Live action Moana (2026) mendapatkan rating buruk dari para kritikus yang pertama kali menonton film ini pada premiere yang berlangsung beberapa waktu lalu. Meski bukan jadi live action Disney yang paling jelek, tapi sebagian besar mempertanyakan keputusan Disney untuk membuat remake secepat ini.
Tak seharusnya dibuat
Moana versi terbaru memang belum dirilis untuk publik. Setidaknya belum untuk semua pasar di dunia. Mengingat film ini baru mencapai bioskop Amerika pada hari Jumat, 10 Juli 2026. Sementara itu, deretan kritikus sudah memborbardir film ini sejak premiere perdananya.
Misalnya saja Molly Freeman dari Screenrant mengungkapkan kalau tak ada lagi cerita baru, untuk apa sebenarnya film ini mendapatkan remake. Apalagi belum 10 tahun sejak versi orisinilnya keluar. “Moana (versi live action) dari Disney cuma film yang sama, diceritakan di medium yang baru,” jelas Molly.
“Film yang sama, Disney cume pengen lu beli tiket lagi”, kata William Bibbiani dari The Wrap. Ia mengungkapkan film ini bukan yang terburuk. Ia menambahkan bahwa masih banyak live action Disney yang jelek, tapi film ini merupakan yang paling tak diperlukan.
Sementara itu, George Nussen dari Deadline menuduh Disney memproduksi live action Moana hanya untuk menggerus uang dari penonton. Mengingat tak ada perbedaan antara film ini dengan versi 2016; adegan dan dialog yang kurang lebih sama.
CGI dan efek yang tak sesuai
Selain itu, kritikan lainnya menyasar penggunaan CGI yang terlalu berlebihan serta beberapa efek yang terlihat tidak pas. Tak jauh berbeda dengan Lion King (2019) yang disebut sebagai live action tapi sebagian besar menggunakan grafis komputer untuk karakter-karakternya.
Seperti yang dikeluhkan oleh Peter Bradshaw dari Guardian. Ia menyayangkan terlalu banyak CGI yang digunakan, membuatnya terasa seperti animasi lainnya. Bahkan lebih baik jika remake ini diadaptasi menjadi versi musikal di panggung terater.
Sementara itu Kristy Pucho dari Mashable menyayangkan beberapa adegan film yang terasa artifisial. Mulai dari kualitas suara, adegan yang jelas terasa editan dan CGI-nya, hingga penggunaan wig Maui yang diperankan oleh Dwayne Johnson yang aneh. “Kurang kohesif secara visual,” katanya.
Tak jauh berbeda, Hanna Ines Flaint dari IGN mengungkapkan, “Setelah menonton selama 2 jam, film Moana live action tak cukup meyakinkan untuk exist.” Ia menambahkan bahwa Maui versi animasi udah bagus, tapi perannya di sini seperti kurang semangat dan kehilangan magisnya.
Masih ada yang mendukung
Meskipun begitu, sebagian besar kritikan masih memberikan pujian terhadap Lin-Manuel Miranda. Salah satunya tentang bagaimana cara sutradara tick, tick… Boom (2021) ini memasukkan kebudayaan Polynesia ke dalam adegannya.
Pujian juga diberikan Catherine Laga’aai yang dengan kuat memberikan kesan menawan dalam perannya sebagai Moana. Meski secara keseluruhan sulit untuk menghilangkan kesan baru karena suaranya mirip dengan pengisi suara aslinya, Auli’i Cravalho.
Kritikan yang didapatkan live action Moana tak begitu berbeda dibandingkan adaptasi berbagai IP (Intellectual Property) animasi Disney. Sejak 2010, tercatat lebih dari 20 film live-action, seperti Alice in Wonderland (2010), Aladdin (2019), hingga The Little Mermaid (2023). Tapi sebagian besar menerima kritikan tajam meski masih menjanjikan secara finansial.