Film Laal Singh Chaddha menggunakan cerita asli dari film Forrest Gump (1994) dan diadaptasi ke dalam budaya dan konflik yang terjadi di India. Memiliki identitasnya tersendiri, tapi sayangnya masih belum cukup kokoh untuk menyaingi kekuatan cerita yang dimiliki oleh film orisinalnya.
Sinopsis Film Laal Singh Chaddha
Menceritakan tentang ketika Laal Singh Chaddha (Aamir Khan) dalam perjalanannya ketika ingin mengunjungi Rupa (Kareena Kapoor), teman masa kecil yang ia cintai. Di dalam kereta, ia bercerita tentang kehidupannya kepada penumpang lain.
Laal lahir dengan keterbatasan mental yang membuatnya dikucilkan sejak kecil, kecuali oleh Rupa yang menjadi teman pertamanya. Setelah kematian ibunya, Rupa tinggal bersama neneknya yang merupakan pembantu di rumah Laal. Kebersamaan mereka terjalin hingga dewasa.
Dengan Rupa mengejar obsesinya untuk menjadi kaya, Laal menjalani hal berbeda. Mulai dari masuk ke angkatan darat, menjadi pelatih lari, sampai dengan menjalankan bisnis pakaian dalam yang membuatnya menjadi miliarder. Tapi dia tak pernah bisa melupakan Rupa.
Bawa konflik agama dan budaya
Film Laal Singh Chaddha menghadirkan interpretasi tersendiri terhadap kehidupan sekaligus penggambaran berbagai konflik sosial yang terjadi di India. Keduanya menjadi tema penting yang dibawakan oleh sutradara Advait Chandan yang sebelumnya telah bekerja sama dengan Aamir di film Secret Superstar (2017).
Atul Kulkarni sebagai penulis skenario mampu menghadirkan adaptasi yang menyentuh dan mengubahnya jadi lebih Bollywood dengan membawa gaya baru. Meski secara cerita dan keseluruhan narasi tak terlalu jauh berbeda dibandingkan versi aslinya.
Film ini juga membawa unsur budaya yang jauh lebih kental. Mengingat bagaimana Laal dirilis bertepatan dengan 75 tahun Partition, atau peristiwa pemisahan antara India dan Pakistan yang terjadi pada 15 Agustus 1947. Peristiwa yang juga diceritakan dalam serial Ms. Marvel (2022).
Konflik antara Pakistan dan India serta isu agama memang menjadi poin penting dalam narasi film ini. Laal dengan tegas mengungkapkan ketidaksukaannya terhadap perang yang menimbulkan banyak korban.
Persamaan antara karakter Gump dan Laal menjadi faktor yang menarik. Di mana Laal juga turut hadir dalam beberapa peristiwa bersejarah pada masanya. Bahkan ada cameo dari Shah Rukh Khan yang datang secara tiba-tiba, tapi sukses menjadi scene stealer dalam film ini.
Penggambaran cerita Laal mencakup peristiwa penting di India, seperti pembunuhan Perdana Menteri Indira Gandhi, kemenangan India di Piala Dunia Kriket 1983, kerusuhan Sikh di tahun 1984, penobatan Miss Universe Sushimitta Sen sampai dengan Perang Kargil antara India dan Pakistan.
Musik menjadi faktor pembeda yang turut membawa nuansa tersendiri. Lagu yang dinyanyikan pada opening sekaligus ending menyiratkan pesan filosofis yang menyertai narasi kisah hidup Laal. Sesuatu hal yang mungkin tak bisa didapatkan dari Forrest Gump.
Menyenangkan, tapi tak sekuat versi asli
Segala kelebihan dan cerita menarik yang ditawarkan oleh Laal Singh Chaddha tentunya tak bisa dilepaskan dari film sumbernya, Forrest Gump. Film karya Robert Zemeckis itu dikenal menghadirkan perpaduan antara komedi dan kesedihan dalam cerita yang kaya.
Forrest Gump sendiri merupakan sebuah film drama komedi yang menggali lebih dalam tentang sisi humanis dan menggarap berbagai aspek kehidupan. Memenangkan enam penghargaan Oscar, dari Best Actor untuk Tom Hanks dan Best Picture atau film terbaik, tak heran jika banyak yang memasukkannya ke dalam daftar salah satu film terbaik sepanjang masa.
Sebuah adaptasi tentu tak lepas dari perbandingan dengan film aslinya. Popularitas dan ketenaran Forrest Gump bagaikan bumerang yang menerpa Laal. Dengan pembanding yang cukup tinggi, ekspektasi terhadap Laal Singh Chaddha terseret naik.
Gump hadir sebagai interpretasi hiruk pikuk kehidupan masyarakat Amerika di tahun 60-an dan 70-an yang dipenuhi konflik, peperangan, dan pergerakan. Mengusung pandangan baru mengenai perubahan yang terjadi dan kemudian berlari ke depan untuk menjadi sesuatu yang baru.
Inilah yang membuat adegan Gump yang sedang berlari menjadi simbol yang cukup kuat untuk keseluruhan cerita. Begitu pula dengan tagline “Hidup itu seperti sekotak coklat… Anda tidak pernah tahu apa yang akan Anda dapatkan.”
Tapi sayangnya kekuatan ini tak ditemukan pada Laal. Terlebih dialog ‘Run, Laal, run’ yang diambil dari adegan fenomenal ‘Run, Forrest, run” akhirnya kehilangan makna sebagai penggerak dan benang merah dari tema dan cerita.
Perbedaan tema dan pesan yang disampaikan sepenuhnya bisa dilihat dari perubahaan perumpamaan coklat menjadi golgappa, street food asli India. Di mana film ini lebih fokus menggambarkan ketamakan manusia dan melakukan segala hal berdasarkan nafsu dan keinginan semata.
“Perut sudah kenyang, tapi tak bisa berhenti memakannya.”
Laal Singh Chaddha
Dan sama seperti Forrest Gump, film ini tak ketinggalan memasukkan berbagai informasi sejarah dunia yang ditonjolkan untuk kebutuhan narasi fiktifnya. Hanya saja beberapa latar tak begitu signifikan dan mungkin terlihat bagaimana filler yang datang selewat saja.
Untuk sebuah film, Laal Singh Chaddha tetap menghibur. Secara keseluruhan, film ini masih memiliki pesonanya tersendiri sebagai sebuah feel-good movie yang menyenangkan sekaligus mengharukan. Apalagi bagi penonton yang belum pernah menonton film aslinya.
Genre: Drama
Sutradara: Advait Chandan
Penulis Naskah: Altur Kulkarni
Pemeran: Aamir Khan, Kareena Kapoor