Review Film A Star is Born (2018) – Fantasi Melodrama yang Dekat dengan Realita

poster A Star is Born

Bagi yang belum tahu, film A Star is Born merupakan versi remake dari film berjudul sama yang pertama kali tayang pada tahun 1937. Telah diadaptasi dengan empat film berbeda, dengan satu film romantis dari Bollywood pada tahun 2013, film ini memiliki tema tersendiri: lebih dekat dengan dunia nyata saat ini.

Jika sebelumnya ada Begin Again (2013) atau La La Land (2016) yang terkenal dengan menyajikan paduan cerita dan musik sebagai penyalurnya, A Star is Born menyajikan formula yang sama. Film ini memberikan paduan menarik dari cerita sang musisi country terkenal dengan sang kekasih pemilik bakat musik yang mebuatnya terpesona, dengan berbagai lagu yang beberapa di antaranya dibuat sendiri oleh Cooper serta Lady Gaga.

A Star is Born

via Warner Bros. Pictures

Memang, ini bukan film pertama Gaga. Tapi jangan salah, di sini ia menunjukan kualitas aktingnya memerankan Ally, seorang wanita yang berjuang menjadi penyanyi dengan suara emasnya. Dan Cooper menunjukkan peran menawan sebagai seorang musisi ternama yang sedang berjuang melawan depresi masa kecil serta masalah pendengaran yang sedang dideritanya.

A Star is Born memberikan sebuah drama perjalanan. Bukan hanya bagaimana seseorang menjadi bintang, tetapi naik dan turun serta bagaimana sebuah bintang bisa bersinar. Cerita berjalan dengan cepat. Tapi masih memberikan ruang bagi penonton menikmati jerih payah dan perjalanan dua tokoh cerita mencapai konflik utama.

Brad Cooper dan Sam Elliot

via Warner Bros. Pictures

Dari awal, film ini memberikan banyak close up shot. Mulai dari peran Ally dan Maine, hingga berbagai karakter yang ada di film ini mendapatkan tampilan close up mereka sendiri. Menandakan bagaimana Cooper ingin mengambil cerita lebih dekat dengan karakter. Menunjukan sisi-sisi humanis dari sang bintang dan soon-to-be-star, Ally, serta semua yang berada di dalam film ini dengan semua masalah mereka sendiri.

A Star is Born menjadi film pertama yang disutradarai oleh Bradley Cooper. Banyak berperan dalam berbagai drama kelas wahid, sabut saja Silver Linings Playbook hingga American Hustle, film ini adalah debut drama sempurna bagi Cooper sebagai sutradara. Mulai dari peran hingga cerita (dimana Cooper juga menjadi penulis naskah) menunjukan bahwa Cooper merupakan aktor serba bisa.

Bradley Cooper dan Lady Gaga di A Star is Born

via Warner Bros. Pictures

Jika terkadang kebanyakan drama memberikan akhir tidak mengesankan atau malah membosankan, film ini mampu membuat penonton bertahan hingga nama Bradley Cooper sebagai sutradara terlihat di credit. No spoiler, bagian akhir film ini adalah akhir yang sempurna, bahkan terlihat tak terduga. Terlepas dari semua fantasi yang ditampilkan film ini, A Star is Born lebih dekat dengan realita.

Meskipun begitu, film ini memang hanya satu dari banyak film tentang musik yang sering kita lihat di Hollywood beberapa tahun terakhir. Tetapi di balik semua itu, A Star is Born memberikan cerita melodrama saat ini: ada bintang yang mulai bercahaya terang, ada yang terpaksa harus meredup kehilangan sinarnya.

Rating: 4.5/5


Genre: Drama, 

Sutradara: Bradley Cooper

Penulis: Will Fetters, Eric RothBradley Cooper

Bintang:  Bradley Cooper, Lady Gaga, Sam Elliot, Ravi Gavron

Review Overview
  • Rating Film
4.5

Kesimpulan

A Star is Born memberikan sebuah drama perjalanan. Bukan hanya bagaimana seseorang menjadi bintang, tetapi naik dan turun serta bagaimana sebuah bintang bisa bersinar. Cerita berjalan dengan cepat. Tapi masih memberikan ruang bagi penonton menikmati jerih payah dan perjalanan dua tokoh cerita mencapai konflik utama.

Sending
User Review
( votes)

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.