Film Bad Genius versi Hollywood yang disutradarai oleh J.C. Lee akhirnya bisa dinikmati di bioskop Tanah Air. Bukan adaptasi yang sepenuhnya memberikan menawarkan cerita baru, tapi ada sebuah penyegaran yang menarik dalam latar baru di sistem pendidikan Amerika.
Sinopsis film Bad Genius
Lynn (Callina Liang) adalah seorang siswi jenius yang diterima di sekolah swasta kelas atas melalui beasiswa. Karena kepintarannya, ia didekati oleh Grace (Taylor Hickson), siswi yang bercita-cita menjadi aktris, menggodanya untuk memberikan contekan supaya mendapatkan nilai bagus.

Demi menolong temannya, Lynn melakukan berbagai cara untuk membantu Grace, termasuk mengakali guru dan memberikan contekan ketika ujian sedang berlangsung. Lama kelamaan, semakin banyak siswa yang meminta pertolongan dan contekan dari Lynn.
Akibat kecemburuan siswi lainnya yang melaporkan perbuatan curangnya, beasiswa Lynn pun dibatalkan. Ia akhirnya merasa bersalah telah mengecewakan ayahnya, Meng (Benedict Wong). Bagaimana nasib Lynn selanjutnya?
Adaptasi yang (lumayan) berhasil
Bad Genius versi Amerika ini merupakan yang adaptasi ketiga (atau keempat jika dihitung versi serial Filipina) setelah versi aslinya dan India berjudul Farrey (2023). Masih menggunakan narasi tentang Pendidikan serta mengusung tema heist yang mendebarkan.
Hadir sebagai penulis naskah sekaligus melakukan debut penyutradaraannya, J.C. Lee mempertahankan apa yang membuat film ini populer. Penonton bakal mendapatkan alur cerita dan adegan bertemakan pencurian yang jenaka.

Faktor yang membuatnya menyenangkan termasuk karakter yang kuat dan punya daya tarik masing-masing. Protagonis Lynn yang diperankan dengan apik oleh Callina, sementara Grace adalah si penipu yang bijaksana namun memiliki layer emosional yang cukup dinamis.
Dari pertengahan di akhir, film ini menawarkan sesuatu yang berbeda. Sebuah peningkatan, mengingat edisi terbaru ini menghadirkan akhir yang lebih memuaskan dan disesuaikan dengan alur film yang menegangkan. Bahkan mungkin bisa dibilang kisah Lynn berakhir dengan cara yang lebih realistik ketimbang versi aslinya.
Plot mudah tertebak, tapi ada penyegaran
Sebagai sebuah film remaja yang populer sejak dirilis pada 2017 lalu, Bad Genius sudah diadaptasi jadi berbagai versi. Sehingga tak ada keharusan cerita Lynn untuk kembali ‘diperkosa’ dengan alur yang tak terlalu jauh berbeda.
Di satu sisi, Lee memberikan nuansa yang baru untuk remake versi Amerika ini. Walaupun secara garis besar, ia tak secara mendalam menggali lebih dalam representasi budaya Lynn maupun Bank sebagai keturunan Asia di sekolah kelas atas di Amerika.
Namun masalah klise bagi sebuah adaptasi adalah tentunya progresi plot yang sudah kentara. Penonton sudah tahu kemana protagonis dan ceritanya akan dibawa. Walaupun di film ini, ada nilai-nilai baru yang ditawarkan guna membuatnya terasa lebih fresh ketimbang versi aslinya.
Secara keseluruhan, tema dan plot yang ditawarkan mudah dipahami, apalagi bagi penonton yang sudah menonton adaptasi sebelumnya. Tapi ada sentuhan baru yang membuat film Bad Genius versi Hollywood ini masih cukup menyenangkan untuk ditonton kembali, apalagi bagi penonton baru.




