Film Blood Brothers: Bara Naga jadi box office teranyar Malaysia yang tayang di Indonesia. Dengan embel-embel film terlaris di Malaysia tahun ini, penonton Tanah Air bakal dijejalkan adegan aksi yang setara film Hollywood.
Sinopsis Blood Brothers: Bara Naga
Dua bersaudara Ariff (Syafiq Kyle) dan Jaki (Syazwan Zulkifly) tumbuh dengan Ghaz Sharnaaz Ahmad) sebagai sahabat yang besar di lingkungan yang kelam. Meninggalkan Jaki, Ariff dan Ghaz akhirnya masuk ke sebuah organisasi mafia terbesar di Malaysia, bernama Naga.

Berada di dalam organisasi tersebut, Ghaz menikah dengan Sheila (Amelia Henderson), anak Perempuan dari salah satu pendiri Naga. Namun di malam pertama, Sheila mati dibunuh dengan racun. Ariff yang menjadi orang kepercayaan Ghaz malah dituduh sebagai pembunuhnya.
Ariff yang tak terima berusaha kabur sekaligus mencari tahu siapa pembunuh Sheila. Dengan kemunculan kembali Jaki, Ariff pun mencari rekaman kamera tersembunyi yang ada di kamar Sheila sembari menghindari kejaran Ghaz.
Dipenuhi aksi dengan klimaks 15 menit
Dengan kebudayaan dan Bahasa yang tak jauh berbeda, film Malaysia memang bisa jadi salah satu tontonan yang menarik untuk disaksikan. Apalagi mengusung genre aksi dengan adegan-adegan yang tak main-main.

Filmnya berjalan dengan runut, dimana plot mengalir dengan dinamis diselingi berbagam adegan aksi spektakuler. Tentu membuat film ini jauh dari kata menjemukan atau terjebak dalam drama yang membosankan.
Mungkin keunggulan dari film ini adalah deretan aksi yang disisipi di berbagai bagian narasi. Mulai dari adegan adu jotos yang menegangkan sekaligus bikin ngilu, total ada 13 adegan aksi kelas wahid yang jadi daya tarik film ini.
Tak main-main, ada tujuh adegan ledakan yang tersaji. Tak bergantung pada efek komputer, semua adegan merupakan praktikal efek untuk memberikan nuansa realistis. Membuatnya tak kalah dengan film aksi Hollywood, deh.

Tak hanya dari segi kualitas, kuantitas aksinya pun patut diacungi jempol. Selain set piece yang megah, Blood Brothers ditutup dengan 15 menit adegan klimaks, disebut-sebut sebagai adegan aksi paling intens dan sinematik dalam sejarah perfilman Malaysia.
Udah jadi box office di Malaysia
Bersama sutradara handal Syafiq Yusof, film ini merupakan debut penyutradaraan pertama dari Abilash Chandra. Ia menggandeng Ricky Lionardi, composer berbakat asal Indonesia untuk mendesain musik dan beat di dalam film.
Dengan kesuksesannya di Negeri Sembilan, Yusof Haslam yang bertindak sebagai produser menyebutkan bahwa pihaknya telah mempersiapkan sekuel film sekaligus novelisasi dari cerita Bara Naga.
Untuk sekelas film aksi, Blood Brothers memang tak main-main. Totalitas aksinya menjanjikan sebagai tontonan buat penonton Tanah Air. Tak heran, bahkan menjadikannya sebagai film terlaris di Malaysia tahun ini.
Namun memang Bara Naga tak mengangkat cerita yang kompleks maupun tema berbelit-belit. Ada plot twist yang muncul di dalam cerita, tapi tak susah untuk menebak alur plot serta twist yang terkandung di dalamnya.
Dengan titel Blood Brothers sebagai box office di negara tetangga, film ini bisa jadi alternatif untuk penonton bioskop di Indonesia. Apalagi film Tanah Air saat ini masih dipenuhi dengan genre horror, drama, dan komedi.




