Perubahan Produksi Film di Era Streaming: Pentingnya 5 Menit Pertama

Film kini tak hanya bisa dinikmati di bioskop saja. Pandemi COVID-19 yang membatasi interaksi sosial membesarkan layanan streaming, seperti Netflix, Hulu, atau Apple TV. Selain mengubah cara masyarakat menonton film, pergeseran ini juga mengharuskan sineas film menggeser pendekatan mereka dalam produksi film di era streaming.

Pentingnya 5 menit pertama

Ketika mengunjungi podcast Joe Rogan Experience untuk mempromosikan film terbaru mereka, The Rip, Matt Damon dan Ben Affleck mengungkapkan bahwa perubahan cara menonton film berpengaruh pada cara pembuatan dan produksi film.

Dalam podcast tersebut, Matt Damon menjelaskan ada perbedaan cara penonton memperhatikan sebuah film di rumah dan bioskop. Perbedaan ini jadi salah satu indikator bagi layanan streaming dalam mengembangkan film mereka.

“Anda menghabiskan sebagian besar uang Anda untuk adegan di babak ketiga. Itu adalah adegan penutup Anda. Dan sekarang mereka seperti, ‘Bisakah kita mendapatkan adegan besar di lima menit pertama? Kami ingin orang-orang tetap menonton.’”, jelas Damon.

film The Rip 2026
via Netflix

Film konvensional biasanya membangun intensitas hingga akhirnya melepaskan klimaks yang bombastis di paruh terakhir. Terlebih bagi film aksi, adegan-adegan kejar-kejaran dan baku tembak seringkali menjadi highlight yang menandai pertarungan terakhir dengan main villain.

Namun untuk film yang dipasarkan langsung di layanan streaming, lima menit pertama jadi poin penting. Film yang membosankan di bagian awal akan lebih mudah ditinggalkan penonton. Hingga produser dan sutradara diharuskan untuk menonjolkan adegan pembukaan demi menarik perhatian penonton.  

Selain itu, dialog menjadi bagian penting yang disesuaikan untuk menjembatani perubahan perilaku penonton. Ini dilakukan demi menanggulangi penonton yang tak memperhatikan film dan sibuk melihat smartphone dan ponsel ketika menonton.

“Dan tidak akan terlalu buruk jika Anda mengulang plot tiga atau empat kali dalam dialog karena orang-orang menggunakan ponsel mereka saat menonton.’”, lanjutnya.

Maka jangan heran jika film orisinil Netflix ‘diharuskan’ menyanggupi permintaan ini. Berdampak pada cerita yang mungkin terlalu ringan dengan plot yang selalu diulang-ulang. Meski ini tak selalu jadi alasan setiap film Netflix punya alur yang terlampau ringan layaknya popcorn movie.

Tak selalu jadi acuan

Ben Affleck sebagai sahabat lama Damon menegaskan bahwa perubahan ini tak selalu menjadi poin utama dalam kesuksesan sebuah film atau serial televisi. Mengingat proses produksi tak bisa mengalahkan kualitas konten dan plot.

Ia menjelaskan ini dalam serial Adolescence yang dikembangkan oleh Stephen Graham dan Jack Thorne. Mini series ini mampu menyabet penghargaan bergengsi, seperti Emmy Award for Outstanding Lead Actor dan Best Limited Series di Golden Globe 2026.

“Tapi kemudian Anda melihat ‘Adolescence,’ dan film itu tidak melakukan hal-hal seperti itu,” kata Affleck. “Dan film itu sangat bagus. Dan juga gelap. Tragis dan intens. [Film ini tentang] seorang pria yang mengetahui anaknya dituduh melakukan pembunuhan.”

Di tengah gempuran streaming, ada banyak film atau serial televisi yang masih mempertahankan pendekatan konvensional. Tanpa memperdulikan ide mutlak dan ‘kebutuhan’ penonton dalam produksi film di era streaming, setiap karya punya kekuatannya masing-masing untuk menarik penonton.

Avatar photo
Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.

Articles: 853

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *