Jorma Tommila kembali sebagai Aatami Korpi dalam Sisu: Road to Revenge. Sebuah sekuel yang kembali menggambarkan pertarungan tak masuk akal dari mantan tentara Finlandia dalam menghadapi pasukan Nazi paska Perang Dunia II. Sebelas dua belas dengan John Wick lah!
Sinopsis Sisu: Road to Revenge
Dua tahun setelah menemukan emas di Laplah, mantan tentara Finlandia Aatami Korpi (Jorma Tommila) kembali ke rumahnya di Karelia. Untuk mengenang istri dan anaknya yang dibunuh ketika Perang Dunia II, ia membongkar rumahnya dan mengangkut semua kayunya ke sebuah truk.
Pasukan Rusia yang mengetahui bahwa Korpi kembali ke wilayah Rusia memutuskan untuk melepaskan Igor Dragunov (Stephen Lang), orang yang membunuh keluarga Korpi. KGB menyuruh Igor untuk membunuh Korpi dan menuntaskan “apa yang dimulainya”.
Perjalanan Korpi di perbatasan Finlandia mempertemukannya dengan Igor. Ia mengalahkan Igor, tapi tidak membunuhnya. Tak terima dengan kekalahan tersebut, Igor meminta bantuan tim bermotor hingga pesawat tempur untuk mengejar Korpi dan mengincar nyawanya.
Tak banyak omong, eksekusi sempurna
Sekuel Sisu yang dipenuhi ulasan positif pada 2023 lalu kembali dengan gaya khas spaghetti western-nya. Penggambaran stoic, protagonis yang tak banyak bicara, dialog minimalis, serta adegan kekerasan yang datang bertubi-tubi.
Kehadirannya sama dengan film pertamanya; menawarkan adegan-adegan gore yang membabi buta. Masih sebagai penulis dan sutradara, Jalmari Helander memperlihatkan pada kita, jangan tanggung-tanggung jika ingin membuat film yang over the top.
Bahkan tanpa banyak dialog, Road of Revenge mampu menggiring penonton masuk ke dalam dunia Korpi yang brutal dan pantang menyerah. Penonton pun dibuat bersorak ketika ia menghantam dan membasmi tentara-tentara Nazi yang menghalangi niatnya.
Film ini mungkin lebih cocok jika dianggap sebagai parodi. Menggambarkan bagaimana Helander mengolok-ngolok film aksi Hollywood dengan hero-nya yang tak pernah mati. Tapi kini, sarkasme itu dibuat lebih menjadi-jadi, tak kalah seperti di film Bollywood.
Dari keseluruhan sekuens tak masuk akal yang ada di film ini, mungkin yang paling memorable adalah bagaimana ketika Korpi menyelinap di tengah-tengah tentara yang sedang tertidur. Menegangkan, tapi membikin ngilu dengan adegan yang miris mengiris hati.
Lupakan John Wick. Film ini terasa layaknya jika sutradara Fast and Furious membuat ala film Bollywood yang gore dan penuh dengan adegan tak masuk akal. Intinya, Helander tak menganggap semuanya serius. Jadi, bikin aja seberlebihan mungkin.
Konsep Sisu
Sisu sendiri merupakan bagian dari naskah orisinil yang dikembangkan oleh Jalmari Helander. Jika film pertama berlatarkan Perang Lapland antara Finlandia dan pasukan Nazi, film kedua membahas wilayah Karelia yang diberikan oleh Finlandia kepada Uni Soviet paska Perang Dunia II.
Road to Revenge melanjutkan apa yang terjadi pada Korpi dan pertarungannya dengan tentara Nazi. Mengandalkan karakter yang jauh lebih sedikit bicara, film ini memberikan lebih banyak kejutan melalui adegan-adegan dengan skala yang lebih besar.
Film ini masih mempertahankan tema tentang Sisu, konsep dari Finlandia yang menggambarkan tekad yang memberikan kekuatan untuk melampaui batas seseorang untuk bertahan hidup. Ada pula selipan tema tentang keluarga, ketika Helander membawa penonton mengenal lebih dekat dalam karakter dan latar belakang Korpi.
Sekali lagi, film ini bukan tontonan anak-anak. Bahkan dengan sensor Indonesia, film ini memperlihatkan adegan yang bikin ngilu. Untungnya, film ini tak mendapatkan sensor berlebihan atau pemotongan adegan ketika dirilis di Tanah Air.
Penonton Sisu: Road to Revenge mungkin bakal terpecah: ada yang menganggap Korpi keren dengan segala kebrutalannya, atau penonton yang menertawai segala adegan lebai yang ditawarkan. Namun apapun itu, menonton film ini jauh dari kata membosankan.