Stephen Curry memproduseri film Goat sebagai bentuk biografi tersembunyi dari kisahnya sebagai seorang atlet professional. Menggandeng cameo dari pemain NBA dan aktor-aktor tenar Hollywood, film komedi berlatar olah raga ini jadi alternatif tontonan yang menarik bersama keluarga.
Sinopsis film Goat
Will (Caleb McLaughin) adalah kambing jantan yang sering diremehkan karena tubuhnya yang kecil. Ia dari dulu ingin menjadi pemain roarball karena terinspirasi dari idolanya si macan, Jett Fillmore (Gabrielle Union) yang bermain di klub Thorn.
Ketika bertaruh melawan Mane Attraction (Aaron Pierre), MVP dan pemain Magma, ia kalah walaupun sudah diberi keunggulan di awal. Namun rekaman video dimana ia melakukan ankle breaking terhadap Will trending di media sosial.
Jett meminta Flo (Jennifer Lewis) untuk mencarikan bakat baru karena Thorn yang belum pernah menang di musim tersebut. Melihat video tersebut, Flo langsung mengontak Will bermain untuk Thorns. Perjalanan Will pun dimulai dari bangku cadangan.
Cerita sederhana from zero to hero
Film Goat dikembangkan berdasarkan cerita kehidupan Stephen Curry, legenda basket yang kini bermain di Golden State Warrior. Curry yang juga sering dijuluki sebagai “Goat” dari skena basket dunia menjadi produser sekaligus pengisi suara di film ini.
Animasinya dikembangkan oleh Sony Pictures imageworks. Jadi jangan heran jika kualitas visual dan sinematografinya hampir mirip dengan Spider-Man: Into the Spider-Verse (2018) dan KPop Demon Hunters (2025).
Jualan film ini tentunya kedekatan ceritanya dengan latar belakang Curry yang berasal dari orang-orang yang diremehkan. Sebuah cerita from zero to hero yang ringan dan menyenangkan untuk diikuti.

Mengingat film ini dipasarkan untuk semua umur, jangan harap jika cerita yang kompleks. Plot yang ditawarkan terasa sederhana, mengungkapkan bagaimana cara Will menempuh jalan sebagai atlit pro sembari menepis keraguan orang-orang atas kemampuannya.
Film ini memang menyasar penggemar NBA. Mengingat alur ceritanya tak jauh berbeda ketimbang film bertemakan sport lainnya; rooster yang sedang naik daun disandingkan dengan bintang yang sedang meredup.
Selain didukung aktor-aktor yang sedang naik daun, film ini semakin menarik karena Curry mengajak deretan pebasket lainnya untuk mengisi suara di film ini. Termasuk Dwyane Wade, Kevin Love, sampai dengan pebasket WNBA A’ja Wilson dan Angel Reese.
Adaptasi cerita Stephen Curry
Goat terasa spesial karena film ini merupakan salah satu adaptasi dari kehidupan Stephen Curry. Awalnya diremehkan karena tubuhnya yang kecil dan dianggap tak cocok untuk menjadi pemain basket sampai jadi salah satu pebasket terpopuler di NBA.
Sama seperti keinginan Curry saat merilis film ini, Goat ditujukan sebagai cerita yang menginspirasi dan cocok ditonton bersama keluarga. Mengajarkan untuk berani bermimpi dan pentingnya kerja sama untuk meraih kesuksesan.

Ceritanya ringan dan cenderung sederhana. Bukan makanan bagi penonton yang menginginkan film yang rumit atau penuh dengan konflik berat. Setidaknya menyenangkan untuk ditonton bersama anak-anak dan remaja.
Film Goat memang tak menjanjikan cerita di luar dugaan atau nostalgia layaknya Zootopia 2 (2025). Tapi ini punya momen tersendiri bagi penikmat basket atau kamu yang ingin memperkenalkan basket yang menyenangkan buat anak-anak atau keponakan.




