Setelah The Raid, sepertinya film aksi Indonesia semakin bergairah. Ditambah dengan Foxtrot Six yang sudah mengeluarkan trailer terbaru penuh aksi dan perkelahian epik. Hanya dalam trailer berdurasi 1 menit tersebut, film yang dijadwalkan untuk ditayangkan 2019 nanti ini menunjukan bagaimana film Indonesia tidak akan kehilangan talenta untuk cerita dan aksi bertaraf internasional.
Memang, film ini dibuat dengan skala Hollywood. Mereka yang bertugas di balik layar juga tidak bisa dianggap remeh. Menjadi debut ambisius dari sutradara muda Randy Korompis yang juga menyukai film aksi, Mario Kassar yang ikut terlibat dalam Terminator Salvation, Total Recall dan First Blood didaulat sebagai produser eksekutif.

Disebut berskala internasional, bukan hanya karena Kassar yang akan menggawangi Foxtrot Six. Tapi juga ada Andrew Juano yang menjadi visual efek untuk serial televisi terkenal dari AMC, The Walking Dead bersama Hiro Ishizaka (Rorouni Kenshin dan Unforgiven) sebagai sound designer siap membuat film ini untuk massa yang lebih besar.
Dan jangan kaget jika melihat barisan para aktor dan aktris yang ikut membintangi film ini. Foxtrot Six akan bertabur bintang. Nama-nama beken seperto Rio Dewanto, Julie Estelle, Oka Antara, Arifin Putra, Edward Akbar, Mike Lewis, Miller Khan, hingga Aurelie Moeremans siap meramaikan film ini.

Bagi kalian yang sudah menonton trailer penuh pertama yang diluncurkan beberapa waktu lalu mungkin menyadari bahwa film ini diambil dengan menggunakan bahasa Inggris. Nah lho, jika film ini merupakan film Indonesia, kenapa harus menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantarnya?
Memang, Randy sendiri telah mengungkapkan alasannya menggunakan bahasa Inggris dalam Foxtrot Six. Dilansir dari Jakarta Post, ia mengungkapkan, “[Saya menggunakan bahasa Inggris dalam film] sehingga orang-orang dari negara lain dapat memahami dan melihat kualitas kami,” jelasnya. “Lebih mudah memperkenalkan diri jika kita menggunakan bahasa Inggris.”
Film ini akan bercerita tentang kondisi Indonesia di masa depan. Seorang anggota marinir bersama dengan teman-temannya berjuang untuk menyelamatkan Indonesia dari kemiskinan yang merajalalela yang diakibatkan oleh sebuah partai pemberontak yang kejam. Dan untuk foto-foto yang sudah dirilis, sepertinya film ini akan lebih atau setidaknya sama bad ass-nya dengan The Raid.

Hm, dipasarkan bersamaan dengan kondisi politik Indonesia yang semakin memanas tahun depan, sepertinya film ini memang menyasar event tersebut. Dan tentu saja, misi persatuan sepertinya akan menjadi tema film ini. Tertarik? Kita tunggu saja tahun depan, ya.

