fbpx

Review Film Revenge (2017) – Film Rape-Revenge yang Brutal dan Penuh Darah

Film revenge

Film Revenge muncul seperti salah satu bentuk gerakan #metoo dan #timesup yang menginginkan pelecehan terhadap wanita berhenti. Diarahakan seorang sutradara wanita bernama Coralie Fargeat, film ini mengusung subgenre rape-revenge untuk menampilkan kekejaman sebuah pemerkosaan dan juga konsekuensi dari kejahatan bejat tersebut. Tidak ada yang tahu sampai mana batas fisik dan mental seorang wanita ketika hasrat untuk balas dendam dan bertahan hidup telah berkobar.

Sama halnya dengan film bergenre rape-revenge lainnya, premis film ini cukup sederhana, yaitu usaha Jen (diperankan dengan meyakinkan oleh Mathilda Anna Ingrid Lutz) untuk balas dendam terhadap sampah yang melecehkannya secara fisik dan mental. Jen, sang tokoh utama, digambarkan sebagai wanita muda seksi yang polos dan ingin hidup enak penuh gairah dengan menjadi selingkuhan Richard (Kevin Janssens), seorang pria kaya beristri.

Richard yang arogan namun berhasil memikat hati Jen membawa sang wanita ke rumah mewahnya. Kehidupan cinta terlarang keduanya berjalan mulus penuh nafsu hingga dua teman Richard, Stan dan Dimitri, datang dan membuat Jen menerima pelecehan seksual. Lebih buruknya lagi, Richard dan teman-teman yang memang ingin pergi berburu malah mengejar Jen untuk menghilangkan bukti kejahatan mereka. Dengan berbagai luka yang diterimanya, Jen mencari keadilan dan menuntut balas dendam brutal atas apa yang ia terima.

Film Revenge adalah film prancis yang menjadi debut Coralie Fargeat sebagai sutradara dan screenwriter. Disutradarai oleh wanita, film ini berhasil menggambarkan apa yang bisa dilakukan oleh seorang wanita untuk balas dendam kepada para lelaki yang melecehkannya. Film ini menampilkan aksi balas dendam penuh darah, brutal, memutar perut, dan juga menegangkan pada saat bersamaan.

review film revenge 2017

Richard dan Jen, Via IMDB

Revenge intens dan relatif sulit untuk ditonton, in a good way. Walaupun tidak eksplisit di adegan pemerkosaan, film ini berhasil menyampaikan bejatnya sebuah pemerkosaan melalui suara dan dampak psikis yang dialami Jen. Sedangkan adegan gory ditampilkan dengan jelas dengan efek yang keren tanpa ditutup-tutupi seolah menggambarkan apa yang mungkin bisa terjadi jika wanita balas dendam dan apa yang pantas diterima oleh pelaku pelecehan seksual. Adegan-adegan tidak mengenakkan ini anehnya berhasil memberikan rasa puas berkat balas dendam yang dilakukan Jen.

Cast film Revenge minim (hanya empat orang) dan pas. Mereka berhasil menampilkan karakter yang tidak monoton. Para pria tidak selalu diperlihatkan sebagai pria brengsek di sepanjang film. Beberapa adegan memperlihatkan kalau mereka adalah orang yang cukup baik dan ada titik balik yang kemudian membuat karakter mereka berubah atau memang memunculkan watak asli yang brengsek dan nafsuan.

revenge movie cast

Stan, Via IMDB

Namun, karakter Jen adalah yang paling menonjol. Ia sangat menarik karena di awal ia terlihat seperti tipikal wanita seksi yang polos, lemah dan tidak bisa apa-apa. Siapa sangka wanita yang mungkin di mata sebagian lelaki hanya terlihat sebagai barang sekali pakai yang gampang terintimidasi dengan kejantanan bisa melakukan hal-hal yang berlawanan dengan stereotipnya. Dalam diam dan lumuran darah, Jen berubah dari eye candy menjadi seorang petarung dengan melawan berbagai rintangan yang menghancurkan fisik dan mentalnya.

Semuanya hanyalah fantasi

Minor spoiler alert! Walaupun sangat memuaskan, ada yang menarik dengan adegan bertahan hidup dan balas dendam yang ditampilkan. Revenge mengundang multiinterpretasi dengan menampilkan hal-hal yang tidak masuk akal. Banyaknya darah yang berceceran dan luka yang seperti cepat sembuh terlihat tidak konsisten dan muluk-muluk. Manusia biasa mungkin tidak akan sanggup bertahan hidup setelah mengalami tantangan fisik yang dialami Jen. Ini mungkin saja sebuah blunder, atau tidak.

review film revenge

Via IMDB

Candu yang menolong Jen melewati masa kritisnya mungkin bisa menjawab pertanyaan ini. Candu itu membuat Jen mengalami perjalanan spiritual ketika mengobati lukanya. Ini bisa menjadi bukti kalau semua aksi balas dendam yang ia lakukan hanyalah fantasi akibat pengaruh candu tersebut. Tentu saja ini juga menjelaskan kenapa luka parah yang ia terima seolah tidak begitu berarti.

Namun tidak tertutup juga kemungkinan kalau narkoba itulah yang membantunya mengatasi semua rasa sakit fisik yang ia alami. Terlebih lagi, aneh rasanya jika film Revenge yang feminist dan juga ditulis oleh wanita akan menekankan kalau balas dendam atas pemerkosaan hanyalah fantasi belaka.

Jika kamu suka film seperti I Spit on Your Grave yang penuh dengan adegan gore yang tidak main-main, Revenge bisa masuk ke dalam daftar tontonanmu.

Rating: 3.5/5


Genre: Action, Horror, Thriller

Sutradara: Coralie Fargeat

Penulis: Coralie Fargeat

Cast: Matilda Anna Ingrid LutzKevin JanssensVincent ColombeGuillaume Bouchède

Review Overview
  • Rating Film
3.5

Kesimpulan

Walau banyak adegan yang terlihat tidak realistis, Revenge berhasil menampilkan adegan balas dendam yang memuaskan, penuh darah, sadis dan tidak main-main.

Sending
User Review
5 (1 vote)

Sedang belajar mengedit tulisan di Mariviu.