Will Arnett dan Conan O'Brien
Review, Serial TV

Review Serial Murderville (2022): Komedi Situasi Absurd Underperformed

Serial Murderville merupakan adaptasi komedi terbaru yang ditayangkan oleh Netflix. Mengisahkan tentang seorang detektif yang dibantu rekannya untuk memecahkan kasus pembunuhan. Uniknya, untuk menambah kesan misteri dan komedi, sang partner tak mengetahui apa yang terjadi selanjutnya, atau bertindak tanpa script.

Sinopsis serial Murderville

Ceritanya berpusat tentang seorang detektif Terry Seattle (Will Arnett) yang bekerja di Divisi Pembunuhan. Ia pun sering bergonta-ganti partner setelah rekannya meninggal 15 tahun lalu dan tak bisa mempertahankan hubungan dengan partner barunya.

Will Arnett dalam serial Murderville
via Netflix

Setiap waktu, ia selalu bertemu dengan Kepala Polisi Rhonda Jenkins-Seattle (Haneefah Wood) yang akan menjadi mantan istrinya, begitu pula petugas forensik Amber Kang (Lilan Bowden) yang siap memberikan informasi dan petunjuk mengenai pembunuhan yang terjadi.

Setiap episode bukan hanya membawa Terry dan partner barunya memecahkan kasus pembunuhan. Ada satu plot utama yang menjadi benang merah dari kisah Terry; kasus lama tentang terbunuhnya sang partner Lori Griffin (berupa foto Jennifer Aniston).

Premis yang menjanjikan

Premis yang ditawarkan cukup menarik, di mana seorang detektif akan dibantu oleh guest star yang berbeda di setiap episode untuk memecahkan misteri. Tak jauh berbeda dari serial misteri lainnya, semisal American Crime Stories atau bahkan Detective Conan.

Will Arnett dan Conan O'Brien
via Netflix

Tapi menariknya, para bintang tamu tidak mendapatkan script atau naskah. Sehingga semua yang dilakukannya merupakan improvisasi dari setiap kejadian yang ada. Serial ini menggabungkan komedi situasi dari kekikukan para guest menyesuaikan diri dengan narasi misteri dari kasus pembunuhan yang berbeda-beda.

Komedi absurd bisa ditemukan di sepanjang episode. Terlalu absurd hingga membuat guest star hingga pemeran pendukung tak bisa menahan tawa. Bahkan di satu adegan, Terry dan Sharon Stone menggelitik seorang ‘mayat’ dan membuatnya tak bisa menahan kegelian yang tertangkap kamera.

Tapi sayangnya komedi yang ditawarkan memang terasa segmented dan tak bisa menghibur semua orang. Sebagian bisa menganggapnya lucu, tapi tak jarang beberapa adegan malah terasa cringe.

Lilan Bowden dan Will Arnett
via Netflix

Setiap episode membawa kasus pembunuhan yang berbeda-beda. Tapi setiap kasus memiliki suspek 3 orang yang diinterogasi oleh Terry dan sang guest star secara bergantian untuk mendapatkan bukti pembunuhan yang mereka lakukan.

Dan yang terakhir, penutup keseruan dalam serial ini yaitu bagaimana guest star yang menebak siapa sebenarnya pembunuh berdasarkan bukti yang dikumpulkan. Menyenangkan untuk melihat apakah guest (dan penonton) bisa menebak pelaku yang sebenarnya atau tidak.

Adaptasi dari serial komedi Inggris

Program televisi di mana pemeran atau guest tak mendapatkan script bukanlah hal baru. Jika kamu masih ingat, TV Indonesia juga pernah mengadopsi format ini dengan judul “Akhirnya Datang Juga” yang tayang pada era 2007-2008.

Sedangkan Murderville merupakan adaptasi dari versi Inggris berjudul Murder in Successville. Tayang sepanjang tiga musim dari tahun 2015 hingga 2017 di stasiun BBC, serial ini mendapatkan ulasan positif karena kejutan yang tak terduga di setiap episode.

Will Arnett sebagai Terry Seattle
via Netflix

Tapi yang membedakan antara versi asli dan adaptasi Netflix adalah guest star yang tampil. Murder in Successville mengandalkan selebritis dari berbagai profesi. Sehingga setiap kejutan dan plot yang tak terduga-duga memberikan reaksi yang beragam.

Sedangkan edisi Netflix (setidaknya di musim pertama) hanya membawa aktor dan aktris. Bahkan mantan atlet NFL, Marshawn Lynch, yang sudah pernah membintangi beberapa serial, seperti Westworld hingga Brooklyn Nine-Nine.

Mengingat rangkaian guest yang sudah terbiasa dengan dunia akting, termasuk improvisasi, sedikit mengurangi kejutan yang membuat setiap episode tak begitu menegangkan. Terlebih dengan beberapa plot yang terkesan hambar dan kurang menggigit.

Marshawn Lynch dalam serial Murderville
via Netflix

Ada pula perubahan besar dari Murderville yang mengesampingkan versi asli berlatar setting sebuah kota dihuni oleh selebritis yang diperankan oleh para impersonator atau peniru. Menambah lapisan absurditas sekaligus membuatnya semakin kompleks dan menarik untuk diikuti.

Dengan durasinya yang pendek, Netflix membawa musim pertama hanya dalam enam episode saja. Begitu pula dengan format setiap episode yang kurang lebih seragam. Mulai dari tiga suspek yang ada, termasuk adegan guest harus mengikuti semua yang diperintahkan melalui headset.

Komedi situasi dan misteri

Serial ini menarik berkat dua aspek, yaitu bagaimana melihat guest menangani kejadian yang ada di sekitar mereka, hingga sampai tak bisa menahan tawa. Dan yang kedua yaitu plot misteri, di mana penonton juga diajak menebak siapa pelaku dengan berbagai petunjuk yang diberikan.

Fleksibilitas dan kemampuan Arnett dalam beradaptasi didukung oleh casting selebritis yang kuat berhasil membuat serial ini setidaknya menyenangkan untuk dinikmati. Setiap episode juga memiliki nadanya tersendiri.

Will Arnett dan Ken Jeong dalam serial Murderville
via Netflix

Adapun cerita di setiap episode terbukti naik dan turun. Beberapa terasa hambar dan membosankan. Akibatnya tak memberikan plot maupun komedi yang menghibur, kecuali untuk bagian penutup yang memang ditunggu-tunggu.

Memang serial Murderville bukanlah tontonan penuh komedi atau menegangkan yang menguras otak. Durasinya pendek dan ceritanya ringan menawarkan sedikit tawa untuk sekadar pelepas waktu luang. Format menarik yang mungkin bisa berhasil dengan cerita dan cast yang lebih beragam di musim berikutnya.

Genre: Komedi

Episode: 6

Sutradara: Brennan Shroff, Ian Morris

Pemeran: Will Arnett, Haneefah Wood, Lilan Bowden

Rekomendasi TV Series
6/10

Summary

Memang serial Murderville bukanlah tontonan penuh komedi atau menegangkan yang menguras otak. Durasinya pendek dan ceritanya ringan menawarkan sedikit tawa untuk sekadar pelepas waktu luang. Format menarik yang mungkin bisa berhasil dengan cerita dan cast yang lebih beragam di musim berikutnya.

Leave a Reply