Alur Cerita Baru Live Action Fullmetal Alchemist

Film live action “Fullmetal Alchemist” yang rencananya akan ditayangkan pada 1 Desember nanti akan mengambil alur cerita yang sebagian besar berbeda dari versi animenya. Kepastian ini didapatkan dari sang sutradara, Fumihiko Sori, yang mengkonfirmasi hal tersebut. Hal ini bisa saja memberikan dampak positif – tetapi lebih sering menghadirkan dampak nagatif – bagi kelangsungan film adaptasi.

Full Metal Archemist
Via Japanes Station

Ketidak-cocokan anime dan live action selama ini masih menjadi polemik yang sering dipermasalahkan oleh penggemar anime. Terlebih, baru-baru ini penggemar Ghost in the Shell dikejutkan dengan pemilihan Scarlett Johansson sebagai Major Motoko Kusanagi yang di versi Hollywood-nya diberikan alias Mira Killian. Film ini banyak mendapatkan kritikan karena menghadirkan sosok Major Kusanagi, yang pada versi anime dan manganya merupakan seorang wanita Asia, diperankan oleh aktris Barat Scarlett Johansson.

Dilansir dari Crunchyroll, Fumihiko Sori menjelaskan hal ini ketika diwawancarai pada Tokyo International Film Festival ke 30. Pada pemutaran perdana live action Fullmetal Alchemist tersebut, Fumihiko menjelaskan bahwa film live action ini tidak mengambil inspirasi dari animenya.

“Anime dibuat berdasarkan manga, dan film ini bukan adaptasi dari anime tersebut,” terang Fumihiko.

Versi Manga "Fullmetal Alchemist"
Via Aniplex

“Kami harus membuat gambaran yang baru. Kami menghadirkan saran baru, dan jika penonton bisa menerimanya, hal itu bisa berlanjut, menjadi Fullmetal Alchemist yang baru. Maka kami lalu membuat hal baru tersebut dengan keberanian dan membentuk tim yang baru.

Masalah adaptasi anime Fullmetal Alchemist ini bukan hal baru yang dirasakan oleh penggemar manganya. Pada tahun 2003, adaptasi pertama anime Fullmetal Alchemist ini dibuat oleh rumah produksi Bones. Tetapi anime tersebut gagal di pasaran karena alur cerita yang bolak-balik.

Via Tokyo Otaku Mode

Franchise ini mendapatkan versi anime yang kedua pada tahun 2009 dan Bones kembali bertindak sebagai rumah produksi. Untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama, Bones menerjemahkan versi manga dari halaman-halaman menjadi scene yang ada pada animenya dan memberi judul adaptasi tersebut Fullmetal Alchemist: Brotherhood.

Meskipun versi manganya sudah tamat pada 2010, Hiromu Arakawa sebagai penulis dan ilutrator manganya akan membawa kembali serial ini dalam cerita yang lebih baru. Akan ada edisi spesial manga yang akan ditulis oleh Hiromu Arakawa sendiri. Buku ini rencananya akan diberikan kepada pengunjung yang menonton film adaptasi live action Fullmetal Alchemist pada 1 Desember ini di jepang.

Avatar photo
Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.

Articles: 911

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *