Review Film The Mule (2019) – Clint Eastwood Masih Belum Habis

Bagi yang belum tahu, film The Mule (2018) terinspirasi dari artikel New York Times yang berjudul “The Sinaloa Cartel’s 90-Year Old Drug Mule” karya Sam Dolnick. Film ini ditulis oleh Nick Schenk (Gran Torino, Narcos) dan yang paling menarik, film ini disutradarai sekaligus dibintangi oleh Clint Eastwood sendiri sebagai pemain utamanya.

Earl Stone (Clint Eastwood), kakek 90 tahun, mempunyai kehidupan yang indah menurutnya tapi tidak menurut keluarganya. Pernikahannya dengan Mary (Dianne Wiest) hanya bertahan sepuluh tahun. Karena terlalu memprioritaskan hasrat untuk berbisnisnya ketimbang urusan keluarga, ia di-kick out oleh keluarganya sendiri. Ia juga dibenci oleh putrinya Iris yang diperankan oleh Alison Eastwood anak dari Clint Eastwood. Hanya cucunya, Ginny (Taissa Farmiga), yang menyayanginya.

Di masa tuanya, Earl yang tidak lagi bekerja hanya menjalani hobinya yaitu berkendara dengan truk kesayangannya ke hampir seluruh negara bagian di Amerika. Diasingkan oleh keluarganya sendiri, Earl ingin menebus masa lalunya dan ingin membahagiakan Ginny yang berujung membuatnya menerima pekerjaan mencurigakan dari kartel Meksiko, yaitu menjadi kurir narkoba.

review film the mule indonesia
via IMDB

Sangat luar biasa memang, di umur yang telah menginjak 88 tahun, Clint Eastwood masih mampu menyutradarai sekaligus membintangi sebuah film. Dan ini semakin luar biasa karena film The Mule sukses membawa sang aktor dan sutradara peraih Oscar kembali ke “atas” setelah kurang memuaskannya film The 15:17 to Paris.

Gaya khas dari Eastwood yang selalu bisa menciptakan film dengan pace yang relatif lambat namun tetap engaging sangat terasa di film ini. Adegan-adegan tersebut juga diisi dengan ciri khasnya sebagai “orang lama” dari daerah bagian Barat Amerika. Ketika Earl mengemudi dalam perjalanan sungguh menarik dengan carpool karaoke lagu lawas sambil memperlihatkan pemandangan cantik dari Amerika bagian Barat.

review the mule movie indonesia
Via IMDb

Akting sang ikon juga patut diacungi jempol karena di keseluruhan film ia dapat membuat penonton merasakan ketegangan dari pekerjaan kurir narkoba, tawa lewat lelucon-leluconnya dengan peran-peran kartel Meksiko, maupun haru yang mendalam dan sangat menyentuh dari permasalahan yang dihadapi karakternya, Earl.

Clint Eastwood sangat bisa memerankan kakek-kakek (pastinya) veteran perang tanpa satu pun catatan kriminal yang ingin menebus kesalahan masa lalu terhadap keluarga dan berusaha untuk bisa hadir di acara pernikahan cucunya. Penampilan Eastwood yang apik dalam memerankan karakternya yang menarik simpati menaikkan intensitas ketegangan setiap Earl melakukan “rutinitas barunya” yang berbahaya.

ulasan film the mule cint eastwood
via IMDb

Seperti salah satu adegan yang ada di trailer ketika Earl penasaran dengan paket yang ia antar dan kemudian menemukan puluhan kilogram narkoba di dalamnya. Di saat yang bersamaan, ada polisi yang sedang berpatroli ikut menepi dan menegurnya. Ketegangan semakin menjadi-jadi ketika anjing pelacak ikut ambil bagian. Sebuah adegan thriller yang dieksekusi dengan sangat baik.

Scoring film The Mule sangat selaras dengan sinematografinya yang memperkuat pengalaman selama menonton dan menjadikan adegan tetap tegang, emosional dan menarik.

Film The Mule semakin sedap ketika pasangan detektif Amerika yaitu Colin Bates (Bradley Cooper) dan Trevino (Michael Pena) muncul menginvestigasi kartel Meksiko yang berhubungan dengan Earl. Setiap adegan yang dimainkan Cooper (yang juga pernah bekerja sama dengan Eastwood dalam film American Sniper) sebagai detektif sangat intens dan solid.

ulasan film the mule bradley cooper
via IMDb

Sayangnya, walau memiliki cast yang solid, ada beberapa peran pendukung lain, misalnya istri Earl, yang menurut saya belum bisa dikatakan sempurna. Ada momen sedih yang membuat penonton akan berekspektasi tinggi namun terasa datar dan biasa saja karena dialog yang tidak klimaks dan penampilan yang kurang maksimal.

‘Uang bukan segalanya’ dalam film The Mule

Hampir sama dengan kisah orang baik menjadi bandar narkoba, contohnya serial TV Breaking Bad, film The Mule menceritakan tentang uang bukanlah segalanya.

Earl senang karena hobi menyetirnya mampu menghasilkan easy money ribuan dollar. Meskipun ia tahu bahwa pekerjaan ini termasuk kriminal, Earl sudah di betah di comfort zone dan berpikir uang mampu membantunya sebagai pria tua yang telah diasingkan untuk memenangkan kembali hati keluarganya dan membantu teman-temannya.

review film the mule bahasa indonesia
Via IMDB

Semua demi “membeli” momen yang telah hilang bersama keluarganya. Tapi ternyata tidak, money can’t buy happiness. Apalagi uang haram.

Film ini sangat mengingatkan dan mengajarkan kita bagaimana keluarga adalah yang terpenting. Jangan sampai kita kehilangan keluarga hanya karena ingin melakukan apa yang kita sukai, karena penyesalan akan selalu datang belakangan. Uang akan selalu habis tetapi momen bersama keluarga bertahan selamanya.

Film The Mule akan tayang di bioskop pada 30 Januari 2019 di seluruh Indonesia.

Rating: 3.5/5


Genre: Crime, Drama, Thriller

Sutradara: Clint Eastwood

Penulis: Sam Dolnick (inspired by) Nick Schenk (screenplay)

Bintang: Bradley CooperClint EastwoodManny Montana, Dianne Wiest

Avatar photo
Rizky Putri Maulina

Learning to be Writter

Articles: 21

No comments yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *