Stranger Things, Tayangan Netflix Paling Happening Saat Ini

Stranger Things season 2 menjadi sebuah fenomena baru di Indonesia. Akan tetapi, fenomena ini sudah lebih dulu dialami oleh Stranger Things season pertama yang digadang-gadang menjadi tayangan original Netflix terbaik tahun lalu, menurut salah satu penulis Forbes, Erik Kain. Sebelum kita membahas euphoria Stranger Things season 2, ada baiknya kita membahas apa yang dihadirkan oleh Stranger Things season pertama.

Stranger Things Season 2
Via Action A Go Go

Sekilas, jika dirunut, Stranger Things tidak memiliki formula khusus sehingga bisa mencapai kesuksesan dan menjadi fenomena dalam dunia pertayangan Netflix. Pencipta serial ini – duo bersaudara Matt Duffer dan Ross Duffer – tidak memiliki track record sebagai penulis naskah besar dalam ranah pertelevisian. Mereka hanya pernah menulis beberapa episode untuk serial science-fiction Fox, Wayward Pines.

Pemeran yang terlibat dalam serial ini juga tidak terlalu terkenal, kecuali Winona Ryder yang telah banyak membintangi judul film, seperti Black Swan dan Star Trek. Selain itu, mengambil cerita di sebuah kota fiksi di Indiana pada tahun 1983, serial ini hanya memberikan plot yang juga banyak diadaptasi oleh film-film horor kelas B pada tahun 80an; monster dari dunia lain yang memburu sekelompok anak-anak remaja.

Tetapi, ada beberapa hal yang membuat serial ini patut kalian tonton – daripada acara kompetisi musik dan stand up komedi yang telah menjamur di beberapa TV nasional.

1. Hanya mempunyai 8-9 episode dalam 1 season

Tidak seperti sinetron stripping Indonesia yang membutuhkan ratusan episode sampai sang karakter utama dinyatakan meninggal dan akhirnya kembali dalam keadaan hilang ingatan, Stranger Things hanya mempunyai 8-9 episode dalam 1 season. Matt dan Ross Duffer tahu bagaimana memberikan sebuah tontonan yang penuh kualitas, dibandingkan mengobral kuantitas untuk kepentingan komersial semata. Serial ini menerjemahkan awal, pertengahan, dan akhir cerita dengan sangat baik, serta memberikan pembagian screening yang pas untuk setiap karakter.

Via We are Cult

Pola ini bisa kita lihat dalam Game of Thrones dimana satu musim penayangan hanya membutuhkan 6 sampai 7 episode. Selain itu, pola ini juga telah dikonversi oleh beberapa serial Marvel seperti Jessica Jones dan Daredevil. Semoga saja kita bisa menemukan serial Indonesia yang tidak hanya mementingkan kuantitas banyaknya episode, tetapi kualitas untuk masing-masing episodenya.

2. Nuansa misteri yang mengerikan

Penonton senang memecahkan masalah dan menyukai misteri. Dalam serial ini, bahkan setelah tampilan kredit, kita tidak bisa memecahkan misteri yang ada di dalamnya. Dalam beberapa cara, Stranger Things mengadopsi struktur yang sama dengan yang digunakan oleh The X-Files; memberikan misteri dalam cerita, lalu memberikan potongan-potongan puzzle ketika cerita berjalan sehingga membuat penonton mengerti keseluruhan misteri tanpa memberikan pemecahan misteri yang kongkrit. Hal ini akan membuat penonton merasa tergantung dengan misteri dan memberikan ruang untuk cerita yang nantinya akan bergulir.

3. Banyak referensi terhadap popular culture pada tahun ‘80an

Belakangan ini, Hollywood nampaknya sering melakukan nostalgia terhadap mantan film –film serta hal-hal yang berkaitan dengan tahun 80-90an. 2017 ini, Guardian of Galaxy sudah memberikan playlist lagu nuansa 80-90an. Dan jangan lupakan remake dari film-film jadul Hollywod yang pernah hits pada zamannya. IT, Blade Runner, Alien dan Planet of the Apes merupakan film-film jadul yang di remake atau dilanjutkan pada tahun ini.

Via InStyle

Kita semua senang bernostalgia dan mengingat kenangan-kenangan masa lalu, dan Stranger Things mengetahui hal ini. Season 2 serial ini juga akan lebih banyak menghadirkan referensi popular culture yang pernah merajai perfilman pada tahun 80an. Tetapi, dengan semua referensi dan kemiripannya dengan film-film di masa lalu, serial ini tetap mengedepankan cerita aslinya yang diceritakan dengan sangat menawan.

4. Pemilihan aktor yang tepat

Pemilihan karakter yang belum banyak membintangi serial lain bisa memberikan dampak positif dalam sebuah film. Terkecuali Winona Ryder, semua pemeran utama di serial ini merupakan aktor ‘tanpa nama’ yang memberikan karakter yang dinamis. Kemunculan pertama aktor dan aktris tersebut bisa menguatkan karakter yang dimainkan, kerena mereka belum pernah ‘terlihat’ memerankan karakter lain sebelumnya.

Via Independent

Selain itu, seperti layaknya IT: Chapter One yang telah tayang beberapa bulan yang lalu, ada hal yang baru ketika melihat beberapa remaja memecahkan masalah horor yang terjadi di kota mereka. Hal yang pernah kita baca di Lima Sekawan maupun Sapta Siaga, dengan nuansa yang sedikit lebih Horor.

5. Perpaduan antara humor dan horor

Perpaduan yang pas antara komedi dan horor dalam sebuah cerita misteri akan memberikan dampak menakutkan tetapi menyenangkan untuk ditonton. Sekali lagi, hal ini telah sama-sama kita lihat dalam film IT yang memadukan antara horror dan komedi menjadi sebuah tontonan yang pas untuk diikuti. Hasilnya bisa dilihat dengan pendapatan IT yang memecahkan rekor film horor di box office Amerika.

Via The Verge

Yang pernah membaca buku Goosebumps pasti mengerti tentang perpaduan cerita horor dan misteri yang menyeramkan dengan menyelipkan sedikit komedi pada cerita. Stranger Things juga mengadopsi cerita yang menakutkan, mengerikan, bahkan terkadang menyedihkan, tetapi ada hal yang membuat kita menyeringai dan tersenyum melihat karakter-karakter dalam serial ini. (Sedikit saja spoiler) bahkan tidak pernah ada kekerasan atau kesuraman berlebihan dalam serial ini.

Dengan euphoria dan alasan-alasan di atas, jangan sampai kalian ketinggalan bahan obrolan tentang serial original Netflix paling happening saat ini.

Stranger Things Season 2 sudah selesai tayang di Netflix dan dengan naiknya popularitas serial ini, Season 3 kemungkinan akan hadir pada akhir tahun 2018 atau awal tahun 2019.

 

Avatar photo
Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.

Articles: 853

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *