poster Catherine Called Birdie
Film, Review

Review Film Catherine Called Birdy (2022): Lady Bird versi Medieval

Film Catherine Called Birdy menghadirkan kisah tentang permasalahan remaja di tahun 1290 yang bahkan masih banyak dialami oleh remaja wanita saat ini. Dihadirkan dengan cerita yang ringan dan menggelitik, sekaligus menentang aspek-aspek penindasan yang dialami oleh wanita sebagai objek di zaman medieval.

Sinopsis film Catherine Called Birdy

Pada tahun 1290, Catherine atau disapa Birdy (Bella Ramsey) merupakan anak bungsu dari Lord Rollo (Andrew Scott) dan Lady Aislinn. Ia menjalani harinya dengan penuh kebebasan di daerah milik keluarganya di Stonebridge Manor.

Catherine Called Birdie
via Prime Video

Walau ia adalah gadis berumur 14 tahun yang masih polos tentang urusan percintaan bahkan pernikahan, sang ayah mulai mempertimbangkan Birdy untuk menikah. Ia lalu menyembunyikan bukti darah menstruasinya agar sang ayah tak mengetahui bahwa ia sudah mulai dewasa.

Ia memiliki seorang teman yang cantik, Aelis (Isis Hainsworth) dan paman yang baru pulang dari perang salib, George (Joe Alwyin). Namun ia patah hati dan cemburu ketika sang paman menunjukkan ketertarikannya terhadap Aelis.

Ringan tapi tetap emosional

Film Catherine Called Birdy merupakan sebuah film remaja penuh kehangatan dengan latar era medieval di Britania Raya yang memesona. Dibalut dengan komedi serta konflik menghadapi kedewasaan yang sepertinya masih terhubung dengan masa sekarang.

Sebagai sutradara sekaligus penulis naskah, Lena Dunham memasukkan berbagai referensi abad pertengahan, termasuk penempatan alunan musik pop yang diaransemen ulang agar terdengar seperti lagu abad pertengahan dari komposer Carter Burwell.

Bella Ramsey sebagai Lady Catherine
via Prime Video

Mulai dari musik, kostum, nuansa, sampai dengan dialog membawa penonton melesat ke abad pertengahan. Pace plot memang berjalan tenang dan tak terburu-buru, memberikan waktu menikmati segala kelakukan Birdy yang terkadang kekanak-kanakan, tapi tetap menggemaskan.

Bayangkan Lady Bird (2017) karya Greta Gerwig tapi versi medieval dengan bangsawan saling berlomba untuk mencari istri yang lebih muda serta wanita yang sebagian besar hanya dianggap sebagai objek untuk memberikan keturunan.

Deretan cast yang menawan, termasuk Ramsey yang terlihat lebih ceria dibandingkan versi Lyanna Mormont yang berdarah-darah, karakternya dalam serial Game of Thrones. Termasuk Andrew Scott yang masih mengagumkan, lengkap dengan ciri khas wajah serta aksen British yang pas untuk era medieval.

Andrew Scott dan Bella Ramsey
via Prime Video

Durasi 108 menit terasa pas menangkap permasalahan Catherine dengan keluarga dan teman-temannya. Menarik perhatian penonton yang lebih muda dengan humor sekaligus cerita yang ringan. Meski dipenuhi dengan deadpan jokes yang jelas bukan selera semua orang.

Kisah remaja di era medieval

Film ini diambil dari kisah novel dengan judul yang sama karya Karen Cushman keluaran tahun 1994. Adaptasi film mengambil tema dan latar yang tak jauh berbeda dengan versi novel. Catherine Called Birdy merupakan karya kedua sutradara Lena Dunham selain Sharp Sticks (2022) yang dirilis awal tahun ini.

Dunham yang dikenal sebagai salah satu sutradara yang mengangkat isu remaja, khususnya gadis remaja menanamkan berbagai permasalahan yang tak jauh berbeda dengan masa sekarang. Walaupun film ini mengambil latar pertengahan medieval era dan akhir perang salib.

Perkin dan Lady Chaterine
via Prime Video

Ada banyak karakter remaja yang ada di dalam film ini. Semuanya memiliki masalah masing-masing. Seperti Aelis yang juga dijodohkan dengan seorang bangsawan berumur 9 tahun, atau sahabatnya sang penggembala kambing, Perkin (Michael Woolfitt) yang mengakui bahwa ia gay.

Mungkin yang membuat film ini terasa kurang memikat adalah pengembangan karakter Birdy yang berantakan. Alih-alih mengenal dan menyadari arti menjadi dewasa seperti versi novelnya, ia bagaikan ‘putri Disney’ yang harus diselamatkan oleh laki-laki lain (*spoiler) di akhir cerita.

Meski di satu sisi, ending film ini menawarkan kisah yang tak kalah heartwarming. Menutup rangkaian cerita yang mengharukan dan perjalanan menuju kedewasaan yang berantakan dalam akhir yang menyenangkan.

Lady Catherine
via Prime Video

Masalah sebuah film adaptasi adalah bagaimana memilih tema atau pesan apa yang akan dibawakan dari sumber aslinya. Tapi sebagai sebuah karya yang terlepas dari sumber aslinya, film ini menawarkan tema dan topik yang tak kalah mengagumkan.

Film Catherine Called Birdy menghadirkan perlawanan serta kesulitan yang dialami oleh remaja wanita dalam masa medieval; masalah yang berlarut-larut dan masih bisa dirasakan hingga saat ini. Dibalut dalam cerita yang ringan, tapi tetap menyenangkan dan emosional.

Genre: Drama

Sutradara: Lena Dunham

Penulis Naskah: Lena Dunham

Pemeran: Bella Ramsey, Andrew Scott, Billie Piper

Rekomendasi Film Terbaik
8/10

Summary

Film Catherine Called Birdy menghadirkan perlawanan serta kesulitan yang dialami oleh remaja wanita dalam masa medieval; masalah yang berlarut-larut dan masih bisa dirasakan hingga saat ini. Dibalut dalam cerita yang ringan, tapi tetap menyenangkan dan emosional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *