekali lagi ditekankan bahwa film ini dibuat khusus untuk penonton dewasa. Mengingat ada banyak bahasa kasar bertebaran serta sebagian adegan yang mungkin berdampak negatif bagi anak-anak.
Tema toxic relationship
Film Strays fokus mengangkat sudut pandang dari binatang peliharaan dengan cerita yang jauh berbeda dari film Antropomorphisme lainnya. Bagaimana penggambaran interaksi antar anjing atau makhluk hidup lainnya.
Tapi di balik kelucuan dan kegemesan terhadap anjing-anjing yang ada di dalam film ini, Strays mengangkat tema yang mungkin tak biasa untuk film bertemakan binatang: hubungan yang toxic, secara metafora maupun harfiah.
Banyak pemilik yang seharusnya tidak diizinkan untuk memelihara binatang karena kelakuan mereka. Begitu pula dengan orang-orang yang terjebak dalam hubungan yang toxic, di mana mereka tak sadar bahwa sedang dimanipulasi.
Di balik segala kekonyolan dan keabsurdan para karakter dalam film ini, terdapat pesan penting yang mungkin terlupa; bahwa anjing dan binatang peliharaan lainnya ingin diperlakukan dengan baik serta dicintai oleh pemiliknya.
Film Strays mungkin bukan selera setiap orang. Tapi bagi penggemar komedi satir dan kuat menahan sebagian adegan yang mungkin menjijikkan, film ini mampu menghadirkan kelucuan dan cerita yang fresh tentang anjing-anjing peliharaan kita.
Genre: Komedi
Sutradara: Josh Greenbaum
Penulis Naskah: Dan Perrault
Pengisi Suara: Will Ferrell, Jamie Foxx, Isla Fisher, Randall Park