Review Film Ajin: Demi-Human – Adaptasi yang Melebihi Serial Aslinya

Ajin berfokus pada cerita seorang anak muda yang bernama Kei Nagai. Setelah mengalami kecelakaan akibat tertabrak truk, hidupnya pun berubah. Kei menyadari bahwa dirinya adalah seorang Ajin, manusia abadi yang dapat bangkit kembali dari kematian. Akibatnya dia pun diburu dan dinyatakan sebagai spesies berbeda dari manusia biasa. Identitasnya yang sudah terungkap membuat Kei tidak lagi bisa menjalani kehidupan normal. Dalam perjalanannya, Kei bertemu dengan Sato, seorang Ajin yang lebih memilih jalan kekerasan untuk mencapai segala keinginannya.

Ajin via Youtube

Berbeda dengan cerita aslinya, Kei di sini bukanlah pelajar SMA melainkan adalah seorang Koas (Dokter muda). Sedangkan Sato bukan orang tua, dia menjadi pria yang lebih muda. Beberapa hal juga banyak mengalami perubahan. Namun hal tersebut tidak mengganggu jalan cerita dan mampu menghadirkan perbedaan tapi tetap sesuai dengan inti cerita aslinya.


Hal yang patut diapresiasi dari film ini adalah aksinya yang berhasil ditampilkan dengan sangat memukau. Biasanya Live action Jepang kurang mampu menyaingi aksi yang ada di manga ataupun animenya. Namun kali ini berbeda, Ajin dapat dikatakan melebihi apa yang sudah ditampilkan oleh cerita aslinya. Bahkan bisa dikatakan aksinya sudah setara dengan film-film blockbuster milik Hollywood. Pertarungan dengan menggunakan kemampuan reset dimana para Ajin membunuh diri mereka sendiri untuk hidup kembali berhasil di manfaatkan dengan baik. Penonton seperti tidak diberi kesempatan untuk bernafas, dengan aksi tembak-tembakan yang intense dan pertarungan jarak dekat yang brutal dijamin adrenalin penonton juga akan ikut terpacu. Penggunaan efek CGI dalam film ini juga terlihat halus dan berhasil dieksekusi dengan rapi.

Ajin via Youtube

Musik yang mengiringi setiap aksi di film ini juga tidak kalah menarik. Bahkan merupakan salah satu unsur yang patut diacungi jempol dari film ini. Gabungan antara aksi dan musik yang keren sukses menciptakan suasana baku hantam yang berkesan dan tidak akan mudah dilupakan.

Ajin via Youtube

Dari segi cerita, karakterisasi dirasa tidak banyak perkembangan. Pembawaan karakter utama juga terasa flat dan kurang di eksplorasi. Jalan ceritanya juga meninggalkan lubang-lubang misteri yang masih bisa dipertanyakan. Namun sekali lagi hal itu tidak terlalu banyak mengganggu penyampaian cerita dalam film ini. Eksekusi yang rapi dan aksi yang menawan mampu menutupi kekurangan yang ada.

Ajin via Youtube

Ajin telah dapat disaksikan di Bioskop Indonesia sejak tanggal 6 Desember. Bagi kamu yang belum menyaksikan, bisa simak trailer berikut ini:


Sutradara: Katsuyuki Motohiro

Genre: Laga, Petualangan

Top Cast: Takeru Satoh, Gou Ayano, Minami Hamabe, Tetsuji Tamayama, Rina Kawaei, Yuu Shirota, Yudai Chiba, dan Yuki Yamada

Durasi: 109 menit

Rating
  • Rating Film
4

Kesimpulan

Tidak banyak adaptasi manga atau anime yang mampu melebihi karya aslinya. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi Ajin. Adaptasi ini mampu menyamai level film-film blockbuster dari Hollywood. Aksi yang membius diiringi dengan musik yang keren akan meninggalkan kesan yang sulit terlupakan bagi para penonton. Kekurangan dari segi cerita dan karakterisasi dapat ditutupi lewat eksekusi yang rapi dan aksi yang menawan.

Sending
User Review
( votes)

Gamer, tester, illustrator & movie lover

Leave a Reply