Review Film Black Panther – Film Superhero yang Penting

review black panther

Begitu banyaknya respon positif terhadap film Black Panther membuat saya menaruh ekspektasi yang sangat tinggi terhadap film ini. Terlebih lagi film ini adalah film superhero yang penting karena menjadi film pertama MCU yang menampilkan tokoh utama superhero berkulit hitam. Memang benar film ini menampilkan cerita, karakter dan akting yang mungkin dapat dibilang sebagai salah satu yang terbaik dari film-film superhero lainnya. Namun selain dari hal-hal tersebut, Black Panther terasa hanya sedikit lebih bagus dari film-film superhero MCU lainnya.

Sebagai film pertama dari franchise-nya, film ini berhasil membawa penonton mengenal mitologi Black Panther dan Wakanda lebih dalam lagi setelah diperkenalkan seadanya di film Captain America: Civil War. Mitologi tersebut berhasil diceritakan dengan sangat baik dan tidak gamblang baik itu melalui “dongeng” di awal film atau dari dialog-dialog di sepanjang filmnya.

review film balck panther

T’Challa Via Screenrant

Ini cukup menarik karena saya penasaran bagaimana film ini akan menceritakan “origin” T’Challa dan Black Panther di film pertamanya setelah pernah muncul di film MCU sebelumnya. Jika di Spider-Man: Homecoming penonton tahu kalau Peter mendapatkan kekuatannya lewat dialog para karakternya, Black Panther menceritakan bagaimana T’Challa memperoleh kekuatannya melalui sejarah dan ritual yang ada di Wakanda.

Dari sisi karakter, film ini memiliki protagonis yang sangat menarik.

Setelah wafatnya sang ayah, T’Challa harus menerima tanggung jawab untuk menjadi raja dari negri Wakanda. Ia menyadari kalau menjadi seorang raja tidaklah mudah. Bahkan ia langsung dihadapkan pada ujian yang sangat sulit sebagai raja baru.

Curhatan Nakia, mantan pacarnya, tentang ketidakadilan yang terjadi di luar Wakanda, berbagai kekacauan yang disebabkan oleh teknologi canggih dan logam Vibranium yang berasal dari Wakanda, dan masa lalu ayahnya yang penuh rahasia menciptakan konflik batin di dalam diri T’Challa. Apakah ia harus meniru ayahnya yang sangat berhati-hati merahasiakan Wakanda dari dunia luar atau membuat sejarah dengan membuka dan membagikan pengetahuan negerinya kepada dunia luar untuk kebaikan walau dengan segala konsekuensinya.

Perkembangan karakter T’Challa dari seorang pangeran menjadi raja Wakanda ini menjadikan karakternya sangat menarik dan Chadwick Boseman juga berhasil membawakan karakter tersebut dengan cukup baik.

Selain karakter T’Challa, protagonis lainnya juga mencuri perhatian, terutama karakter wanitanya. Shuri, Okoye dan Nakia seolah digambarkan sebagai otak, otot dan hati para wanita Wakanda. Shuri dengan kecerdasannya menjadi perancang berbagai teknologi canggih Wakanda, Okoye yang tidak terasa seperti “henchemen” karena ditampilkan sebagai karakter yang sangat kuat dan tangguh, lalu tentu saja Nakia dengan rasa cintanya berhasil memutar keadaan.

review film black panther

Nakia dan Shuri Via Comicbook

Para karakter wanita ini mengingatkan kembali kalau film ini memang film superhero yang penting, baik itu bagi wanita pada umumnya atau bagi wanita kulit hitam khususnya.

Namun, menurut saya, dari segi akting, justru para antagonislah yang mencuri perhatian. Andy Serkis dengan sangat brilian memerankan karakter Ulysses Klaue yang gila. Legenda motion capture ini patut diacungi jempol karena berhasil memerankan karakter yang sangat berbeda dari karakter yang pernah ia perankan sebelumnya.

Tapi, yang paling mencuri perhatian adalah karakter Erik Killmonger. Dengan akting yang sangat smooth, Michael B. Jordan berhasil menghidupkan karakter Killmonger yang bengis keji dan idealis.

Walaupun karakter villain seperti Killmonger bukanlah yang pertama, yaitu villain yang bertujuan untuk menciptakan keadilan di seluruh dunia dengan cara yang radikal, namun ia berhasil menjadi salah satu villain di MCU yang sangat membekas. Hal ini tidak lepas dari akting Michael B. Jordan yang sangat keren sebagai Killmonger yang berhasil mengangkat isu diskriminasi dan penindasan ras dengan kalimat-kalimat menusuk yang keluar dari mulutnya.

Erik Killmonger dan T’Challa Via Comicbook

Karakter villain Killmonger ini semakin membekas berkat babak ketiga yang sangat keren. Dengan tidak memberikan spoiler, adegan aksi dan drama di paruh ketiga film ini sangat membekas, tidak seperti film-film MCU lainnya, paling tidak bagi saya.

Satu hal lagi yang menarik di film ini adalah representasi budaya tradisional Afrika dengan perpaduan teknologi modern ala film superhero. Contohnya suku-suku di Wakanda yang merepresentasikan keberagaman suku di Afrika masing-masingnya memiliki senjata dan kostum yang unik. Setiap designnya memadukan unsur tradisional dan modern lengkap dengan teknologi canggih ala Wakanda.

Walaupun begitu, film Black Panther masih terasa kurang memenuhi ekspektasi saya (lah, emangnya saya siapa?) yang kelewat tinggi karena berbagai buzz dan respon positif di media sosial. Di luar dari segi cerita, karakter, akting serta design yang sangat keren, film ini terasa masih seperti film-film MCU lainnya.

review film black panther

Killmonger Via Everyeye superhero

Memang musik di film ini sangat keren karena memadukan musik tradisional Afrika dengan orkestra dan tentu saja dengan musik hip hop. Namun, saya memiliki ekspektasi kalau film ini akan menampilkan theme song yang memorable untuk karakter Black Panther.

Bagi saya, dari semua karakter MCU, hanya Captain America saja yang memiliki theme song yang cukup tersendiri, walau tidak terlalu berkesan dan susah diingat. Ini cukup disayangkan karena setelah 10 tahun berjalannya MCU, Marvel Studios masih belum memberikan hal kecil namun signifikan ini kepada penonton. Sebut saja betapa powerful-nya efek theme song Wonder Woman ketika mulai dimainkan di filmnya.

Selain itu, Black Panther juga masih terasa seperti film MCU kebanyakan dalam hal penggunaan CGI. Yang paling mengganggu adalah penggunaan full CG yang berlebihan pada karakter berkostum penuh seperti Black Panther.

Namun, secara keseluruhan film Black Panther sangatlah bagus dan jelas adalah film superhero yang sangat penting.

Bagi kamu yang belum nonton, ada dua post credit scene, jadi jangan langsung beranjak dari tempat duduk.

  • Rating Film
4

Kesimpulan

Dengan menampilkan cerita dan karakter yang dalam, film ini berhasil menjadi film superhero yang penting terutama dalam hal kesetaraan ras. Namun, terlepas dari itu, film ini masih membawa kelemahan film-film superhero MCU kebanyakan.

Sending
User Review
5 (1 vote)

Sedang belajar mengedit tulisan di Mariviu.