Serial Lanterns dari HBO Max kembali mempertahankan pendekatan grounded ala True Detective untuk cerita Green Lantern di DC era James Gunn. Episode kedua berjudul Trust Fall melanjutkan misteri penemuan mayat Hal Jordan di tahun 2026. Sebenarnya, apa yang terjadi?
Memperkenalkan Manhunters
Melanjutkan episode sebelumnya, Episode 2 dibuka dengan kembali membawa penonton kembali ke masa lalu di timeline utama tahun 2016. Hal (Kyle Chandler) memaksa John (Aaron Pierre) berlatih “terbang” menggunakan power ring-nya di parkiran motel.
Alih-alih terbang, John menciptakan konstruk (construct) berupa burung kecil hijau (sparrow) yang mengejutkan Hal. Ia merasa bahwa kemampuan menciptakan bentuk hidup seperti itu sudah kemampuan tingkat tinggi, apalagi mempertahankannya tanpa memakai ring.
Hal menguji John lebih lanjut dengan mengirimnya ke rumahnya di Coast City untuk mengisi ulang ring serta memberi makan tanaman karnivora alien milik Hal bernama Earl. Seperti yang diketahui fans, cincin Lantern diisi ulang menggunakan lantern/power battery yang tersimpan di pocket dimension.
John diculik di luar rumah Hal oleh kelompok alien yang sama dengan yang terlibat insiden penembakan massal di episode 1. Pemimpin mereka, Antaan (Paul Ben-Victor), merekrut John dan menjelaskan keberadaan Manhunters,makhluk sintetis/android kuno yang diciptakan Guardians of the Universe sebelum Green Lantern Corps.
Manhunters awalnya diprogram untuk memberantas kejahatan, tapi mereka memberontak, menganggap emosi makhluk organik sebagai akar kejahatan, dan melakukan genosida massal di berbagai planet. Guardians akhirnya menghancurkan sebagian besar, tapi beberapa selamat dengan menyamar sebagai bentuk lain.
Debut Sinestro di DC
Sementara itu, Hal menyelidiki sendiri di Rushville. Ia menghadiri rapat kota, mencuri mayat alien dari morgue untuk menguji detektor logam di lapangan sepak bola (yang ternyata detektor alien canggih buatan Will Macon), dan akhirnya ditembak di bahu saat konfrontasi dengan keluarga Macon.
Di rumah sakit, Sheriff Kerry Kane (Kelly Macdonald) menyebut nama Sinestro yang diucapkan Hal ketika ia tak sadarkan diri. Sinestro adalah mantan mentor Hal yang melakukan kudeta dan membunuh salah satu Guardians, sebelum Hal menjatuhkannya.

Di akhir episode, Hal mengenakan seragam Green Lantern lengkap untuk pertama kalinya di serial ini dan terbang ke penjara extraterrestrial yang sangat aman untuk bertemu Sinestro (diperankan Ulrich Thomsen, dengan kulit pinkish dan kumis khas).
Ketika ditanya tentang Manhunters, Sinestro menyebut Manhunters sebagai “ancaman terbesar kedua” yang dihadapi Hal saat ini. Sedangkan John sendiri mungkin menjadi ancaman terbesarnya.
Memperdalam chemistry Hal-John
Episode kedua masih mempertahankan alu cerita yang solid. Simpel dan cenderung lugas dengan beberapa momen yang menghibur. Chemistry duo Hal dan John masih jadi kekuatan utama dalam serial ini.
Episode ini juga akhirnya menghadirkan Sinestro dan Manhunters. Sebuah langkah berani untuk memperkenalkan mitologi Green Lanterns yang lebih kompleks. Manhunters disebutkan sebagai sebagai eksperimen gagal Guardians sebelum Green Lantern Corps—lore langsung dari komik klasik.

Sedikit easter egg terlihat dari poster Janus Cosmetis yang merujuk ke Roman Sionis/Black Mask dari cerita Batman. Ada pula referensi ke Abin Sur, Green Lantern sebelum Hal, serta bagaimana Guardian memilih John secara khusus.
Meski tanpa cerita yang kuat, Lanterns Episode 2 berhasil menyeimbangkan misteri yang grounded dengan membuka kisah cosmic yang menarik. Membuat ceritanya semakin menjanjikan sebagai adaptasi DC yang segar. Tak heran jika serial ini ditonton oleh 9,3 penonton HBO Max global dan 6,6 juta di Amerika dalam 3 hari penayangannya.

