Review Film Enter the Fat Dragon (2020): Hiburan Imlek yang Menyenangkan

Kedua kalinya Donnie Yen jadi gendut. Lucuuuk

cover film Enter the Fat Dragon

Setelah menutup perjalanan Ip Man dalam film keempatnya, Donnie Yen kembali berakting dalam genre komedi aksi melalui film Enter the Fat Dragon. Disutradarai oleh stuntman veteran Kenji Tanigaki dengan naskah oleh Wong Jinga, ada banyak jokes yang dilemparkan. Sebagian mampu mengundang tawa, yang lainnya terasa garingnya.

Film ini menceritakan Fallon Zhu (Doonie Yen), seorang polisi yang selalu ingin berbuat baik. Dia diputuskan tunangannya, Chloe (Niki Chow) seorang aktris yang kurang terkenal, setelah dia ingin menangkap perampok bank sehingga melupakan fot pra-wedding mereka. Mengakibatkan banyak masalah, Zhu akhirnya dipindahkan ke belakang meja, hanya makan junk food yang membuat beratnya menjadi 116 kg.

Donnie Yen sebagai polisi gendut review film enter the fat dragon indonesia
via Mega-Vision Pictures

Zhu akhirnya dikirim dalam misi membawa kembali buronan ke Tokyo. Tak disangka, Zhu berurusan dengan sekelompok Yakuza pengedar heroin yang menyewa Chloe untuk tampil pada sebuah acara di tempat heroin tersebut disimpan. Film ini pun menunjukkan bagaimana Zhu berusaha mengungkap praktek perdagangan sang Yakuza sekaligus memenangkan kembali hati sang mantan.

Menyenangkan dengan cerita yang ringan

Nama Donnie Yen selalu dikenal dalam film-film aksi dengan intensitas pertarungan yang tinggi. Seperti tetralogi Ip Man yang baru saja ditayangkan di bioskop Desember lalu hingga spin-off Master Z: The Ip Man Legacy (2018) . Dan kali ini, Donnie membawa berbagai adegan pertarungan melalui film komedi yang layaknya film Jackie Chan di era 80-an.

Cerita yang diberikan memang ringan dan mudah dicerna. Sebagian masalah yang diberikan juga mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Memilih pekerjaan atau pasangan, pengertian antar pasangan, bahkan proses mencari jati diri menjadi problematika yang dialami oleh sang karakter utama.

Donnie Yen memegang handphone dalam film Enter the Fat Dragon
via Mega-Vision Pictures

Adegan aksi terjadi dengan tempo yang padat, namun tetap memberikan pace berimbang antara pertarungan, kelucuan, serta drama kehidupan. Plot tak begitu padat, Beberapa detail dan pengembangan cerita masih terkesan kasar. Tapi tak terlalu besar hingga mengganggu kenikmatan menontonnya.

Tak sekadar aksi komedi

Bagi yang belum tahu, film Enter the Fat Dragon berjudul yang sama dengan film bergenre sama yang dibintangi Sammo Hung tahun 1978. Filmnya sendiri tidak memiliki hubungan selain judulnya serta referensi terhadap karakter Bruce Lee. Bedanya, Sammo Hung memiliki tubuh yang terbilang gempal, sedangkan Donnie Yen harus harus membalut tubuhnya dengan prostetik.

Tak sekadar film aksi serta lucu-lucuan, berbagai sindiran tetap digaungkan. Yang paling terasa adalah kolusi yang terjadi di tubuh polisi yang terkesan menutup mata terhadap kejahatan yang dilakukan oleh para Yakuza. Polisi yang terkait pun menghentikan sebuah kasus pembunuhan dan menganggapnya sebagai bunuh diri.

Donnie Yen menjadi gendut film Enter the Fat Dragon
via Mega-Vision Pictures

Sindiran sosial juga bisa terlihat dari berbagai adegan yang diterjemahkan secara unik. Seperti bagaimana media saling berlomba-lomba mengejar rating, hingga merekayasa kejadian dengan pemberitaan bombastis. Dan tak lupa masalah percintaan dan kegalauan yang bisa terjadi pada siapa saja.

Bukan hanya gedebuk-gedebuk dan lelucon saja yang diberikan. Ada banyak pesan yang disampaikan dari awal hingga akhir. Terkesan klise, namun film ini menunjukkan bahwa semua hal yang dilakukan dengan sungguh-sungguh pasti akan membuahkan hasil.

Visual efek dan tubuh prostetik

Ini bukanlah kali pertama Donnie membalut tubuhnya berbalut prostetik. Dalam sebuah iklan tahun 2015, aktor yang pernah menjadi koreografer stuntman dalam Blade II (2002) juga berperan dengan kostum. Butuh waktu tiga sampai empat jam bagi Donnie melakukan make up pada wajah dan ‘menambah’ berat bebannya.

Hasilnya seperti yang terlihat pada trailer. Tubuh gempalnya meloncat-loncat dan bertarung melawan segerombolan Yakuza. Meski dalam beberapa kesempatan terlihat Donnie terlalu lincah untuk seseorang yang memiliki berat lebih dari 100 kg. Belum lagi pada sebagian gerakan tubuh prostetik terlihat sangat palsu.

Donnie Yen dalam film Enter the Fat Dragon
via Mega-Vision Pictures

Masalah pada efek bisa disebut salah satu kelemahan film ini. No offense, tapi beberapa film Indonesia memiliki efek yang lebih nyata. CGI-nya jelas terasa. Walau memang sebagian efek digunakan untuk kebutuhan aksi dan jokes-nya. Jadi setidaknya bisa diacuhkan.

Masalah komedi adalah tentang rasa. Mungkin beberapa adegan maupun kelucuannya terkesan membosankan, garing atau terlalu dipaksakan bagi sebagian penonton. Di era sensitif dan pergerakan Me Too, beberapa jokes masih membawa isu gender serta menjadikan wanita sebagai karakter pendukung belaka.

Komedi dan aksi memang menjadi tontonan yang menyenangkan untuk disaksikan bersama keluarga atau sekadar hiburan semata. Tetapi film Enter the Fat Dragon juga menawarkan drama yang mengharukan antara kehilangan serta keinginan untuk saling mengerti. Dan film ini mampu menghadirkannya dengan cukup baik.

via Mega-Vision Pictures

Sayangnya cerita masih menjadi masalah yang sama. Tidak ada kedalaman cerita serta beberapa detail yang tak sempurna bisa dibilang kelemahan yang mengurangi kenikmatan menonton film ini. Tapi menyenangkan melihat Donnie Yen kembali hadir dalam genre komedi. Dan untuk hiburan di Tahun Baru Imlek 2020, Enter the Fat Dragon bisa menjadi pilihan.

Rating: 6/10

Genre: Komedi, Aksi

Sutradara: Kenji TanigakiJing Wong

Penulis: Jing Wong

Pemeran: Donnie YenPhilip NgSandra Kwan Yue Ng

Review Film
  • Film Oke
3

Summary

Secaara keseluruhan, cerita masih menjadi masalah yang sama. Tidak ada kedalaman cerita serta beberapa detail yang tak sempurna bisa dibilang kelemahan yang mengurangi kenikmatan menonton film ini. Tapi menyenangkan melihat Donnie Yen kembali hadir dalam genre komedi. Dan untuk hiburan di Tahun Baru Imlek 2020, Enter the Fat Dragon bisa menjadi pilihan.

Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.