Film The Housemaid menghadirkan thriller psikologis nan erotik yang dipimpin dengan manis oleh Sydney Sweeney dan Amanda Seyfield. Solid dan menyenangkan dengan segala twist-nya, sayang tak sempat dieksekusi dengan sempurna.
Sinopsis The Housemaid
Keluar penjara, tanpa tempat tinggal, dan menjalani masa percobaan, Millie (Sydney Sweeney) melamar untuk menjadi pembantu di rumah keluarga kaya. Disambut dengan hangat oleh Nina Winchester (Amanda Seyfried), ia akhirnya mendapatkan pekerjaan tersebut dan tinggal di rumah mereka.

Di pagi hari setelah ia pindah, Millie terbangun setelah mendengar teriakan dari dapur. Bergegas turun, ia dituduh oleh Nina membuang cacatan pidatonya. Namun suami Nina, Andrew (Brandon Sklenar) menenangkan Nina dan membela Millie.
Dari tetangganya, ia mengetahui bahwa Nina menunjukkan tanda-tanda penyakit mental. Nina bahkan mencoba mengakhiri hidupnya sendiri serta pernah menenggelamkan anaknya, Cecelia (Indiana Elle) yang waktu itu masih balita. Terkejut dengan hal tersebut, ia mencoba untuk keluar dari rumah itu.
Thriller erotis yang menegangkan
Sutradara Paul Feig didukung oleh Rebecca Sonnenshine sebagai penulis naskah menghadirkan ketegangan demi ketegangan dari buku thriller karya Freida McFaddenn. Sedari awal, penonton bakal dibawa masuk ke rumah keluarga Winchester dan menebak keanehan-keanehan apa yang akan dialami oleh Millie.

10 menit pertama menjadi pembuka. Lanjut dengan menggali misteri pasangan suami istri yang tampak bagaikan couple goals, tapi ada perasaan tak enak yang menyertai. Membuat penonton tetap terjaga di tempat duduk dalam thriller psikologis ini.
Chemistry dan akting Amanda Seyfried dan Sydney Sweeney punya andil besar dalam membuat film ini menyenangkan. Termasuk Sydney sangat berperan dalam menasbihkan film ini sebagai erotic thriller. Menegaskannya sebagai salah satu aktris paling hot dalam beberapa tahun ini.
Plotnya berjalan dengan alur pelan namun tetap dinamis. Meski terkadang ada beberapa momen yang terlalu panjang atau shot tak perlu yang bisa dipangkas untuk membuat film ini terasa lebih padat. Tapi sukses memberikan nuansa gelisah sejak awal cerita.

Mungkin ini yang membuat arahan Feig tak sepenuhnya dibilang sempurna. Setengah awal film cukup menggugah, namun perlahan temponya menurun. Di beberapa adegan hampir sampai ke titik membosankan, namun disetir dengan baik untuk kembali membawa penonton masuk ke dalam cerita.
Plot twist dipapah dengan baik. Walaupun pembaca bukunya bisa menebak, termasuk penonton yang sudah terbiasa dengan permainan pikiran bisa menerka apa yang akan terjadi selanjutnya. Setidaknya Feig menghadirkan alur yang dinamis tanpa mengorbankan keseluruhan plot sembari mempersiapkan penonton untuk kejutan-kejutan di akhir film.
Solid, tapi bisa lebih baik
Freida McFaddenn merupakan penulis buku thriller yang terkenal karena novelnya yang kontroversial. Tak bisa dipungkiri jika Housemaid yang dirilis pada April 2022 merupakan novelnya yang terpopuler, terjual lebih dari dua juta kopi di seluruh dunia.
Bisa dibilang Feig menampilkan gambaran yang diambil langsung dari bukunya sehingga kini pembaca bukunya bisa melihat visualnya dengan seksama. Dipersiapkan untuk penonton dewasa, beberapa adegan tampak dipotong untuk penonton Indonesia meski tak begitu memengaruhi maksud dan inti cerita.
Kisah tentang kekerasan dalam rumah tangga dan betapa rapuhnya wanita yang sering disebut trophy wife di belakang bayang-bayang pria “tampan dan sukses” tersampaikan dengan baik. Pada akhirnya, semua wanita harus bisa mandiri dan mempertahankan dirinya sendiri.
Sama seperti versi bukunya, film ini juga diakhiri secara eksplisit bahwa Millie dan Nina akan kembali hadir dalam film kedua dan ketiga. Mengingat McFadden mengeluarkan seri ini dalam trilogi, diikuti dengan ‘The Housemaid’s Secret’ dan ‘The Housemaid is Watching’.
Versi Paul Feig menampilkan cerita yang menegangkan. Bagi pembaca bukunya, ada sedikit perubahan untuk memberi kesan fresh dalam durasinya yang melebihi 2 jam. Filmnya solid, menyenangkan dan penuh intrik. Tapi kemungkinan besar akan lebih banyak ditonton ketika tampil di OTT atau layanan streaming ketimbang bioskop.




