5 Film Paling Berpengaruh di Tahun 2000-an

film paling berpengaruh di tahun 2000-an

Artikel ini akan membahas film-film yang selama lebih dari satu dekade dianggap sangat berjasa berkat kontribusinya baik dalam industri perfilman maupun pop culture. Dalam kesempatan kali ini kita akan membahas film-film paling berpengaruh di tahun 2000-an.

Film Paling Berpengaruh di Tahun 2000-an

Pengaruh film-film berikut dilihat dari penghargaan, capaian, kontribusi dalam menciptakan tren baru di dunia perfilman dan juga pengaruhnya terhadap masyarakat luas. Berikut 5 film paling berpengaruh di tahun 2000-an yang dilansir dari berbagai sumber.

1. Franchise Harry Potter (2001-2011)

Via IMDB

Sejak film pertamanya yang disutradarai oleh Chris Columbus, lebih dari satu dekade franchise Harry Potter telah memberikan banyak pengaruh, baik dalam industri perfilman maupun budaya populer secara keseluruhan. Tak salah kalau film-film Harry Potter, terutama The Sorcerer’s Stone dianggap sebagai salah satu film paling berpengaruh di tahun 2000-an.

Film yang sukses mengalahkan pendapatan Lord of the Rings: The Fellowship of the Ring di Amerika pada tahun 2001 ini dianggap telah menghidupkan kembali genre fantasi anak-anak.

Harry Potter juga menjadi pelopor tren franchise yang pemeran utamanya dibintangi aktor dan aktris yang sama, berbeda dengan pola franchise lain yang terkenal pada masa itu seperti film-film James Bond. Akibatnya, banyak film yang meniru pola tersebut, sayangnya tidak sesukses Daniel Radcliffe dan teman-teman.

film paling berpengaruh di tahun 2000-an

Via IMDB

Bersama The Lord of the Rings: The Fellowship of the Ring, film Harry Potter and The Sorcerer’s Stone menjadi pelopor adaptasi sastra ke layar lebar yang kemudian menciptakan tren baru. Sebut saja adaptasi novel fantasi best seller lain seperti Twilight dan Hunger Games.

Satu lagi tren baru yang dipelopori oleh franchise ini adalah membagi satu novel menjadi lebih dari satu film seperti Harry Potter and the Deathly Hallows bagian 1 dan 2. Tren ini diikuti oleh The Hobbit-nya Peter Jackson, Hunger Games: Mockingjay, dan Twilight Breaking Dawn.

Di samping menciptakan tren baru di industri perfilman, Harry Potter juga dianggap sebagai fenomena budaya, terima kasih kepada fan base-nya yang sangat besar. Franchise ini mengumpulkan banyak pundi-pundi uang lewat penjualan merchandise. Jangan lupa juga dengan theme park-nya di Universal Studios yang masih ramai dikunjungi.

Lebih hebatnya lagi, franchise Harry Potter juga memberi pengaruh dalam membentuk pola pikir anak muda, terutama yang juga membaca novelnya. Karya J.K. Rowling ini dianggap berjasa menanamkan nilai-nilai toleransi, menerima perbedaan, melawan otoritarian, anti kekerasan dan tentu saja persamaan hak.

2. Trilogi The Lord of the Rings Trilogy (2001-2003)

The Lord of the rings

Via IMDB

Film paling berpengaruh di tahun 2000-an berikutnya adalah trilogi The Lord of the Rings (LOTR). Disutradarai oleh Peter Jackson, trilogi ini berhasil menjadi generasi baru epik fantasi.

Trilogi LOTR membawa film bergenre fantasi ke level yang lebih tinggi. Sebelumnya, film bergenre serupa seperti The Dark Crystal (1982) atau The Never Ending Story (1984) rata-rata cendrung diperuntukkan untuk anak muda dan dibuat dalam skala yang relatif kecil. Kemunculan LOTR membuat film bergenre fantasi dianggap lebih serius oleh para moviegoers dan kritikus, bukan lagi hanya dianggap sebagai film anak-anak, terutama setelah memenangkan banyak piala Oscar.

Keberhasilan trilogi LOTR juga mengubah pandangan berbagai studio yang kemudian memberikan dukungan lebih untuk film-film fantasi.

Trilogi LOTR juga memberi pengaruh dalam realisasi adaptasi novel epik fantasi baik itu ke dalam bentuk film maupun serial TV, sebut saja film Narnia dan serial TV epik fantasi nomor satu saat ini, Game of Thrones.

Tren baru lainnya adalah jadwal rilis tiap tahun untuk film-film yang tergabung dalam sebuah franchise, meniru jadwal rilis trilogi LOTR.

Peter Jackson ketika melakukan syuting LOTR menciptakan strategi dalam membuat sebuah franchise. Pada tahun 2000-an, proyek multi-film dianggap riskan. Terlebih lagi pada saat itu novel LOTR dianggap mustahil untuk difilmkan. Untuk mensiasatiya, Peter Jackson melakukan syuting berkelanjutan untuk satu film selama 16 bulan dan kemudian membaginya menjadi tiga film. Strategi baru ini membuat proyek multi-film menjadi hal yang tidak terlalu ditakutkan lagi.

Andy Serkis as Gollum

Andy Serkis sebagai Gollum Via Screen Rant

Selain menciptakan tren baru, trilogi LOTR juga telah melakukan revolusi animasi komputer pada masanya. Penggunaan teknologi CGI motion capture dalam menciptakan karakter Golum menjadi hal yang sangat revolusioner kala itu. Teknologi inilah yang kemudian berhasil mewujudkan Caesar di trilogi Planet of Apes dan tentu saja Hulk dalam film Avengers.

Selain penggunaan teknologi mo-cap, trilogi LOTR juga menggunakan program komputer dengan kecerdasan buatan (AI) dalam membuat adegan pertarungan besar. Program ini bisa menciptakan kerumunan mulai dari manusia, Orc, hingga kuda yang tiap karakternya bisa dimodifikasi untuk melakukan berbagai gerakan. Revolusi teknologi ini sangat bermanfaat untuk film bergenre serupa.

Terakhir, LOTR yang syuting di New Zealand sangat berkontribusi dalam meningkatkan jumlah wisatawan ke negara tersebut. Terima kasih kepada sinematografi indah yang membuat para pecinta jalan-jalan ngiler ketika menyaksikan trilogi LOTR tersebut.

3. Bowling for Columbine (2002)

film paling berpengaruh

Via IMDB

Disutradarai oleh Michael Moore, Bowling for Columbine berhasil memenangkan piala Oscar dalam kategori Best Documentary Feature dan menjadi film yang sangat berpengaruh baik bagi kondisi sosial politik Amerika maupun bagi film dokumenter.

Film ini memaparkan berbagai isu sosial dan politik yang terjadi di Amerika, seperti obsesi masyarakat terhadap senjata api, tingkat kriminalitas dan kekerasan yang tinggi, dan tentang Amerika Serikat sebagai negara yang suka melakukan agresi.

Bowling for Columbine adalah film dokumenter pertama yang ikut kompetisi utama di festival film Cannes dalam 46 tahun terakhir. Film ini kemudian menang di kompetisi lain secara mutlak, yaitu di festival Anniversary Prize yang ke 55.

Bowling for Columbine juga menjadi film dokumenter pertama yang masuk nominasi dan kemudian menang di acara penghargaan Writers Guild of America (WGA) untuk kategori Best Original Screenplay pada tahun 2003.

Lebih hebatnya lagi, Bowling for Columbine juga sukses secara finansial dengan menjadi film dokumenter terlaris sepanjang masa yang kemudian disalip oleh film Fahrenheit 9/11 yang juga merupakan karya Michael Moore.

4. The Passion of the Christ (2004)

film kontroversial

Via IMDB

Menjadi sutradara, co-producer dan co-writer, Mel Gibson mengaku kalau film yang menceritakan hari terakhir Yesus di bumi ini sangat akurat secara historis. Berkat klaim tersebut dan juga kebrutalan yang ditampilkan, film ini menjadi salah satu film yang paling kontroversial. Tidak sedikit umat Yahudi yang menentang film ini karena dinilai anti semitik seolah-olah menyalahkan semua Yahudi atas apa yang terjadi kepada Yesus.

The Passion of the Christ adalah film rating R (restricted) paling untung sepanjang masa, yaitu  $370 juta pendapatan secara domestik dengan biaya produksi hanya sebesar $30 juta. Ini disebabkan oleh banyaknya umat beragama yang membeli tiket karena meyakini kalau film ini memang menampilkan detik-detik Yesus disalib dengan sangat akurat.

Karena terlalu berlebihan dalam menampilkan adegan sadis dalam menggambarkan pengorbanan Yesus (diperankan oleh Jim Caviziel), The Passion of the Christ mendapatkan re-release untuk waktu terbatas dengan judul The Passion Recut pada tahun 2005. Rilisan baru ini masih memiliki rating R dan merupakan director’s cut yang tidak memasukkan 6 menit adegan sadis penyiksaan.

film paling berpengaruh

Via IMDB

Walau dikelilingi berbagai kontroversi, jelas kalau The Passion of  the Christ dapat dianggap sebagai salah satu film paling berpengaruh di tahun 2000-an terutama bagi film rating R dan juga bagi umat beragama.

5. Avatar (2009)

Film paling berpengaruh di tahun 2000-an

Via IMDB

Film paling berpengaruh di tahun 2000-an terakhir adalah Avatar. Avatar dapat dianggap sebagai karya terbesar seorang James Cameron, tentunya setelah Titanic. Film ini mendapatkan 9 nominasi piala Oscar yang salah satunya untuk kategori film terbaik. Tidak sampai di situ, film ini adalah film terlaris sepanjang masa bahkan hingga saat sekarang yang membuat James Cameron menjadi sutradara dengan dua film terlaris dalam sejarah.

Bukan hanya dari segi penghargaan dan box office saja yang membuat film ini sangat berpengaruh. Avatar yang menghabiskan banyak dana untuk CGI ini berpengaruh besar dalam pengembangan teknologi motion capture ke level yang lebih tinggi yang sampai saat ini sering digunakan, terutama untuk film yang menggunakan banyak CGI.

avatar

Teknologi performance capture Via IGN

Selain itu, teknologi 3D yang berpengaruh besar dalam rekor box office Avatar membuat banyak studio ingin mengkonversi film-film mereka ke dalam bentuk 3D untuk memberikan pengalaman berbeda bagi penonton, plus untuk meraup keuntungan lebih lewat tiket yang lebih mahal.

Itulah 5 film paling berpengaruh di tahun 2000-an. Walau sudah lebih dari satu dekade, pengaruh film-film ini di industri perfilman dan budaya populer masih terasa hingga saat sekarang.

Sumber: filmsite.org, gamesradar.com.

Sedang belajar mengedit tulisan di Mariviu.