Review Film Wendell and Wild (2022): Kisah Halloween Klasik yang Menawan

Film Wendell and Wild merupakan karya terbaru dari stop motion Henry Slick dan Jordan Peele yang dikenal dengan film horornya. Gabungan keduanya menghasilkan animasi penuh makna dengan kisah yang familiar tapi menghadirkan nostalgia masa remaja.

Sinopsis Film Wendell and Wild

Ayah dan ibu Kat (Lyric Ross) jatuh ke dalam sungai ketika Kat berumur 8 tahun. Menyalahkan dirinya sendiri sebagai penyebab kecelakaan tersebut, Kat berubah menjadi pribadi yang pembangkang. Ketika masuk ke penjara anak-anak, ia lalu dikirim ke sekolah katolik.

Lyric Ross sebagai Kat
via Netflix

Sementara di alam baka, dua iblis bersaudara Wendell (Keegan-Michael Key) dan Wild (Jordan Peele) ingin membuat sebuah taman bermain. Di mana mereka ingin pergi ke dunia manusia, mengumpulkan uang dan membuat taman impian mereka

Mereka lalu memanipulasi Kat dan hadir di dalam mimpinya. Mereka sesumbar bisa menghidupkan orang tua Kat, tapi dengan syarat Kat harus melakukan ritual pemanggilan Wendell dan Wild, supaya mereka bisa pergi dari alam baka ke dunia manusia. 

Horor stop-motion yang menyenangkan

Film Wendell dan Wild menandai kembalinya duo komedi Jordan Peele dan Keegan-Michael Key yang populer sebagai duo di seri komedi fenomenal Key & Peele. Keduanya hadir sebagai pembeda dan bisa dibilang salah satu karakter pendukung yang menyedot perhatian dalam film ini.

Komedi khas Key & Peele bisa dirasakan sepanjang film ini berjalan. Tapi tentu saja, film ini lebih cocok sebagai film horror yang bisa dinikmati remaja, sama seperti Coraline (2009), karya Henry Slick yang terpilih sebagai nominasi Film Animasi Terbaik di Oscar 2010.

Keegan-Michael Key sebagai Wendell dan Jordan Peele sebagai Wild
via Netflix

Meski film ini baru dirilis tahun 2022, ada sepercik rasa nostalgia yang ditawarkan. Baik dari segi estetika gambar, musik, sampai dengan keseluruhan cerita yang terasa familiar, tapi bisa dikemas menjadi sebuah komposisi yang menyenangkan untuk dinikmati bersama keluarga.

Di balik isu politis, kapitalisme, sampai dengan pertarungan antara agama dan setan, film ini lebih bersinar melalui pembahasan bagaimana menghadapi ketakutan dan trauma yang telah dilalui. Termasuk mengedepankan kekuatan pertemanan, keluarga, dan komunitas.

Pertarungan antara iblis dan pemuka agama terkesan menjadi plot terpenting dalam film ini. Tapi tema terbesar yang membuat film ini terasa mengesankan bagaimana kejahatan (evil) datang dari dalam diri manusia itu sendiri.

Kat dan Suster Helley
via Netflix

Tapi sayangnya, ada banyak narasi dan sub-plot yang saling tumpang tindih. Selain cerita tentang Kat dan trauma yang dialaminya serta suster Helley dan Manberg (Igal Naor) dengan kekuatan misteriusnya, karakter Wendell dan Wild mencuri perhatian dengan komedi receh serta humor gelap khas kedua komedian tersebut.

Setiap karakter memiliki daya tariknya tersendiri. Sehingga menyulitkan untuk memberikan porsi yang pas dalam film yang berdurasi dalam 105 menit ini. Bahkan karakter Wendell dan Wild memiliki cerita latar yang menarik untuk diangkat dalam sebuah serial atau prekuel filmnya.

Kembalinya Henry Slick

Henry Slick sendiri merupakan seorang sutradara, produser, dan animator yang menawarkan film genre stop motion. Selain Coraline, karyanya membentang sejak The Nightmare Before Christmas (1993) yang disutradarainya dengan Tim Burton bertindak sebagai produser.

Slick telah lama dikenal sebagai empunya stop motion buatan tangan dengan visual yang menawan namun tetap memiliki keunikannya tersendiri. Seperti Coraline, film ini menghadirkan cerita dan topik yang bisa diterima oleh anak-anak tapi tetap memesona untuk penonton dewasa.

film Wendell dan Wild
via Netflix

Dibandingkan dengan animasi komputer (Computer Graphic) yang terlihat lebih artistik, karya Slick terlihat lebih tajam dan punya karakter yang bersudut. Senada dengan karya artis asal Argentina, Pablo Lobato, yang membawa potret geometris bermata tajam dan tampilan ekstrem yang sangat berbeda.

Yang membuat film ini berbeda dibandingkan karya Slick sebelumnya adalah ia menggunakan teknologi 3D-printed face supaya ekspresi karakter lebih mudah diolah menggunakan grafis komputer. Menjadikannya lebih nyata di mana mulut karakter sesuai dengan apa yang diucapkan oleh pengisi suaranya.

Slick juga terlibat pada pembuatan naskah. Menghadirkan kisah tentang kerapuhan dan ego manusia dalam kisah horor yang berpusat di antara remaja memberikan sajian yang pas dinikmati ketika Halloween tiba. 

Kat dan Pastor Beast
via Netflix

Film Wendell and Wild menggabungkan antara perjalanan yang menakutkan dan menegangkan dengan narasi penuh emosi masa remaja. Membangkitkan nostalgia dengan kisah yang familiar tapi disampaikan dengan cara yang unik dan berbeda dalam perjuangan melawan trauma.

Genre: Animasi

Sutradara: Henrey Slick

Penulis Naskah: Henry Slick, Jordan Peele

Pengisi Suara: Lyric Ross, Keegan-Michael Key, Jordan Peele

Avatar photo
Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.

Articles: 889

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *