Review Film A Private War (2019) – Perang dari Sudut Pandang Wartawan

Besarnya dampak perang terhadap korban dan wartawan yang meliput

review film a private war indonesia

Akhir-akhir ini banyak film yang diadopsi dari kisah nyata yang tayang di bioskop Indonesia, seperti Green Book dan The Upside. Satu lagi, film yang diangkat dari kisah nyata yaitu A Private War. Film ini diangkat dari tulisan Marie Brenner berjudul “Marie Colvin’s Private War” di Vanity Fair tentang seorang wartawan perang Amerika bernama Marie Colvin.

Film A Private War yang disutradarai oleh Matthew Heineman dan ditulis oleh Arash Amel ini menyajikan kisah nyata Marie Colvin yang bertugas di Homs, Suriah. Film ini fokus menampilkan dampak perang dari sudut pandang seorang Marie Colvin, baik itu terhadap korban perang maupun terhadap psikologis wartawan yang meliput.

Penampilan cast yang cukup mengesankan

Peran Rosamund Pike (Gone Girl) sebagai Marie Colvin patut diacungi jempol. Ia sangat otentik memerankan Marie, sampai detail terkecil seperti dia harus mengubah nada suaranya menjadi lebih serak dan dalam untuk meniru suara Marie Colvin. Tak mudah memang, tapi dia berhasil menjadi sosok Marie di sepanjang film. Bahkan Marie yang depresi juga sangat nyata dibawanya.

Tom Hollander and Rosamund Pike in A Private War (2018)
Via IMDb

Marie bekerja di kantor berita Britain’s Sunday Times. Adapun editornya, Sean Ryan yang diperankan oleh Tom Hollander juga cukup mengesankan. Ia selalu mengkhawatirkan keselamatan Marie yang dikirim ke medan perang, Tapi di saat bersamaan ia juga butuh cerita dari Marie untuk dipublikasikan.

Selama tugas di lapangan, Marie tidak sendirian, ia ditemani oleh Paul yang diperankan oleh Jamie Dornan (Fifty Shades of Grey) sebagai sang fotografer lepas. Paul menjadi salah satu saksi hidup Marie bekerja di lapangan.

Rosamund Pike, Jamie Dornan, and Fady Elsayed in A Private War (2018)
Via IMDb

Hubungan mereka sebagai partner kerja sangat harmonis dan profesional. Akting Jamie dalam film bergenre perang ini sangatlah berbeda dan unik jika dibandingkan dengan film erotisnya, Fifty Shades of Grey. Ia juga berhasil membangun chemistry dengan Rosamund Pike di tengah suasana perang yang mengancam keselamatan nyawa mereka berdua.

BACA JUGA  Review Film Big Brother (2018) - Sebuah Surat Cinta untuk Dunia Pendidikan

Mengambil sudut pandang wartawan perang

Film A Private War lebih fokus menampilkan suasana perang dari sudut pandang wartawan. Karenanya, adegan perang yang disajikan kurang menegangkan karena memang Marie fokus meliput akibat dari perang itu sendiri, seperti ketika korban yang baru berjatuhan sampai korban yang telah dikubur massal karena perang.

Marie memiliki tugas besar untuk menyampaikan cerita penderitaan para korban yang selama ini tak pernah disuarakan dan diketahui oleh dunia. Marie ingin dunia tahu bahwa perang sangatlah destruktif. Mulai dari kepala keluarga, sampai dengan wanita dan anak-anak yang tidak bersalah ikut menjadi korban peperangan yang keji.

ulasan film a private war
Via IMDB

Kota beserta isinya hancur dan banyak korban yang masih hidup harus merasakan efeknya, seperti kelaparan, kehilangan lapangan kerja, migrasi ke negara lain, dan efek-efek tragis lainnya. Ada beberapa scene menyayat hati yang ditampilkan dengan eksplisit, sadis, dan tragis untuk dilihat.

Lewat tulisan Marie, A Private War menyampaikan pesan bahwa perang memiliki efek yang sangat besar. Tapi, yang menjadi kelebihannya, tulisan Marie sama sekali tidak membawa unsur SARA maupun politik. Tulisannya sangat objektif dan tidak memihak karena lebih menonjolkan dampak perang.

Dampak perang terhadap kehidupan Marie Colvin

Marie Colvin berani melewati batas jurnalisme untuk bisa membawa kisah penderitaan manusia akibat perang yang berasal dari wilayah pedalaman dan terlarang bagi orang asing yang dilanda perang. Namun, kesungguhan dan kebiasaannya ini memberikan dampak terhadap dirinya.

Rosamund Pike, Raad Rawi, Jamie Dornan, and Emil Hajj in A Private War (2018)
Via IMDB

Dalam film A Private War ini kita menyaksikan pengalaman Marie melihat korban perang membuatnya mengidap trauma psikologis dan menjadi alkoholik. Namun anehnya, meliput medan perang yang kacau malah menjadi obat penenang untuk psikologisnya itu.

Marie tidak dapat menemukan kedamaian di luar zona pertempuran. Di luar daerah konflik, hidupnya terasa hampa karena ia selalu ingin mencari cerita untuk disuarakan khususnya dari dunia perang. Film ini kemudian memperlihatkan bagaimana kebiasannya ini juga berimbas pada hubungannya dengan orang lain, baik itu dengan kekasih maupun sahabat.

review film a private war bahasa indonesia
Via IMDB

Film A Private War layak ditonton untuk mengenal sosok Marie Colvin dan perjalanan karirnya selama bertugas di medan perang di abad ke-21. Marie sukses membuat sejarah dan patut untuk selalu dikenang atas jasanya membawa pesan dari para korban yang merasakan langsung imbas dari perang. Marie tidak pernah berhenti berjuang untuk menolong para korban walau hanya lewat tulisan.

BACA JUGA  Lima Menit Pertama Avengers: Infinity War Akan Sangat Mengerikan

Film ini sudah bisa ditonton di bioskop kesayangan anda sejak 12 Maret 2019.

Rating: 3/5


Genre: Biography, Drama, War

Sutradara: Matthew Heineman

Penulis: Marie Brenner (artikel “Marie Colvin’s Private War” di Vanity Fair), Arash Amel (screnplay)

Bintang: Rosamund PikeGreg WiseAlexandra Moen, Jamie Dornan

Review Overview
  • Worth a watch
3

Kesimpulan

Film A Private War fokus menampilkan perang beserta dampaknya dari sudut pandang wartawan dan juga bagaimana dampaknya terhadap psikologis wartawan khususnya Marie Colvin.

Sending
User Review
( votes)

Learning to be Writter