Review Film Black Panther: Wakanda Forever (2022): Eulogi Chadwick Boseman

Artikel ini mengandung spoiler minor film Black Panther: Wakanda Forever

Film Black Panther: Wakanda Forever melanjutkan kisah bangsa Wakanda paska meninggalnya sang raja, T’Challa. Penuh dengan pesan mendalam tentang kehilangan, film ini memperkenalkan Black Panther baru serta kemunculan perdana karakter Namor di Marvel Cinematic Universe.

Sinopsis film Black Panther: Wakanda Forever

Shuri (Letitia Wright) menyalahkan dirinya sendiri dan terus meratapi kematian sang kakaknya. Membuatnya menjauh dari sang ibu, Romanda (Angela Bassett) dan mulai mencari cara untuk menghilangkan perasaan bersalah dengan membuat teknologi baru.

Romanda dan Shuri di film Black Panther: Wakanda Forever
via Marvel

Ketika memperingati kematian T’Challa, Shuri dan Romanda dikejutkan kedatangan Namor (Tenoch Huerta). Ia menyebutkan bahwa ia akan menyerang Wakanda jika mereka tidak bisa menemukan ilmuwan yang membuat alat pendeteksi Vibranium yang juga ditemukan di Telokan, kerajaan bawah laut yang dipimpin Namor

Shuri dan Okoye (Danai Gurira) lalu menemukan ilmuwan tersebut, seorang gadis berusia 19 tahun bernama Riri Wiliams (Dominique Thorne). Tak ingin menyerahkan Riri kepada Namor, mereka berdua lalu ditangkap oleh pasukan Namor. 

Suksesor yang lebih megah

Wakanda Forever hadir sebagai suksesor dengan cerita dan aksi yang lebih besar dibandingkan sebelumnya. Semuanya dirangkum dalam balutan tema dan kisah emosional tentang bagaimana menghadapi kehilangan.

Masih sama seperti film superhero Marvel lainnya, ada banyak adegan aksi diselingi alur kisah drama yang memikat. Begitu pula dengan ceritanya yang tak kalah padat dibandingkan film pertama.

Amanda Bassett sebagai Romanda
via Marvel

Sama seperti sebelumnya, Ryan Coogler sebagai sutradara menghadirkan negara fantasi yang epik. Kembali memperkenalkan Wakanda yang menawan, Talokan diperkenalkan sebagai kota di bawah air dengan indah dan memesona. 

Untuk sebuah film stand-alone, Wakanda Forever memang tak sekuat film pertamanya. Tapi untuk sebuah kelanjutan kisah Wakanda dan Black Panther, film ini melejit sebagai salah satu sekuel terkuat yang pernah dikeluarkan oleh Marvel.

Kekuatannya bukan hanya bagaimana Coogler menempatkan kehilangan Chadwick Boseman sebagai T’Challa, tapi menggunakannya untuk mempertegas tema dan pesan kehilangan yang disampaikan.

Letitia Wright sebagai Shuri di film Black Panther: Wakanda Forever
via Marvel

Angela Bassett dan Letitia menghadirkan peran yang sangat menyentuh. Chemistry keduanya terpercik dan memancar di sepanjang cerita. Bagaimana mereka mempertunjukkan kehilangan T’Challa (dan Chadwick Boseman) dengan sangat nyata dan memesona. Menghadirkan perasaan haru yang memuncak di akhir cerita.

Martin Freeman kembali sebagai Ross, tapi kemunculannya tak begitu signifikan. Dominique Thorne memulai perjalanannya sebagai Riri Williams a.k.a Iron Heart, tapi ceritanya tak mendapatkan pondasi dan berlalu tanpa banyak digali lebih dalam.

Kehilangan magis T’Challa

Aksi, fantasi, dan pengaruhnya di budaya kulit hitam membuat popularitas Black Panther (2018) memuncak ketika pertama kali dirilis. Semakin sempurna dengan kehadiran T’Challa (Chadwick Boseman) yang gagah dan tegas, tapi mengagumkan dalam memperlihatkan kekanakan dan kerapuhan sang raja.

Tak bisa dipungkiri bagaimana kehilangan Chadwick menambah beban berat dari segala ekspektasi tentang semua cerita Wakanda. Namun Coogler bisa dibilang berhasil untuk melanjutkan kisah Black Panther tanpa Black Panther.

Tenoch Huerta sebagai Namor
via Marvel

Film ini memperkenalkan karakter villain (atau antihero) Namor yang awalnya muncul sebagai musuh Fantastic Four. Jika versi komik menyebutkan bahwa Namor merupakan pemimpin bangsa Atlantis, Namor di MCU memimpin bangsa Talokan. 

Namor dan Talokan dihubungkan dengan suku Maya dan penjajahan bangsa Spanyol di abad ke-16. Membuat kisah Wakanda dan Talokan sebagai bangsa yang menghadapi penjajahan semakin mengena. Salah satu unsur politik yang dipertegas dalam sekuel ini.

Film ini fokus terhadap cerita antara Wakanda dan Talokan. Sehingga jangan harap ada banyak cameo karakter MCU lain yang tak berhubungan dengan cerita. Coogler ingin memastikan bahwa film ini hanya berpusat pada kisah Black Panther.

Chadwick Boseman di film Black Panther Wakanda Forever
via Marvel

Hanya saja kemunculan seorang cameo (spoiler) yang datang dengan tiba-tiba dan tak disangka-sangka semakin menambah kekuatan film ini. Kehadirannya bukan hanya sebagai pemanis. Tapi lebih dalam lagi, menunjukkan bahwa tiap orang menghadapi kehilangan dengan cara yang berbeda-beda.

Sebuah adegan di akhir film didedikasikan untuk Chadwick Boseman, terasa menyentuh diiringi oleh lagu Lift Me Up milik Rihanna. Beberapa detik yang memberikan magis tersendiri pada film ini, magis yang hilang di film pertama. Magis yang bernama Chadwick Boseman. 

Bagi kamu yang bertanya-tanya, film Wakanda Forever menyisakan satu adegan post credit scene. Hanya satu, tapi adegan yang ada di dalamnya menghadirkan twist baru untuk kisah Black Panther di MCU.

Lupita Nyong'o sebagai Nakia
via Marvel

Film Black Panther: Wakanda Forever merupakan sebuah sekuel menawan yang siap melanjutkan kisah Black Panther di semesta Marvel. Penuh haru sebagai penghormatan untuk Chadwick Boseman. Tapi tak mampu menghadirkan daya magis yang mampu menggetarkan berbagai aspek seperti edisi perdananya.

Genre: Drama Aksi

Sutradara: Ryan Coogler

Penulis Naskah: Ryan Coogler, Joe Robert Cole

Pemeran: Letitia Wright, Angela Bassett, Tenoch Huerta

Avatar photo
Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.

Articles: 853

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *