Rela menjadi pemuja setan untuk kesenangan dunia yang sementara seseorang juga harus rela dengan konsekuensinya. Mungkin itulah hal yang akan terpikirkan ketika menonton film Sebelum Iblis Menjemput. Disutradarai oleh Timo Tjahjanto yang memang terkenal ahli dengan adegan sadis dan penuh darah, film ini lebih fokus menampilkan dampak buruk dari pemujaan setan dengan bunyi tulang retak yang bikin ngilu dan prilaku abnormal dari orang yang kesurupan daripada menguatkan kesan tabu dari sebuah pemujaan setan.
Film Sebelum Iblis Menjemput berpusat pada Alfie (Chelsea Islan). Ia membenci ayahnya, Lesmana (Ray Sahetapy), karena masa lalu keluarga mereka yang kelam. Sang ayah kemudian tiba-tiba bangkrut dan dijangkiti penyakit misterius. Ini membuat Alfie bertemu dengan keluarga tirinya yang hanya memikirkan harta warisan. Penasaran dengan masa lalu sang ayah, Alfie dan keluarga tirinya kemudian pergi ke sebuah villa yang disebut-sebut sebagai harta terakhir keluarga mereka. Namun ternyata misi ini membuat mereka terlibat dengan sebuah kekuatan jahat konskekuensi dari ritual sesat yang dilakukan oleh Lesmana di masa lalu.
Sengaja atau tidak, film Sebelum Iblis Menjemput memiliki beberapa kemiripan dengan film horor tersohor lainnya. Seperti gerakan memanjat dinding a la The Exorcist atau bisikan setan yang membuat penghuni rumah terpencil menjadi gila seperti di Evil Dead. Namun yang paling menarik adalah lagu klasik yang membuat suasana tidak nyaman dan selendang si selir setan yang mengingatkan kepada kisah Ibu di film Pengabdi Setan. Bisa saja ini hanyalah sebuah tribute kepada film horror terlaris di Indonesia itu atau mungkin ini adalah sebuah tease agar penonton berteori kalau dua film horror ini berada dalam satu semesta, “pemuja setan cinematic universe”.
Untungnya semua hal tersebut bukan sekedar kemiripan belaka karena sang sutradara berhasil menampilkannya dalam berbagai adegan horror dengan gayanya sendiri. Selain itu, bukan berarti kalau film Sebelum Iblis Menjemput tidak bisa menampilkan hal yang orisinal. Mulai dari premisnya, hingga berbagai adegan sadis berdarah-darah dengan kepala putus cukup fresh untuk sebuah film bergenre horor.
Penampilan para pemerannya cukup apik. Chelsea Island an Pevita Pearce total menampilkan kegilaan yang terjadi ketika setan menyerang akal sehat mereka dengan bisikan sesatnya. Belum lagi berbagai adegan sadis yang menuntut kekuatan fisik dan mental mereka. Akting Samo Rafael sebagai Ben juga mencuri perhatian. Hanya saja, para aktor ini terlihat masih melakukan blunder dan tidak konsisten dalam menampilkan kondisi fisik karakter mereka yang sudah babak belur. Mungkin adrenalin sedang tinggi-tingginya sehingga mereka tidak merasakan sakit lagi.
Selain itu film Sebelum Iblis Menjemput juga masih belum lepas dari hal-hal klise yang akan membuat penonton bertanya-tanya, seperti respon para karakter yang lambat dalam bertindak dan keputusan bodoh yang telah biasa hadir dalam film horror.
Film ini bertempo relatif lambat di beberapa adegan dan adegan tersebut berhasil dimanfaatkan untuk membangun suasana tidak nyaman untuk memaksimalkan serangan horror film ini kepada penonton.
Kurang tabu namun bikin ngilu
Walaupun bertema pemujaan setan, film Sebelum Iblis Menjemput kurang berhasil dalam memberikan kesan tabu yang kuat dari sebuah pemujaan setan. Pemujaan setan dalam film ini kurang narasi tentang sekte sesat yang melakukan ritual terlarang, seperti yang sukses dilakukan oleh film Pengabdi Setan. Tapi ini bukanlah hal yang mengganggu karena memang film ini lebih fokus dalam menampilkan konsekuensi dari melakukan perjanjian dengan setan.
Apa konsekuensi dari menjadi budak setan ini menjadi sajian utama dalam menghadirkan kengerian di tengah-tengah penonton. Mulai dari bisikan setan yang membuat seseorang kehilangan akal sehat, perilaku abnormal ketika dirasuki, hingga terror setan yang menghantui para protagonist ketika si makhluk terkutuk menagih janji penyembahnya.
Sajian horror tersebut ditampilkan dalam bentuk jump scare, gerakan akrobatik ganjil dan suara garuk dari orang yang kesurupan, dan tentu saja adegan gory yang membuat ngilu dengan bunyi tulang patahnya yang memang dikuasai oleh sang sutradara. Walaupun film ini berhasil memberikan kengerian lewat berbagai adegan sadisnya, namun ada beberapa adegan tersebut yang malah membuat gagal klimaks karena penggunaan CGI yang relatif jelek.
Terakhir, ada satu hal yang paling mengganjal dan membuat tidak nyaman ketika menonton film Sebelum Iblis Menjemput. Pemeran Alfie kecil lebih mirip dengan Maya (Pevita Pearce) ketimbang Alfie dewasa (Chelsea Islan). Apakah Maya dan Alfie sebenarnya adalah dua orang yang ruhnya tertukar? Just kidding, but they do uncomfortably look alike.
Rating: 3/5
Genre: Horror
Sutradara: Timo Tjahjanto
Writer: Timo Tjahjanto
Cast: Chelsea Islan, Pevita Pearce, Ray Sahetapy, Samo Rafael, Karina Suwandhi, Ruth Marini