Sukses di Negara Sendiri, Kontroversi Kung Fu Soccer Bikin Netizen China-Korea Memanas

Ketika Kung Fu Soccer sedang merajai box office Tiongkok, kontroversi film comeback Stephen Chow ini justru tercipta dari masalah baru di negara tetangga. Spin off dari Shaolin Soccer ini dianggap mengejek Korea Selatan lewat karakter tim sepak bola putri fiktif bernama “Ewha Women’s Soccer Team”.

Representasi jelek tim Korea Selatan

Dalam Kung Fu Soccer, tim protagonis Emei diisi oleh pemain berumur rata-rata 35 tahun dengan kemampuan kung fu. Mereka menghadapi berbagai tim dari berbagai negara yang memiliki kekuatan tersendiri di turnamen “Asian Woman Champions League”. Salah satu lawan mereka adalah tim bernama Ewha Women’s Soccer Team.

Kritikus Korea menyebutkan bahwa nama ini merujuk langsung ke Ewha Womans University, salah satu universitas wanita paling bergengsi di Seoul. Di dalam film, tim ini digambarkan mengenakan jersey warna pink, riasan wajah tebal ala idola K-pop, serta lensa kontak “circle” yang bikin mata terlihat lebih besar.

Terlebih, mereka menang bukan lewat kemampuan bermain, melainkan lewat pelanggaran, menggoda wasit, hingga provokasi. Sementara tim lainnya memiliki digambarkan memiliki kekuatan fisik yang kuat bahkan punya ilmu bela diri, seperti Muay Thai. Beberapa adegan bahkan menampilkan dialog berbahasa Korea yang diucapkan dengan aksen yang sengaja dibuat kaku demi efek komedi.

Protes dari Korea Selatan

Kung Fu Soccer resmi tayang di Tiongkok pada 11 Juli 2026 dan menembus lebih dari 600 juta yuan dalam tiga hari pertama. Pada 16 Juli, Seo Kyoung-duk menyuarakan kritiknya melalui media sosial pribadinya. Kegelisahan Kyoung-duk diangkat sejumlah media Korea pada 17-18 Juli.

Kyoung-duk bukan hanya netizen yang berisik. Ia merupakan akademisi di Sungshin Women’s University sekaligus aktivis budaya. Ia dikenal luas di Korea Selatan karena rutin mengangkat isu representasi Korea di media asing.

Ini bukan pertama kalinya Kyoung-duk turun tangan soal isu serupa. Pada 2022, ia juga pernah mengkritik film Tiongkok Fly! Light on the Ice atau dikenal dengan nama Fly, Skating Star yang dianggap menggambarkan atlet Korea sebagai “raja pelanggaran” di cabang olahraga ski cepat.

tendangan tim Ewha Women's Soccer Team
via Encore Films

Menurut Kyoung-duk, masalah utamanya bukan sekadar karakter fiktif yang dibuat konyol untuk komedi. Ia berpendapat bahwa ada pola berulang di mana produksi Tiongkok menggambarkan atlet Korea secara spesifik sebagai sosok curang dan tak sportif. Ia menyamakan kasus ini dengan kontroversi Fly! Light on the Ice.

“Sekalipun ini film fiksi, terus-menerus menghina dunia olahraga Korea adalah hal yang salah,” jelasnya

Ia juga membandingkan penggambaran ini dengan propaganda anti-industri kecantikan Korea di televisi pemerintah Tiongkok. Baginya, garis antara sindiran komedi dan penghinaan budaya sudah dilewati oleh film ini.

Ramai dibela oleh netizen China

Selain Kyoung-duk, sejumlah komunitas daring Korea turut menyuarakan kekecewaan, dengan beberapa pengguna menyerukan ajakan boikot terhadap film ini. Kontroversi ini kemudian diangkat luas oleh media Korea seperti Korea Times, StarNews, dan Korea JoongAng Daily, sebelum akhirnya diberitakan media internasional seperti SCMP dan The Star Malaysia.

Sampai artikel ini ditulis, belum ada pernyataan resmi apa pun dari Stephen Chow, rumah produksi, maupun distributor internasional Encore Films soal kontroversi ini. Namun respons balik justru datang dari platform media sosial Tiongkok, Sina Weibo, di mana warganet Tiongkok ramai-ramai membela film ini dan bahkan sempat menjadikan topik ini tren.

Emei Women's Soccer Team
via Encore Films

Sejak kritik Seo mencuat, tekanan terus bertambah menjelang rencana perilisan internasional Kung Fu Soccer pada Agustus 2026. Seo secara eksplisit mendesak pihak produksi memperbaiki adegan-adegan bermasalah sebelum peluncuran internasional tersebut berlangsung.

Sedangkan warganet Weibo menyebut kritik Seo sebagai reaksi berlebihan. Banyak bahkan menuding adanya standar ganda dengan mengangkat kembali kontroversi drama Disney Korea, Tempest, yang sempat dianggap menyudutkan Tiongkok lewat sejumlah dialognya. Media pemerintah Tiongkok, Global Times, turut mengangkat narasi ini sebagai bentuk pembelaan tidak langsung terhadap film Chow.

Sejauh ini, belum ada perubahan yang dilakukan oleh pihak produksi. Kung Fu Soccer tetap melaju kencang secara komersial di Tiongkok. Film ini baru saja masuk ke Indonesia dan tayang di bioskop mulai 12 Agustus 2026.

Avatar photo
Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.

Articles: 907

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *