Film The Flash yang telah lama ditunggu akhirnya rilis; menugaskan Barry Allen/Flash untuk mereset kembali semesta DC dengan menghadirkan cerita yang emosional sekaligus nostalgia bagi penggemar klasik karakter DC Comics.
Sinopsis film The Flash
Setelah menyadari bahwa ia bisa kembali ke masa lalu, Barry Allen (Ezra Miller) memutuskan untuk mencegah pembunuhan ibunya yang membuat sang ayah dipenjara, meski ditentang oleh Bruce Wayne (Ben Affleck).
Ketika kembali ke masa lalu, ia membuat agar sang ayah tidak keluar rumah sehingga sang ibu selamat dari pembunuhan. Namun ia terjatuh ketika akan kembali ke masa sekarang dan tiba ke masa di mana ia masih di tahun pertama kuliah, ketika ia akan mendapatkan kekuatan Flash.
Ia menemukan bahwa kedua orangtuanya masih bersama. Tapi dirinya tidak bekerja di kepolisian, sehingga merusak alur yang membuatnya mendapatkan kekuatan Flash. Terlebih, General Zod akan menyerang bumi dan Justice League tidak pernah ada, hanya ada sepupu Superman, Kara (Sasha Calle).
Penungguan yang berbuah manis
Telah lama ditunggu-tunggu akibat berbagai penundaan dikarenakan masalah yang mendera, pilihan DC mengeluarkan film ini berbuah manis. Begitu pula dengan keputusan mereka untuk mempertahankan Ezra Miller sebagai Barry Allen/Flash.
Tak susah untuk menasbihkan The Flash sebagai salah satu film DC terbaik dalam beberapa tahun ini. Ceritanya yang padu dengan pace cepat, tapi masih tetap ringan dan menyenangkan. Baik untuk penonton pada umumnya, terkhusus bagi penggemar kisah superhero.
Kudos bagi Andy Muschietti sebagai sutradara dan Christina Hodson selaku penulis naskah yang mampu menjelaskan multiverse dengan gaya berbeda. Menjelaskan logika yang berterima tentang perbedaan karakter Bruce Wayne dan ketiadaan Superman di berbagai multiverse.
Daya tarik pada keseluruhan cerita serta alur yang dinamis dari awal sampai akhir menjadi pembeda film ini dengan iterasi DC Universe sebelumnya. Mengalihkan perhatian dari CGI pengganggu visual yang terasa layaknya sebuah gameplay PlayStation 3.
Ezra Miller mencuat sebagai kekuatan film ini. Dibalik gaya berlari yang terkesan aneh, ia mampu memerankan dua karakter Barry Allen dengan apik. Di mana Ezra/Barry merusak sekaligus mereset kembali DC, baik secara fiktif maupun di dunia nyata, hehe (if you know, you know).
Bisa dibilang tak digantikannya Ezra bukan hanya karena aktingnya, tapi juga menimbang budget. Mengingat Ezra memerankan dua orang Barry, penggantian aktor tentu menghancurkan keuangan DC yang telah keok di dua film sebelumnya, Black Adam (2022) dan Shazam! Fury of Gods (2023).
“Bersih-bersih” DC Universe
Flash akhirnya mendapatkan film solo pertamanya bertahun-tahun setelah Justice League (2017). Masa di mana grup superhero ini akhirnya terbengkalai dengan ketidakjelasan, memberikan kesempatan bagi Flash sebagai ‘tukang bersih-bersih’ untuk mengembalikan popularitas DC Comics.
Melalui premis yang sama dengan seri Flashpoint milik DC, film ini menghadirkan sisi emosional Barry yang akan melakukan segala cara untuk mengembalikan ibu dan ayahnya serta menyelesaikan masalah yang ditimbulkan karena keegoisannya.
Ada beberapa perbedaan dibandingkan versi DC Comics yang memberikan rasa baru pada film ini. Termasuk penjelasan multiverse melalui sepiring spaghetti serta nuansa nostalgia khususnya bagi penggemar DC klasik di mana muncul cameo yang bertaburan.
Namun film ini bukan tanpa cela. Ada kekurangan dari kualitas visual efek, dialog, dan opening yang bagi kami terasa cheesy. Akan tetapi, terlihat jelas bagaimana film ini menjadi upaya terakhir sekaligus permintaan maaf DC terhadap berakhirnya era DC Extended Universe.
Seperti plot yang disajikan, film ini hadir layaknya persimpangan jalan. Mencoba untuk mempersiapkan arah baru bagi DC di bawah komando James Gunn sembari memberikan penghormatan kepada karakter DC terdahulu.
Film The Flash datang sebagai oasis di tengah kalutnya DC pada masa transisi dan ketidakjelasan karakter DCEU yang sudah dibangun sejak Man of Steel (2013). Bisa jadi permulaan yang manis bagi penggemar ketika menunggu kedatangan seri superhero DC selanjutnya.
Genre: Aksi
Sutradara: Andy Muschiatti
Penulis Naskah: Christina Hodson
Pemeran: Ezra Miller, Michael Keaton, Sasha Calle