Film Love and Leashes mengangkat isu orientasi seksual BDSM yang beberapa kali sering menjadi tema untuk film erotis Hollywood. Tapi bukannya mempertontonkan sisi erotisme dari BSDM, film ini mengambil arah yang mungkin lebih aman; sebagai suara untuk orang-orang yang menyukai BDSM.
Sinopsis film Love and Leashes
Menceritakan tentang Jung Ji-woo (Seohyun), pegawai sebuah perusahaan besar yang dianggap terlalu disiplin dan pemarah oleh rekan kerjanya. Hingga datanglah Jung Ji-hoo (Lee Jun-young), pegawai yang baru dipindahkan ke divisi tempat Ji-woo bekerja. Ji-woo pun merasakan ketertarikan kepada Ji-hoo.
Karena nama yang hampir sama, ia mendapatkan paket yang sebenarnya ditujukan kepada Ji-hoo. Ia terkejut ketika membuka paket tersebut yang berisikan sebuah kalung rantai. Ji-hoo pun memohon kepada Ji-woo untuk tidak menceritakan hal tersebut kepada orang lain.
Ji-woo menyadari bahwa Ji-hoo menyukai hal-hal berbau BDSM. Ia pun tertarik untuk bermain peran dengan Ji-hoo. Ji-hoo yang ternyata juga menyukai Ji-woo langsung menyetujui tawaran tersebut dan bertindak sebagai ‘pelayan’ untuk Ji-woo dengan perjanjian tertulis selama tiga bulan.
Film tentang BDSM
Bagi kamu yang merasa bahwa film ini sama dengan film 17+ dari Netflix lainnya, sepertinya harus gigit jari. Meskipun film Love and Leashes menawarkan tema mengenai BDSM, tapi film ini menghadirkan perpaduan yang rata antara drama, komedi, dan informasi mengenai apa itu BDSM.
BDSM sendiri merupakan sebuah praktik seksual yang ditandai dengan penekanan, membatasi fisik, role play, hingga memberikan rasa sakit kepada pasangan. BDSM sendiri merupakan singkatan dari Bondage, Discipline, Sadism, dan Masochism. Dimana ada pihak yang mengontrol dan dikontrol.
Walau membawa tema yang tak biasa, film ini tak ubahnya dengan K-Movie pada umumnya. Fokus terhadap hubungan dua orang dengan segala masalah masa lalu dan banyak hal baru yang sama-sama dipelajari agar saling mengerti satu sama lainnya.
Kehadiran dua mantan idol memang menjadi daya tarik tersendiri pada film ini. Apalagi Seohyun yang merupakan member dari Girls Generation, salah satu girl group paling sukses di generasi kedua idol di Korea. Didukung oleh Lee Jun-young, member U-Kiss yang melebarkan sayapnya ke layar lebar dan K-Drama.
Baik Seohyun dan Jun-young sama-sama memberikan keunikan tersendiri para karakter mereka, walaupun dalam beberapa kesempatan chemistry antar keduanya terkesan hambar. Membawakan dinamika karakter yang mungkin sudah terasa familiar dalam sebuah drama romcom Korea, tapi kali ini dibalut tema yang tak biasa.
Tak melulu harus erotis
Film ini diangkat dari webtoon berjudul Moral Sense yang terbit mulai dari Maret 2015 hingga Agustus 2018. Serial webtoon ini menggunakan pendekatan drama dan komedi yang diambil pada versi film yang disutradarai oleh Park Hyun-jin.
Tema BDSM sendiri merupakan salah satu tema yang sering digunakan oleh Hollywood maupun karya lainnya untuk menghadirkan narasi erotis. Sama seperti yang terlihat pada seri film Fifty Shades of Grey dan bahkan 365 Days (2020) yang dijejalkan dengan adegan-adegan panas.
Netflix sebelumnya juga pernah membuat serial yang terbilang cukup eksplisit, melalui Nevertheless (2021) dan My Name (2021), yang keduanya sama-sama diperankan oleh Han So-hee. Tapi khusus untuk Love and Leashes, Hyun-jin membuat tone film yang lebih ringan. Jadi penggemar Seohyun dan SNSD tak perlu khawatir.
Film berdurasi hampir 2 jam ini memiliki lebih banyak kesamaan dengan manga Nana to Kaoru karya Ryuta Amazume yang fokus pada memperkenalkan lebih dalam mengenai apa yang dimaksud dengan BDSM. Meski manga ini juga masih diasosiasikan dengan genre dewasa dan cerita yang erotis.
Film ini menawarkan gaya yang lebih segar dan berbeda dalam menyoroti orientasi minoritas ini. Alih-alih mengagungkan BDSM dan praktik erotisnya, Hyun-jin menekankan aspek paling penting namun kerap diabaikan dalam hubungan; yaitu consent (saling menyetujui) dan respect (saling menghormati).
Misalnya ketika Ji-hoo ingin menginginkan Ji-woo untuk melakukan hal yang lebih kasar, ia meminta persetujuan terlebih dahulu. Begitu pula ketika Ji-woo ingin menampar maupun melecut Ji-hoo, ia membebaskan Ji-hoo untuk berhenti ketika merasa kesakitan.
BDSM dari mata wanita
Mungkin yang paling membedakan film ini dengan film bertema sama terletak pada pengarahan dan pesan yang ingin disampaikan. Dikembangkan dari kacamata sutradara ternama dibalik kesuksesan Like for Likes (2016), film ini memberikan sudut pandang baru yang menyenangkan terhadap kesalahan persepsi mengenai BDSM.
Dari arahan Hyun-jin, orientasi seksual yang hanya digembar-gemborkan sebagai kekerasan dan kontrol, dibuat lebih ringan dan halus. Mengedepankan aspek estetika sekaligus informasi mengenai praktik seksual yang sering disalahartikan ini.
Park Hyun-jin mampu memperlihatkan kombinasi yang pas antara alur BDSM yang erotis dengan mengangkat isu mengenai perilaku seksual yang masih tabu di Korea Selatan. Disandingkan dengan sentuhan humor untuk membuat cerita ini terasa ringan dan tak membosankan.
Film Love and Leashes bisa menjadi alternatif tontonan K-Movie yang mengungkap lebih dalam mengenai orientasi seksual yang tak biasa. Tak melulu dibuat eksplisit, film dibuat manis tapi tetap sensual mengeksplorasi kebebasan seksual yang selama ini masih dianggap tabu di Korea.
Genre: Komedi Romantis
Sutradara: Park Hyun-jin
Penulis: Park Hyun-jin
Pemeran: Seohyun, Lee Jun-Young