Review Film The Marsh King’s Daughter (2024): Adaptasi Thriller Misteri

Film The Marsh King’s Daughter merupakan adaptasi dari novel fiksi berjudul sama. Menghadirkan sebuah tontonan thriller psikologis penuh misteri yang cukup menegangkan, walaupun masih belum bisa melampaui sumber aslinya.

Sinopsis film The Marsh King’s Daughter

Helena (Daisy Ridley) tumbuh besar di hutan bersama Jacob (Ben Mendelsohn), ayahnya yang sering mengajaknya berburu serta ibu (Caren Pistorius) yang ia pikir selalu marah kepadanya. Sang ibu lalu membawanya pergi meninggalkan ayahnya, dan ayahnya akhirnya dipenjara.

Daisy Ridley sebagai Helena
via Lionsgate

Beranjak dewasa, ia baru menyadari bahwa Jacob adalah Marsh King yang menculik ibunya, dua tahun sebelum ia lahir. Sang ibu lalu menikah dengan polisi Clark Bekkum (Gil Birmingham) yang turut menangkap ayahnya.

Ia tumbuh dengan merahasiakan siapa orang tuanya dan menikah dengan Stephen (Garrett Hedlund). Setelah 20 tahun berselang sejak ditangkap, ayahnya kabur dari penjara. Helena yang paham dengan karakteristik ayahnya merasa ketakutan sang ayah akan mengunjunginya

Thriller psikologis

Film The Marsh King’s Daughter menceritakan tentang seorang anak yang tumbuh besar dengan seorang pencuri yang ia anggap menjadi ayah yang baik. Hingga pada akhirnya dia mengetahui bahwa ayah yang dipercayainya bukan orang yang sebaik ia kira.

Brooklyn Prince dan Ben Mendelsohn di film The Marsh King's Daughter
via Lionsgate

Untuk sebuah film thriller psikologis, kamu perlu bersiap dengan rasa ga nyaman ketika menonton film ini. Jangan lupa beberapa adegan jump scare yang bisa membuat jantung berdebar kencang. Namun sayang ketegangan hanya tampak di pertengahan cerita sementara bagian ending terkesan terburu-buru.

Sama seperti novelnya, ceritanya menarik, cuma terasa tak dieksekusi dengan baik. Begitu pula dengan visual yang menurut kami biasa saja. Bisa dibilang film ini lebih banyak bertumpu pada kapasitas akting Ridley dan Mendelsohn.

Dua karakter utama berjaya meski dengan alur cerita yang kurang menghentak. Ridley dengan gagah menggambarkan wanita yang mencoba untuk lepas dari masa lalunya, serta Mendelsohn mampu memerankan ‘monster’ sekaligus seorang ayah yang tetap ingin melindungi anaknya.

Daisy Ridley sebagai Helena dan Ben Mendelsohn sebagai Jacob
via Lionsgate

Sebagai pemikat film ini, konfrontasi Ridley dan Mendelsohn menarik untuk diikuti. Namun di sisi lain, ada penghalang tak terlihat antara Ridley dan Garrett Hedlund, jauh dari chemistry pasangan yang telah lama bersama.

Kehilangan feel

Buku ini diadaptasi dari buku berjudul sama karya Karen Dionne. Novel thriller psikologis yang terbit pada tahun 2017 ini telah diterjemahkan ke lebih dari 27 bahasa serta memenangkan penghargaan Best Novels dari Barry Awards di tahun yang sama.

Gil Birmingham sebagai Clark di film The Marsh King's Daughter
via Lionsgate

Sama seperti When the Crawdads Sing (2023), memang susah untuk mengalihwahanakan sebuah buku. Apalagi jika buku tersebut terkenal karena keelokan bahasa dan cara ia mengajak pembaca untuk masuk ke ruang imajinasi dalam mengenal lebih dekat karakternya.

Berada di belakang kursi sutradara, Neil Burger terbuai dengan premis yang terlalu kuat, hingga mengabaikan pace yang berantakan. Sementara naskah dari Elle Smith dan Mark L. Smith belum kokoh menghadirkan kesan menegangkan dengan dialog yang (mungkin) terkadang cheesy.

Daisy Ridley di film The Marsh King's Daughter
via Lionsgate

Build up yang lama untuk membawa penonton mengerti tentang kehidupan Helena dan kesan mencekam bisa ditemukan di beberapa aspek. Tapi hilang timbul dan memudar saat babak ketiga berjalan dengan plot twist yang sudah dibocorkan lebih dulu pada trailer.

Film The Marsh King’s Daughter bisa jadi tontonan yang menarik bagi penonton yang ingin merasakan thriller psikologis serta misteri yang bikin deg-degan. Atau kamu bisa membaca novelnya untuk mendapatkan pengalaman yang lebih baik.

Genre: Thriller

Sutradara: Neil Burger

Penulis Naskah: Elle Smith, Mark L. Smith

Pemain: Daisy Ridley, Ben Mendelsohn, Gil Birmingham

Avatar photo
Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.

Articles: 853

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *