Dune: Part Three baru akan tayang di bioskop pada 18 Desember 2026, tapi filmnya sudah lebih dulu jadi kontroversi besar. Kekacauan terjadi karena proses penjualan tiket IMAX yang membuat calon penonton berang, dari sistem yang crash berkali-kali sampai calo yang memborong puluhan tiket sekaligus.
Dua gelombang kekacauan
Kekacauan ini terjadi dalam dua gelombang. Gelombang pertama pecah pada 6 April 2026, ketika Warner Bros. mendadak mengumumkan penjualan tiket IMAX 70mm untuk pembukaan minggu pertama di akhir pekan.
Pengumumannya begitu cepat sampai AMC, salah satu penyedia layanan bioskop di Amerika, bahkan tidak sempat mengirim email pemberitahuan ke pelanggannya. Antusiasme tinggi membuat tiket ludes terjual hanya dalam hitungan menit. Aplikasi AMC pun sempat down berkali-kali akibat lonjakan trafik website yang tinggi.
Gelombang kedua terjadi pada 18 Agustus 2026 ketika tiket pre-order untuk pemutaran awal (advance screening) pada 14-15 Desember kembali dibuka. Menurut laporan Forbes, trafik penjualan tiket di situs dan aplikasi AMC mencapai tiga kali lipat dibanding peluncuran tiket Spider-Man: Brand New Day, film dengan pendapatan tertinggi sepanjang 2026 kala itu.
Warganet di media sosial ramai-ramai mengungkapkan kekesalan atas pengalaman buruk mereka. Dari waktu antrean yang tiba-tiba melompat dari 40 menit jadi lebih dari satu jam, aplikasi tak responsif, sampai pesan “sold out” yang muncul setelah menunggu lama. Penonton bahkan rela mengantre fisik demi mendapatkan tiket pemutaran IMAX 70mm.
Hal ini terjadi karena Dune: Part Three berhasil mengunci jendela eksklusivitas IMAX domestik. Dengan format IMAX 70mm di Amerika sangat terbatas (hanya 20 bioskop), perburuan tiket jadi sangat ketat. Bahkan Warner Bros. turut menambah jendela pemutaran awal eksklusif pada 14 Desember, empat hari sebelum rilis resmi.
Calo tiket bermunculan
Bagian paling disorot dari kontroversi ini adalah maraknya percaloan tiket. Salah satu kasus paling viral terjadi di AMC Lincoln Square 13, di mana seorang pria difoto memegang deretan tiket usai diduga memborong hingga 80 tiket IMAX sekaligus.
Akibatnya, tiket-tiket ini muncul di situs jual-beli seperti eBay dengan harga jauh di atas harga normal. Harganya berkisar dari sekitar $200, $475, hingga laporan tiketnya mencapai $1.000, jauh melampaui harga asli $30.

Akibat percaloan ini, penggemar asli yang benar-benar ingin menonton film ini justru kesulitan mendapatkan satu tiket pun. Sedangkan para calo meraup untung besar. CEO AMC, Adam Aron, bahkan secara terbuka mengakui kegagalan sistemnya. “Kami pikir kami sudah siap, ternyata belum,” jelasnya sebagaimana dikutip Forbes.
Menanggapi gelombang kemarahan ini, Adam mengumumkan lewat unggahan di X bahwa AMC akan mengambil tindakan tegas terhadap para calo. AMC menyatakan akan memantau eBay dan situs jual-beli tiket lainnya. AMC akan membatalkan tiket-tiket yang dijual di atas harga normal, sekaligus menutup akun AMC Stubs milik para calo yang terlibat.
Bisa ubah cara pembelian tiket IMAX
Menurut analisis Inverse, kekacauan tiket Dune: Part Three ini terasa seperti “pertanda buruk” bagi masa depan industri bioskop. Apalagi pola serupa juga sempat terjadi pada perilisan tiket The Odyssey (2026) dan Spider-Man: Brand New Day sebelumnya.
MovieWeb turut mengingatkan bahwa fenomena ini kemungkinan besar akan mendorong lebih banyak studio bekerja sama dengan bioskop untuk menjual tiket pemutaran spesial berbulan-bulan bahkan setahun lebih awal dari jadwal tayang aslinya.

Dari sisi persaingan box office, eksklusivitas IMAX ini juga berpotensi memengaruhi performa Avengers: Doomsday secara signifikan, mengingat kedua film ini berbagi basis penonton yang sangat mirip, atau crossover audience.
Sebagai langkah kompensasi, Disney dan Marvel Studios dilaporkan mengunci format premium alternatif seperti Dolby Cinema, ScreenX, dan Prime 3D, guna tetap mendulang pendapatan tambahan dari segmen penonton premium meski tak kebagian layar IMAX.
Kontroversi ini masih terus bergulir menjelang jadwal tayang Dune: Part Three empat bulan lagi. Dan dengan minimnya studio IMAX di Amerika, bukan tidak mungkin kasus serupa akan terus terjadi di kemudian hari.

